Menyembuhkan inner child, ini metode berbuat self-reparenting/ Foto: Pexels.com/ALEX SAHARCHUK
Beauties, apa Anda sering merasa cemas, overthinking, maupun sulit ambil keputusan sendiri? Respons emosional negatif ini sering kali datang dari inner child, yakni bagian dari diri kita yang menyimpan luka masa kecil. Akibat kebutuhan emosional yang sempat terabaikan, luka itu bisa terus terbawa sampai kita dewasa.
Nah, salah satu jalan untuk menyembuhkan inner child adalah dengan berbuat self-reparenting, yaitu proses berdikari untuk jadi "orang tua" yang penuh kasih buat diri kita sendiri. Kamu nggak mesti melibatkan orang tua aslimu maupun orang lain, karena Anda cuma mesti salingberhadapan dengan diri sendiri. Yuk, intip 5 metode sederhana di bawah ini biar Anda bisa menyembuhkan diri pelan-pelan!
1. Kenali Pola Luka Masa Kecil

Kenali pola luka masa kecil untuk mengetahui akar masalah/Foto: Pexels.com/August de Richelieu
Langkah paling mula adalah menyadari pola emosi yang memengaruhimu saat dewasa. Coba amati reaksimu ketika menghadapi situasi tertentu, Beauties. Misalnya, metode merespon masalah, memungut keputusan, maupun saat berhubungan dengan orang lain.
Respon negatif datang dari luka inner child yang belum terobati. Misalnya, Anda merasa takut memungut keputusan, karena dahulu nggak pernah diberi ruang untuk memilih. Nah, kemudian Anda bisa mulai melatih diri. Khusus untuk kasus ini, cobalah belajar memungut keputusan terbaik dari dua maupun tiga opsi sederhana.
2. Validasi Emosi

Melakukan pengesahan emosi pada diri sendiri/Foto: Pexels.com/Mikhail Nilov
Ketika merasa sedih, marah, maupun kecewa, hentikan kebiasaan untuk pura-pura baik-baik saja. Sebab, self-reparenting adalah tentang memberikan ruang terlindungi buat merangkul semua perasaanmu tanpa takut dihakimi.
Dengarkan isi hatimu sendiri seperti sosok orang tua penyabar yang sedang menampung curhatan anaknya. Boleh kok jika Anda merasa nggak baik-baik saja, dan Anda sama sekali nggak perlu merasa bersalah atas emosi itu.
3. Lakukan Self-Talk yang Sehat

Melakukan self-talk yang sehat/Foto: Pexels.com/Pavel Danilyuk
Coba ingat-ingat lagi, bagaimana sih metode Anda ngobrol sama diri sendiri? Kalau selama ini Anda sering menyalahkan diri sendiri, kini saatnya mengubah corak bicaramu jadi lebih suportif.
Ubah inner critic yang galak menjadi inner mentor yang objektif dan bijak. Bukan berarti terlalu membela diri, tapi ganti caci maki dengan pemikiran bahwa Anda sedang belajar, mengevaluasi letak salahnya, kemudian memperbaikinya pelan-pelan.
4. Penuhi Kebutuhan Fisik dan Emosional

Memenuhi kebutuhan jasmani dengan makanan favorit/Foto: Pexels.com/Gustavo Fring
Bentuk self-love paling nyata sebenarnya sesederhana merawat kebutuhan dasar. Mulai dari tidur cukup, makan makanan sehat, sampai menyediakan me time buat berbuat hal yang Anda suka.
Rutinitas ini menjadi bentuk self-reparenting sederhana untuk menegaskan bahwa Anda berharga. Saat kebutuhan jasmani dan mental terpenuhi, inner child di dalam dirimu akan merasa jauh lebih terlindungi dan terlindungi.
5. Membatasi Interaksi dengan Lingkungan Toksik

Menjauhi lingkungan toxic demi kesehatan mental/Foto: Pexels.com/Mikhail Nilov
Nggak cuma merawat dari dalam, Anda juga mesti memasang boundaries dari bumi luar. Ini saatnya Anda berani menjauh maupun membatasi hubungan dari lingkungan yang bikin energimu terkuras habis.
Membatasi kontak dengan lingkungan yang terus-menerus memicu luka durasi bukan aksi egois. Ini adalah bentuk ketegasan demi menjaga safe space yang sedang Anda bangun.
Self-reparenting itu perjalanan panjang, jadi nikmati setiap prosesnya. Semoga Anda bisa punya ruang terlindungi buat dirimu sendiri ya, Beauties!
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(dmh/dmh)