4 Cara Mengajarkan Anak Kenali Emosi dan Berani Menghadapinya

Portal Kesehatan Ibu dan Anak Aug 22, 2026 09:20 PM 16

Memahami dan mengelola emosi merupakan perihal krusial bagi perkembangan anak-anak. Dengan mengenali emosi, mereka bisa mengekspresikannya dengan berbincang secara tenang alias langkah lain yang tepat. Dengan mengenali emosi, anak bisa bangkit kembali setelah merasakannya. 

Anak yang mengenal emosi, mereka condong berperilaku positif, perilaku yang bisa membantu mereka berbaur dengan orang lain, menjaga keselamatan diri, dan berkembang dengan baik. Dilansir Raising Children, perihal ini berfaedah bagi anak lantaran membantu mereka dalam belajar, menjalin pertemanan, menjadi mandiri, dan banyak lagi.

Memang, keahlian anak untuk memahami dan mengelola emosi bakal berkembang seiring berjalannya waktu. Namun, saat tetap kecil, anak memerlukan support untuk memahami emosi. 


Hal itu terutama mencakup mengenali dan menyebut nama emosi tersebut, yang menjadi dasar bagi keahlian mengelola emosi saat anak beranjak lebih besar.

Cara mengajarkan anak kenali emosi 

Ada beberapa langkah untuk mengajarkan anak mengenali emosinya dan berani menghadapinya seperti dilansir dari laman Parents:

1. Cara ajarkan anak tangani kemarahan dan meredakannya

Di usia balita, mereka tetap belum belajar mengatur emosinya, menyerang dengan memukul, hingga membentak Bunda. Menurut psikolog klinis berlisensi di Long Island, New York, Jaclyn Shlisky, PsyD, kemarahan Si Kecil mungkin tampak tidak masuk akal, tetapi bagi anak yang belum belajar gimana mengatur emosi, itu adalah reaksi alami terhadap kesalahan yang dirasakan anak.

Daripada bereaksi hanya dengan hukuman, bicarakan dengan anak ini sehingga mereka dapat belajar menyebut emosinya. Terapis perilaku di Harstein Psychological Services Center, Jaime Gleicher, LMSW, menekankan bahwa sangat krusial bagi Bunda untuk tidak mengungkapkan pengalaman secara tepat dan mengabaikan emosi anak jika anak tersebut tidak betul-betul marah, melainkan merasa sedih alias cemas. 

Mintalah anak berlatih mengatakan sesuatu seperti, "Aku betul-betul tidak suka jika Anda mengambil mainan dari tanganku".  Gleicher menjelaskan bahwa perilaku negatif seperti memukul, membentak alias menangis saat merasa marah merupakan emosi mendasar yang belum diatur alias dipulihkan.

Mengamuk adalah ekspresi lahiriah dari emosi yang disalahpahami. Anak memerlukan support untuk mengidentifikasi perasaannya lantaran mereka tidak dapat mengomunikasikannya sendiri. Hal itu disebut membangun kosa kata emosional anak.

2. Cara ajarkan anak kenali emosi sedih dan mengatasinya

Perasaan kehilangan, kesedihan, alias dikecewakan adalah emosi yang besar bagi anak-anak. Kesedihan bisa terjadi ketika seorang anak merasa takut, merindukan seseorang, merasa tersisih, alias sedang mengalami sesuatu yang membikin stres.

Kesedihan seringkali berkembang melalui kekecewaan. Anak-anak kesulitan mengatur emosinya saat merasa kecewa sehingga menyebabkan mereka mengalami kesedihan.

Air mata sering kali merupakan tanda yang paling jelas, tetapi kesedihan juga bisa muncul dalam corak kemarahan, keterasingan, alias keterikatan. Bahaya kesedihan dan tidak memahami sumber mendasarnya adalah kesedihan bisa berubah menjadi kemarahan dan kemudian berujung pada amukan.

Jika setiap kali anak menangis Bunda bisa mencoba menenangkannya, Bunda hanya membalut situasi alih-alih membantu mereka memecahkan masalah.

Bunda juga dapat menormalisasi emosi mereka dengan berbagi cerita tentang gimana Bunda mengalami kehilangan serupa ketika seusia mereka. Bicarakan tentang apa yang membantu Bunda mengatasi emosi sedih.

3. Cara ajarkan anak kenali rasa takut dan menghadapinya

Meskipun anak-anak tidak dilahirkan dengan rasa takut, emosi takut berasal dari kekhawatiran dan kekhawatiran.

"Ketika anak mini merasa takut, perihal ini melibatkan persepsi tertentu tentang bahaya,” kata Gleicher.

Beberapa ketakutan memang sudah diperkirakan sejak masa pertumbuhan, seperti ketakutan terhadap orang asing, kegelapan, dan ketakutan bakal keterpisahan dari orang tua.

Namun, ada beberapa ketakutan yang tidak selalu bisa kita lindungi dari anak-anak kita seperti peristiwa dunia alias buletin utama yang menakutkan. Pada saat-saat seperti ini, krusial untuk mengakui kekhawatiran anak terhadap situasi tersebut daripada mengecilkan perasaannya dengan mengatakan bahwa semuanya bakal baik-baik saja.

Bunda juga dapat memberi contoh empati dengan mengatakan, "Kadang-kadang saya juga merasa seperti itu" dan sorong anak untuk menanyakan pertanyaan apa pun tentang perihal tersebut. Terkadang, membiarkan anak memproses secara verbal apa yang ada di kepalanya bakal membantu.

Untuk anak-anak mini yang kesulitan menjelaskan akar ketakutan mereka, bercerita, memerankan situasi, alias membaca kitab tentang situasi yang sangat menakutkan dapat membantu.

4. Cara ajarkan anak kenali rasa berprasangka dan mengatasinya

Cemburu adalah emosi yang mudah dirasakan dan sering diungkapkan, tetapi konsep kecemburuan susah untuk dijelaskan. Meskipun sering kali digambarkan sebagai emosi alias pikiran tidak aman, ketakutan, perihal ini juga bisa berupa emosi tidak mampu, tidak berdaya, alias kebencian.

Kecemburuan materi sering kali muncul pada masa balita. Cobalah untuk mengalihkan konsentrasi dari barang-barang materi ke sebuah momen berbobot seperti liburan berbareng alias momen quality time sederhana lainnya. Selain itu, ada pula rasa berprasangka dalam pergaulan misalnya saat anak Bunda tidak diundang ke kegiatan menginap berbareng teman.

Aturan utama dalam menghadapi kecemburuan sosial adalah jangan pernah mengabaikan alias meremehkan emosi anak. Bagaimanapun, meskipun Bunda mungkin menganggap drama, bagi anak, perihal itu bisa jadi sangat berarti. Begitu anak mulai terbuka menceritakan apa yang mengganggunya, tunjukkanlah sikap pengertian.

Saat rasa berprasangka muncul, khususnya dalam situasi pergaulan alias hubungan antar-saudara, ada baiknya Bunda mempersiapkan anak agar bisa menghadapinya dengan baik sejak awal. Jika tahu bakal ada peristiwa yang berpotensi memicu kecemburuan seperti ulang tahun kerabat kandung alias kegiatan bermain berbareng kawan yang tidak melibatkannya, berikanlah info lebih awal kepada mereka.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Selengkapnya
4 Cara Mengajarkan Anak Kenali Emosi dan Berani Menghadapinya
InMotion Shared Hosting
CloudWays Cloud Hosting