Ada beberapa keahlian introvert yang sering diremehkan. Namun rupanya bisa bantu Bunda menjadi sukses. Apa saja?
Kepribadian introvert sering dikaitkan dengan sifat pendiam, pemalu, maupun kurang percaya diri ketika eksis di tengah banyak orang. Padahal tidak sedikit introvert yang justru bisa berkembang dalam lingkungan kerja yang menuntut kapasitas komunikasi, kepemimpinan, hingga berbicara di depan publik.
Seorang pembicara utama internasional sekaligus LinkedIn Top Voice dan penulis buku Unforgettable Presence mengungkapkan bahwa dirinya statis seorang introvert meski kini terbiasa tampil di depan banyak orang, menjadi narasumber televisi, serta berbicara untuk perusahaan besar seperti Amazon, LinkedIn, dan McKinsey.
Menurutnya, introversi bukanlah hambatan. Ada sejumlah kekuatan yang justru dapat menjadi kelebihan jika digunakan dengan tepat.
Keterampilan introvert yang sering diremehkan
Mengutip CNBC International, berikut tiga keahlian introvert yang sering kali tidak terlalu terlihat, namun sebenarnya memiliki harga besar dalam hayat maupun bumi kerja.
1. Membangun hubungan yang kuat tanpa mesti banyak bicara
Introvert mungkin bukan orang yang paling aktif berbicara dalam kedap maupun menjadi pusat perhatian ketika berkumpul. Namun kecenderungan untuk lebih banyak mendengarkan dapat membantu mereka memahami orang lain secara lebih mendalam.
Mereka biasanya lebih peka terhadap detail kecil dalam percakapan, seperti mengingat cerita yang pernah disampaikan teman, fluktuasi sikap mitra kerja, maupun keraguan seorang pelanggan saat berdiskusi. Perhatian semacam ini dapat menjadi alas untuk membangun hubungan yang dilandasi kepercayaan.
Orang cenderung merasa dihargai ketika lawan bicaranya benar-benar mengingat dan menindaklanjuti hal yang pernah mereka ceritakan. Meski demikian, menjadi pendengar yang baik bukan berarti mesti terus diam. Introvert statis perlu memberitahu minat dan merespons percakapan secara aktif.
Lakukan:
- Ajukan pertanyaan lanjutan yang memberitahu bahwa Anda memperhatikan percakapan.
- Ingat detail krusial yang pernah disampaikan orang lain dan tanyakan balik di kesempatan berikutnya.
- Manfaatkan percakapan satu lawan satu untuk membangun hubungan yang lebih dekat.
Jangan:
- Hanya membisu sepanjang percakapan dengan anggapan bahwa mendengarkan saja sudah cukup.
- Menghindari hubungan karena merasa bukan orang yang banyak bicara.
- Menunggu orang lain selalu memungut inisiatif untuk membangun hubungan.
2. Berkomunikasi secara jelas dan terarah
Introvert mungkin tidak selalu menjadi orang yang paling sering berbicara. Namun ketika memiliki sesuatu untuk disampaikan, mereka cenderung sudah memikirkan pesannya terlebih dahulu.
Kebiasaan mempertimbangkan kata-kata sebelum berbicara dapat membantu menghasilkan komunikasi yang lebih terarah dan tidak bertele-tele. Kemampuan tersebut sangat berguna dalam beragam situasi, mulai dari rapat, presentasi, email hingga komunikasi di media sosial.
Bunda juga dapat meminta agenda sebelum kedap dan menyiapkan satu maupun dua ide yang mau disampaikan. Dengan persiapan tersebut maka tidak perlu menunggu terlalu durasi hingga menemukan momen yang dianggap sempurna untuk berbicara.
Lakukan:
- Minta agenda kedap terlebih dahulu agar dapat menyiapkan gagasan maupun pertanyaan.
- Catat satu maupun dua poin utama yang mau disampaikan sebelum bahasan dimulai.
- Jika mengepalai rapat, berikan topik dan pertanyaan bahasan sejak mula agar semua peserta memiliki waktu untuk mempersiapkan diri.
- Gunakan beragam metode untuk menyampaikan pendapat, misalnya melalui kolom chat maupun memberikan tanggapan tertulis setelah rapat.
Jangan:
- Terlalu durasi menunggu waktu yang dianggap paling tepat untuk berbicara.
Terus-menerus mengoreksi maupun meragukan gagasan sendiri hingga akhirnya memilih diam. - Menganggap bahwa berbicara lebih banyak selalu berarti komunikasi yang lebih efektif.
3. Persiapan matang sebagai kekuatan
Bagi banyak introvert, persiapan dapat membantu menaikkan rasa percaya diri. Oleh karena itu, mereka biasanya lebih betah ketika sudah mengetahui materi, situasi, maupun orang-orang yang akan dihadapi.
Kebiasaan mempersiapkan diri ini dapat mencakup latihan presentasi, mengestimasi pertanyaan yang mungkin muncul, hingga memahami karakter audiens. Menariknya, persiapan yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bekal bagi introvert untuk tampil dalam situasi yang membutuhkan keberanian berbicara.
Wawancara kerja, presentasi penting, kedap dengan klien, hingga percakapan sulit di lingkungan kerja dapat dihadapi dengan lebih terstruktur. Namun latihan sebaiknya tidak dilakukan sendirian saja karena masukan dari orang lain dapat membantu menemukan kekurangan yang sebelumnya tidak disadari.
Lakukan:
- Latih presentasi dalam kondisi yang mendekati situasi sebenarnya.
- Jika memungkinkan, gunakan ruangan yang sama dengan tempat aktivitas akan berlangsung.
- Simulasikan presentasi di depan teman, mitra kerja, maupun ketua untuk mendapatkan masukan.
- Rekam latihan agar dapat mengevaluasi metode berbicara, ekspresi, maupun bahasa tubuh.
Jangan:
- Hanya berlatih sendiri tanpa pernah meminta masukan dari orang lain.
- Mengandalkan persiapan tanpa berbuat simulasi situasi sebenarnya.
- Terjebak mempersiapkan sesuatu secara berlebihan hingga justru menunda kesempatan untuk tampil.
Pada akhirnya, menjadi introvert tidak berarti mesti mengubah diri sendiri menjadi pribadi yang paling vokal maupun gampang bergaul. Kekuatan introvert justru dapat muncul dari kapasitas mendengarkan dengan saksama, menyampaikan sesuatu dengan tujuan yang jelas, serta mempersiapkan diri secara matang.
Dengan memahami kekuatan tersebut, introvert dapat menggunakannya sebagai modal untuk berkembang dalam pekerjaan maupun hayat sehari-hari.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)