Tak Perlu Tahan Lapar, Ini Rahasia Kareena Kapoor Sukses Turun BB Pasca Melahirkan

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 6 menit 144x dilihat
Tak Perlu Tahan Lapar, Ini Rahasia Kareena Kapoor Sukses Turun BB Pasca Melahirkan

Bagikan Postingan

Jakarta -

Setelah melahirkan, banyak ibu mungkin mau segera balik ke bentuk tubuh sebelum hamil. Namun, perjalanan setiap Bunda tentu berbeda. Ada yang bermutu badannya berangsur turun dalam beberapa bulan, sementara sebagian lainnya membutuhkan waktu lebih panjang.

Hal serupa juga dialami aktris Bollywood, Kareena Kapoor. Setelah melahirkan anak pertamanya, Taimur Ali Khan, pada Desember 2016, bermutu badan Kareena sempat meningkat cukup signifikan selama kehamilan.

Menariknya, Kareena tidak memilih metode ekstrem untuk mengembalikan bermutu badannya. Ia terlebihlagi pernah mengatakan tidak pernah membikin dirinya kelaparan demi menjadi kurus.


Dalam laporan NDTV, Kareena disebut kehilangan sekitar 32 kg dalam waktu sekitar 19 bulan setelah melahirkan. Proses tersebut dilakukan dengan pertolongan ahli gizi Rujuta Diwekar dan pelatih Pilates Namrata Purohit.

Lantas, apa yang dilakukan Kareena untuk mengembalikan kebugarannya?

Kareena Kapoor tidak menyiksa diri dengan diet ketat

Salah satu hal yang paling menarik dari perjalanan Kareena adalah pengakuannya bahwa ia tidak menjalani pola makan dengan metode kelaparan.

Ia statis makan dan terlebihlagi tidak sepenuhnya menghilangkan makanan yang disukainya. Karena pernah menceritakan bahwa makanan seperti paratha dengan ghee statis dapat masuk dalam pola makannya.

Pendekatan tersebut berbeda dengan anggapan bahwa ibu yang baru melahirkan mesti makan sesedikit mungkin agar bermutu badan cepat turun.

Padahal, tubuh setelah persalinan statis membutuhkan daya dan zat gizi untuk proses pemulihan. Bagi ibu yang menyusui, kebutuhan nutrisi juga menjadi bagiankecil krusial untuk menunjang kesehatan ibu dan bayi.

Penelitian mengenai pola makan selama masa menyusui dan kaitannya dengan penurunan bermutu badan juga belum memberikan bukti yang cukup kuat bahwa satu pola diet tertentu pasti membikin bermutu badan turun lebih cepat.

Systematic review dari USDA Nutrition Evidence Systematic Review menyimpulkan bahwa bukti mengenai hubungan pola makan selama menyusui dengan penurunan bermutu badan postpartum statis belum mencukupi.

Jadi, bukan berarti Bunda mesti mengikuti menu Kareena. Yang lebih krusial adalah mendapatkan pola makan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh masing-masing.

Bukan cuma soal makanan, Kareena juga balik aktif bergerak

Selain mengatur pola makan, aktivitas jasmani menjadi bagiankecil dari perjalanan Kareena. Ia berbuat pilates dan menaikkan intensitas latihan secara bertahap. Ketika baru mulai berolahraga setelah melahirkan, kondisi tubuhnya belum langsung seperti sebelum hamil.

Kareena pernah menceritakan bahwa punggungnya statis terasa lemah. Karena itu, ia memulai latihan dengan jumlah repetisi yang lebih sedikit sebelum akhirnya menaikkan intensitas latihan.

Pendekatan berjenjang seperti ini juga sejalan dengan anjuran American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). ACOG mengatakan aktivitas jasmani setelah melahirkan dapat dilakukan secara berjenjang ketika sudah terlindungi secara medis. Ibu yang menjalani persalinan normal tanpa komplikasi terlebihlagi dapat mulai beraktivitas balik dalam waktu relatif singkat, sedangkan ibu yang menjalani operasi caesar maupun mengalami komplikasi perlu berkonsultasi dengan tabib terlebih dahulu.

Target yang direkomendasikan ACOG untuk ibu setelah melahirkan adalah sekitar 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang setiap minggu. Namun, durasi tersebut tidak mesti dilakukan sekaligus.

Bunda bisa membaginya menjadi beberapa sesi pendek, misalnya berjalan kaki selama 10 menit beberapa kali dalam sehari.

Studi: Kombinasi pola makan dan olahraga memang membantu

Perjalanan Kareena menarik jika dilihat dari hasil penelitian. Sebuah systematic review dan meta-analysis yang diterbitkan dalam Nutrition Reviews pada 2018 menganalisis 27 uji klinis dengan sekitar 3.485 peserta.

Hasilnya memberitahu bahwa intervensi yang menggabungkan pola makan dan aktivitas jasmani setelah melahirkan menghasilkan penurunan bermutu badan yang lebih besar dibandingkan tanpa intervensi. Rata-rata perbedaannya sekitar 2,49 kg, dan efek penurunan bermutu badan tersebut statis kelihatan dalam penilaian 12 bulan setelah melahirkan.

