4 Ciri Kepribadian Orang Yang Pura-pura Kaya Dari Kesehariannya

May 05, 2026 02:10 PM - 1 bulan yang lalu 50117

Jakarta -

Dalam menjalani hidup, kita pasti pernah memandang seseorang yang selalu tampil mewah di kesehariannya. Mulai dari memakai barang-barang branded hingga style hidupnya yang seakan tidak ada habisnya.

Bahkan, mereka kerap memamerkan momen-momen "kemewahan" di media sosial dengan begitu percaya diri. Inilah yang membikin orang lain mengira bahwa mereka betul-betul punya kekayaan yang berlimpah.

Namun, tak semua yang terlihat mewah betul-betul mencerminkan kondisi finansial sebenarnya, Bunda. Para mahir finansial menilai, ada orang yang justru hanya mau terlihat 'kaya' di mata orang lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Pakar finansial sekaligus pendiri FinlyWealth di Amerika Serikat, Abid Salahi, mengatakan bahwa orang yang betul-betul kaya biasanya tidak terlalu konsentrasi pada penampilan semata.

"Individu yang betul-betul kaya sering kali memprioritaskan keamanan finansial daripada pamer kekayaan yang mencolok," ujar Salahi, dikutip dari laman Yahoo Finance.

"Kekayaan sejati adalah tentang keamanan dan kebebasan finansial, bukan hanya kemewahan lahiriah dari kesuksesan," tambahnya.

Bicara soal ini, ada beberapa karakter kepribadian orang yang pura-pura kaya yang bisa terlihat dari kesehariannya. Yuk, kita simak, Bunda.

Ciri kepribadian orang yang pura-pura kaya

Menilik dari Yahoo Finance, terdapat beberapa karakter kepribadian orang yang pura-pura kaya menurut Abid Salahi:

1. Gaya hidup yang lebih konsentrasi pada penampilan

Menurut Salahi, perbedaan antara orang yang betul-betul kaya dan yang hanya terlihat kaya sebenarnya cukup tipis. Bunda bisa memandang dari langkah mereka mengatur duit dalam kesehariannya.

Salah satu karakter yang paling mudah dikenali adalah ketika seseorang menghabiskan nyaris semua penghasilannya hanya untuk menjaga penampilan. Mulai dari peralatan mewah hingga style hidup yang kudu selalu terlihat "wah" di depan orang lain.

Berbeda dengan itu, orang yang betul-betul kaya condong lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran. Mereka memilih hidup lebih sederhana agar kondisi finansial bisa tetap stabil.

2. Cenderung memamerkan kekayaan

Salahi mengatakan bahwa salah satu karakter yang cukup sering terlihat pada orang yang pura-pura kaya adalah kebiasaan memamerkan barang-barang mewah. Biasanya, perihal ini dilakukan untuk menunjukkan kesan "berkelas" di hadapan orang lain.

"Terus-menerus memamerkan merek-merek mewah, sering kali dengan logo yang terlihat jelas," kata Salahi.

Sementara itu, orang yang betul-betul kaya justru tidak terlalu konsentrasi pada hal-hal yang terlihat dari luar. Dengan kata lain, mereka lebih menghargai perjalanan hidup dibandingkan sekadar mengoleksi barang-barang branded.

"Orang-orang yang betul-betul kaya sering kali lebih menghargai perjalanan, pendidikan, dan pengembangan diri daripada mengumpulkan barang-barang mewah," ujarnya.

3. Kurang mengerti soal investasi dan keuangan

Menurut Salahi, karakter lain orang yang terlihat kaya adalah kurangnya pemahaman soal investasi alias strategi keuangan. Mereka sering tidak bisa menjelaskan secara jelas gimana mereka mengatur keuangannya.

Orang seperti ini juga condong mengelak alias apalagi melebih-lebihkan kondisi keuangannya saat ditanya lebih jauh. Sebaliknya, orang yang betul-betul kaya justru punya kebiasaan mengelola aset dengan lebih terarah, Bunda.

Mereka biasanya suka berinvestasi pada hal-hal yang nilainya bisa berkembang dalam jangka panjang, seperti bisnis. Enggak hanya itu, mereka juga lebih terbuka membahas pengelolaan finansial lantaran sudah mengerti tentang perencanaannya dengan baik.

4. Gaya hidup yang banyak berjuntai pada utang

Berikutnya, orang yang hanya terlihat kaya tak jarang menghabiskan uangnya untuk hal-hal yang nilainya terus menurun. Biasanya, berupa barang-barang mewah seperti mobil alias busana branded.

"Mereka yang memalsukan kekayaan sering kali menginvestasikan duit ke aset yang nilainya terus menurun seperti mobil mewah alias busana bermerek untuk menciptakan ilusi kemewahan," kata Salahi.

Karena itu, mereka akhirnya berjuntai pada kartu angsuran alias pinjaman untuk mempertahankan style hidup tersebut. Nah, orang yang betul-betul kaya condong lebih bijak dalam menggunakan kredit.

Mereka tidak sembarangan berutang meskipun sudah mempunyai akses ke akomodasi tersebut.

"Meskipun mereka mempunyai akses ke angsuran yang signifikan, orang kaya condong menggunakannya secara irit dan strategis," jelasnya.

Seperti apa kekayaan sejati itu?

Pendiri sekaligus CEO Reliant Insurance Group di Amerika Serikat, Ben Klesinger, menyampaikan bahwa kekayaan sejatinya bukan soal pamer, Bunda. Namun, lebih pada rasa percaya diri dan tetap rendah hati dalam menjalani hidup.

Kekayaan yang sebenarnya dibangun dari aset yang dimiliki seiring waktu. Hal ini bisa dicapai lewat investasi, bukan sekadar menunjukkan peralatan mewah kepada orang lain.

"Mereka memahami bahwa kekayaan bertambah seiring kepemilikan dan waktu, bukan hanya pendapatan tinggi semata," kata Klesinger.

Ia juga menambahkan bahwa orang yang betul-betul kaya justru memilih hidup di bawah keahlian mereka. Mereka lebih konsentrasi pada kebutuhan yang praktis dan tidak berlebihan, Bunda.

"Mereka mengendarai kendaraan yang praktis dan tinggal di rumah dengan ukuran yang sesuai. Pengeluaran mereka selaras dengan pengalaman, peralatan berkualitas, dan hubungan, bukan merek alias status," ujarnya.

"Kekayaan sejati, menurut pengalaman saya, dijalani dengan rasa syukur, tujuan, dan pengabdian. Itulah karakter unik kekayaan yang sah," pungkasnya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Selengkapnya