Tata Triavenza Saputri | Beautynesia
Selasa, 15 Sep 2026 09:15 WIB
Efek samping punya bilik terlalu estetik/Foto: Pexels.com/Ivan S
Konsep bilik ala Pinterest memang terlihat estetik, tapi rupanya nggak selalu berbanding lurus dengan kenyamanan. Niat hati mau punya ruang rehat yang cozy, tapi rupanya ada pengaruh samping yang justru bikin pikiran mudah lelah.
Fenomena ini disebut aesthetic fatigue alias jenuh dengan hal-hal yang terlalu estetik. Sebenarnya punya bilik seperti itu sah-sah saja, asal sesuai dengan style hidupmu sehari-hari. Nah, coba intip dampaknya di bawah ini buat bahan pertimbanganmu, Beauties!
Banyak Dekorasi yang Kurang Fungsional

Hiasan yang estetik namun kurang fungsional/Foto : Pexels.com/Jacqueline Fumagalli
Demi mengejar visual impian, tanpa sadar Anda jadi hobi checkout hiasan hanya lantaran bentuknya lucu. Benda-benda seperti standing mirror jumbo sampai perintilan mini memang gemas banget pas dipajang. Namun, coba jujur pada diri sendiri, seberapa butuh Anda sama barang-barang itu untuk kegiatan harian?
Pada akhirnya, area bilik yang ukurannya terbatas malah terasa makin sempit dan penuh sesak. Bukan bikin ruangan makin cozy, tumpukan hiasan ini hanya berhujung jadi perangkap debu yang malah bikin Anda kudu kerja ekstra saat beres-beres.
Terbatasnya Aktivitas Harian

Kamar yang ornamental bisa membatasi kegiatan harian/Foto : Pexels.com/cottonbro studio
Kamar tidur yang ideal itu harusnya elastis buat segala aktivitas. Mulai dari tempat belajar, stretching, sampai rebahan santai. Sayangnya, ruangan yang terlalu estetik kadang punya tatanan yang kaku banget.
Begitu Anda mau mobilitas bebas alias butuh space lebih, Anda justru dibuat canggung sendiri. Alih-alih santai, Anda bisa jadi kudu jaga jarak biar nggak menyenggol hiasan yang sudah disusun sempurna.
Standar Rapi yang Terlalu Tinggi

Sedikit acak-acakan bisa membikin nggak nyaman akibat standar yang terlalu tinggi/Foto : Pexels.com/cottonbro studio
Di bilik yang serba estetik, perihal mini seperti baju yang tercecer saja bisa terasa mengganggu pemandangan. Nah, di situlah letaknya aesthetic fatigue. Standar kerapian yang tinggi bikin Anda terlalu sensitif dengan sedikit kekacauan.
Akibatnya, ruang tidur yang harusnya nyaman malah lebih terasa seperti studio foto. Kamu jadi susah rileks lantaran otak terus-terusan memberi sinyal buat merapikan ini-itu demi menjaga visualnya tetap sempurna.
Hilangnya Karakter dan Selera Aslimu

Merasa asing di bilik sendiri akibat mengorbankan selera original demi konsep estetik/Foto : Pexels.com/Artem Podrez
Ini dia pengaruh samping yang paling sering nggak disadari. Bukannya memilih warna alias peralatan yang betul-betul Anda suka, Anda malah beli barang-barang yang dianggap cocok dengan konsep estetik. Akhirnya, selera dan kenyamanan aslimu malah terpaksa disingkirkan.
Kamar memang terlihat elok di foto, tapi rasanya asing lantaran kehilangan sentuhan personal. Lama-lama, tampilan ini terasa monoton dan bikin jenuh, lantaran area pribadi ini sudah nggak berasa "kamu" banget.
Pada akhirnya, kegunaan utama bilik adalah tempat melepas lelah. Estetik itu bonus, tapi kenyamanan tetap nomor satu!
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(dmh/dmh)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.