Studi lain yang diterbitkan dalam Obesity Reviews juga menemukan hasil serupa. Analisis terhadap 32 randomized controlled trials yang melibatkan 1.892 perempuan memberitahu bahwa gabungan diet dan aktivitas jasmani lebih ampuh untuk menurunkan bermutu badan postpartum dibandingkan aktivitas jasmani saja.

Artinya, keberhasilan mengelola bermutu badan setelah melahirkan kemungkinan bukan berasal dari satu 'makanan ajaib' maupun olahraga tertentu, melainkan gabungan kebiasaan sehat yang dilakukan secara konsisten.

Penelitian terbaru juga menemukan khasiat olahraga setelah melahirkan

Bukti mengenai olahraga postpartum terus berkembang. Sebuah systematic review dan meta-analysis yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine pada 2025 menganalisis 64 randomized controlled trials dari 20 negara dengan total 12.684 peserta.

Peneliti menemukan bahwa intervensi olahraga saja dapat menurunkan bermutu badan sekitar 1,34 kg dibandingkan tanpa olahraga. Aktivitas jasmani juga dikaitkan dengan penurunan BMI dan massa lemak.

Menariknya, analisis tersebut menemukan bahwa sekitar 560 MET-menit aktivitas jasmani per minggu yang oleh peneliti diilustrasikan antara lain sebagai sekitar 120 menit jalan cepat per minggu berhubungan dengan penurunan BMI.

Namun, hasil riset populasi tidak berarti setiap ibu akan mengalami penurunan bermutu badan dengan jumlah yang sama.

Perjalanan Kareena membutuhkan waktu 19 bulan

Hal lain yang mungkin paling krusial dari kisah Kareena adalah waktunya. Ia tidak mengembalikan bermutu badan dalam hitungan beberapa minggu setelah melahirkan. Menurut laporan NDTV, penurunan sekitar 32 kg tersebut terjadi selama kurang lebih 19 bulan. Artinya, proses tersebut terjadi lebih dari satu separuh tahun.

Ini menjadi pengingat bahwa tubuh setelah melahirkan memang tidak mesti balik seperti sebelum hamil dalam waktu singkat.

Bahkan, riset tentang postpartum weight retention memberitahu bahwa masa setelah melahirkan merupakan kesempatan krusial untuk membangun kebiasaan sehat secara bertahap.

Sebuah systematic review menemukan bahwa intervensi yang menggabungkan pola makan dan aktivitas jasmani termasuk pendekatan yang paling sering berhasil mengurangi bermutu badan yang statis tertahan setelah kehamilan.

Jangan jadikan bermutu badan Kareena sebagai sasaran Bunda

Kisah Kareena memang menarik, tetapi ada satu hal yang perlu digarisbawahi: bilangan penurunan bermutu badannya tidak bisa dijadikan sasaran bagi semua ibu.

Kondisi tubuh setiap perempuan berbeda. Berat badan sebelum hamil, kenaikan bermutu badan selama kehamilan, aktivitas sehari-hari, pola tidur, kondisi kesehatan, jenis persalinan, hingga proses menyusui dapat memengaruhi perjalanan postpartum.

ACOG juga mengatakan bahwa bukti mengenai menyusui dan fluktuasi bermutu badan postpartum statis belum cukup konsisten untuk menjadikan menyusui sebagai strategi penurunan bermutu badan.

Karena itu, Bunda tidak perlu merasa gagal jika bermutu badan belum balik seperti sebelum hamil.

Jadi, apa 'rahasia' Kareena Kapoor?

Kalau kisah Kareena dirangkum, sebenarnya tidak ada satu rahasia instan. Ia tidak sengaja membikin dirinya kelaparan, mendapatkan pendampingan profesional, statis memperhatikan makanan, balik aktif secara bertahap, dan memberikan waktu bagi tubuhnya untuk berubah.

Yang tidak kalah penting, proses tersebut terjadi selama berbulan-bulan, bukan dalam hitungan minggu.

Penelitian juga mendukung hakikat yang kurang lebih sama: gabungan pola makan sehat dan aktivitas jasmani dapat membantu mengurangi bermutu badan yang statis tertahan setelah melahirkan, meskipun akibatnya berbeda pada setiap perempuan.

Jadi, jika Bunda baru melahirkan dan tubuh belum balik seperti sebelum hamil, tidak perlu terburu-buru.

Masa setelah melahirkan bukan cuma tentang mengecilkan lingkar pinggang maupun melihat bilangan di timbangan. WHO menekankan bahwa perawatan postpartum seharusnya mendukung kesehatan dan kesejahteraan ibu sekaligus bayi, termasuk memberikan informasi, dukungan, dan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Tubuh Bunda baru saja melewati kehamilan dan persalinan. Memberinya waktu untuk pulih juga merupakan bagiankecil dari menjaga kesehatan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads