3 Prinsip Hidup ala Orang Jepang yang Bantu Atasi Overthinking

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 3 menit 508x dilihat
3 Prinsip Hidup ala Orang Jepang yang Bantu Atasi Overthinking

Bagikan Postingan

  1. Home
  2. Life
  3. Cultured

Sierra Ayuningtyas Muktisari | Beautynesia

Selasa, 08 Sep 2026 21:00 WIB

3 Prinsip Hidup ala Orang Jepang yang Bantu Atasi Overthinking

Prinsip hidup ala orang Jepang untuk mengatasi overthinking/ Foto: pexels.com/cottonbro studio

Beauties, siapa di antara Anda yang sering merasa oevrthinking? Hal tersebut sangat wajar terjadi, terlebih setelah memandang alias membaca hal-hal yang membikin Anda stres, merasa tertekan, alias disebabkan 'trigger' lainnya yang berbeda-beda bagi setiap orang.

Merasa  overthinking  terus-menerus bisa membikin Anda mengalami kelelahan mental maupun fisik, sehingga sangat krusial untuk mengatasinya, Beauties. Melansir dari YourTango, ada sejumlah langkah untuk mengatasi overthinking ala prinsip kehidupan orang-orang Jepang.

Penasaran seperti apa? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

1. Shouganai

Munculnya kejadian karoshi, kematian akibat jam kerja yang berlebihan membikin orang Jepang mulai menetapkan batas kerja. Mereka membatasi jam kerja serta pengambilan libur setiap tahunnya untuk mencegah burnout akibat bekerja. Penetapan batas kerja ini pun turut didukung dengan pemerintahan Jepang.

Shouganai/ Foto: freepik.com

Shouganai pada dasarnya berfaedah "memang begitulah adanya" alias "tidak ada yang bisa dilakukan," yang biasanya merujuk pada hasil alias situasi negatif yang tak terduga. Ungkapan ini digunakan sebagai corak penerimaan terhadap hal-hal yang berada di luar kendali kita, Beauties.

Konsep di kembali ungkapan ini adalah "menerima apa yang tak terelakkan." Meskipun pikiran kita condong meyakini bahwa segalanya berada dalam kendali kita, kenyataannya justru sebaliknya.

Hidup penuh dengan kejutan, baik yang menyenangkan maupun tidak, di mana perihal tersebut tidak dapat kita kendalikan. Namun, perihal yang sepenuhnya berada dalam kendali kita adalah langkah kita merespons dan memandang situasi-situasi tersebut.

Shouganai menekankan pentingnya ketangguhan dan keahlian beradaptasi saat menghadapi pengalaman yang menantang. Pada intinya, menemukan kedamaian dengan melepaskan kemauan untuk memegang kendali bakal membebaskan diri kita.

2. Zazen

Ada beberapa prinsip kehidupan ala orang Jepang yang bisa membantu mengatasi overthinking

Zazen/ Foto: pexels.com/Ivan S

Zazen yang berakar pada aliran Buddha ini merupakan praktik duduk dengan postur tubuh yang tepat. Meskipun dalam budaya Barat, Zazen sering disebut sebagai "meditasi Zen", para mahir membedakannya sebagai praktik tersendiri yang terpisah dari meditasi.

Menurut Dogen Zenji, seorang biksu Buddha sekaligus pendiri tradisi Soto Zen, Zazen adalah praktik postur tubuh yang menyeluruh (holistik), bukan sekadar kondisi pikiran.

Sementara meditasi melibatkan praktik mental-psikologis seperti menarik napas dalam-dalam, memusatkan perhatian pada sensasi fisik, dan secara aktif menenangkan pikiran, Zazen justru hanya menekankan pada posisi duduk Kekka-Fuza alias "posisi lotus sempurna".

Zazen mempunyai perbedaan unik dibandingkan meditasi, Beauties. Jika meditasi berfokus untuk menenangkan pikiran, Zazen berfokus pada keseimbangan kesatuan utuh tubuh dan pikiran yang hidup. Dengan kata lain, Zazen adalah praktik untuk menyatu secara utuh dengan waktu dan ruang.

3. Gaman

Jepang dikenal sebagai salah satu negara dengan angan hidup tertinggi di dunia. Banyak orang Jepang tetap terlihat segar dan berenergi meski usia mereka sudah tidak muda lagi.

Gaman/ Foto: Pexels.com/ Ivan S

Gaman didefinisikan sebagai "menanggung perihal yang tampaknya tak tertahankan dengan kesabaran dan martabat". Menurut Psychology Spot, teknik ini menuntut pengendalian diri dan disiplin di masa-masa susah untuk menghadapi angin besar kehidupan dengan langkah terbaik, Beauties.

Dalam kehidupan, bakal selalu ada rintangan alias tantangan. Prinsip Gaman ini mengajarkan kita untuk menghadapi situasi susah dengan sikap yang tenang dan bermartabat, sehingga kita bisa membangun kekuatan serta ketangguhan.

Konsep ini mendorong seseorang untuk bangkit kembali saat terpuruk oleh keadaan dan menjalani hidup hari demi hari. Mentalitas ini sangat krusial dalam budaya Jepang, apalagi Gaman juga diajarkan kepada kepada anak-anak sejak awal agar mereka dapat mempelajari nilai-nilai ketekunan dan toleransi. 

Bagaimana, Beauties? Tertarik untuk menerapkan prinsip-prinsip ini agar tidak overthinking?

---

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(sim/sim)

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads