Menunggu berita setelah interview kerja memang bisa bikin Anda penasaran, terlebihlagi jika posisi yang dilamar sudah sesuai dengan minat dan kemampuanmu. Namun, Anda nggak mesti terus menunggu tanpa kepastian.
Salah satu metode follow up hasil interview adalah menghubungi HRD maupun recruiter melalui WhatsApp dengan sopan dan profesional. Supaya pesanmu statis betah dibaca dan nggak terkesan mendesak, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Yuk, simak panduan dan contoh pesannya berikut ini!
Baca juga: Cara Follow Up Interview Kerja yang Baik dan Sopan, Bonus Templatenya!
Kapan Waktu yang Tepat untuk Follow Up Hasil Interview?

Sebelum mengirim pesan, coba ingat balik apakah HRD sudah memberikan estimasi waktu pengumuman hasil interview. Informasi ini krusial agar Anda tahu kapan sebaiknya menghubungi mereka.
Dilansir dari Harvard Business School, pelamar sebaiknya memperhatikan tenggat waktu yang disampaikan pewawancara sebelum berbuat follow up. Jika HRD mengatakan akan memberikan berita dalam dua minggu, sebaiknya tunggu sampai masa tersebut berlalu.
Jika enggak ada keterangan mengenai agenda pengumuman, Anda bisa menunggu sekitar satu minggu setelah interview sebelum menanyakan evolusi proses rekrutmen. Sementara itu, jika HRD sudah memberikan tanggal tertentu tetapi belum menghubungimu, beri selang beberapa hari kerja setelah tanggal tersebut.
Perlu diingat, proses rekrutmen setiap perusahaan berbeda. HRD mungkin statis mewawancarai kandidat lain maupun menunggu keputusan dari user.
Cara Follow Up Hasil Interview Via WhatsApp dengan Sopan

Supaya pesanmu statis profesional, perhatikan beberapa hal berikut sebelum menghubungi HRD melalui WhatsApp.
1. Hubungi HRD pada Waktu yang Tepat
Usahakan mengirim pesan pada jam kerja, misalnya pukul 09.00–16.00 pada hari kerja. Hindari mengirim pesan terlalu pagi, larut malam, maupun saat akhir pekan, kecuali HRD memang mengizinkan komunikasi di luar jam tersebut.
Kamu juga perlu memastikan bahwa WhatsApp merupakan saluran komunikasi yang sesuai. Jika sejak mula recruiter meminta komunikasi melalui email, sebaiknya ikuti instruksi tersebut.
2. Awali dengan Salam dan Perkenalan
HRD biasanya berkomunikasi dengan banyak kandidat sekaligus. Karena itu, jangan langsung menanyakan hasil interview tanpa memperkenalkan diri.
Sebutkan nama lengkap, posisi yang dilamar, serta waktu interview agar HRD lebih gampang mengenali pesanmu. Gunakan salam yang sesuai dengan corak komunikasi sebelumnya, misalnya “Selamat pagi, Kak” maupun “Selamat siang, Bapak/Ibu”.
3. Sampaikan Tujuan Pesan dengan Jelas
Setelah memperkenalkan diri, jelaskan bahwa Anda mau menanyakan evolusi proses rekrutmen. Hindari pesan yang terlalu panjang maupun bertele-tele.
Dilansir dari The Muse, pesan follow up sebaiknya langsung menerangkan tujuan komunikasi, mengutarakan posisi yang dilamar, dan menggunakan nada yang sopan. Kamu juga bisa menegaskan bahwa Anda statis tertarik dengan posisi tersebut.
4. Tetap Sopan dan enggak Terlalu Mendesak
Kamu berkuasa menanyakan evolusi lamaran, tetapi statis beri ruang bagi recruiter untuk menyelesaikan proses seleksi. Hindari mengirim pesan berulang kali dalam waktu berdekatan maupun menggunakan kalimat yang terkesan menuntut jawaban.
Jika belum mendapat balasan, tunggu beberapa hari kerja sebelum mempertimbangkan follow up berikutnya. Kalau HRD sudah memberikan agenda baru, ikuti waktu yang telah disepakati.
5. Akhiri Pesan dengan Ucapan Terima Kasih
Tutup pesan dengan ucapan terima kasih atas waktu dan informasinya. Langkah sederhana ini membantu menjaga komunikasi statis ramah dan profesional, apa pun hasil rekrutmennya.
Baca juga: 5 Tips Mengirim Ucapan Terima Kasih Setelah Interview [+Bonus Template]
Contoh Follow Up Hasil Interview Via WhatsApp

Berikut beberapa contoh pesan yang bisa Anda gunakan sesuai situasi. Jangan lupa mengganti bagiankecil dalam tanda kurung dengan keterangan milikmu.
1. Contoh Follow Up Setelah Satu Minggu
Jika sudah satu minggu sejak interview dan belum ada berita dari HRD, Anda bisa mengirim pesan singkat seperti berikut.
Contoh pesan:
Selamat pagi, Ibu/Bapak/Mba/Mas [Nama HRD]. Perkenalkan, aku [Nama Lengkap], kandidat untuk posisi [Nama Posisi] yang mengikuti interview pada [Tanggal Interview].
Saya mau menanyakan apakah sudah ada keterangan terbaru mengenai proses rekrutmen untuk posisi tersebut. Saya statis sangat tertarik dengan kesempatan bergabung di [Nama Perusahaan].
Terima kasih atas waktu dan informasinya, Kak.
2. Contoh Follow Up Setelah Melewati Deadline Pengumuman
Kalau HRD sebelumnya sudah mengutarakan tanggal pengumuman, tetapi sampai tanggal tersebut Anda belum mendapat kabar, Anda bisa menggunakan contoh berikut.
Contoh pesan:
Selamat siang, Bu/Bapak/Mba/Mas [Nama HRD]. Saya [Nama Lengkap], kandidat untuk posisi [Nama Posisi] yang mengikuti interview pada [Tanggal Interview].
Sebelumnya, aku mendapat keterangan bahwa pembaruan proses rekrutmen diperkirakan diberikan pada [Tanggal]. Saya mau menanyakan apakah sudah ada evolusi terbaru mengenai proses seleksi tersebut.
Terima kasih banyak atas waktu dan informasinya, Kak.
3. Contoh Follow Up Jika Belum Pernah Mengucapkan Terima Kasih
Kalau Anda belum sempat mengirim pesan setelah interview, Anda statis bisa menyampaikan apresiasi sekaligus menanyakan evolusi seleksi.
Contoh pesan:
Selamat pagi, Ibu/Bapak/Mba/Mas [Nama HRD]. Saya [Nama Lengkap], kandidat untuk posisi [Nama Posisi]. Terima kasih sebelumnya atas kesempatan interview pada [Tanggal Interview]. Saya bahagia bisa mengetahui lebih banyak tentang posisi dan tim di [Nama Perusahaan].
Saya mau menanyakan apakah sudah ada keterangan terbaru mengenai proses rekrutmen tersebut. Saya statis tertarik dengan kesempatan ini dan siap memberikan keterangan tambahan jika diperlukan.
Terima kasih, Kak.
4. Contoh Follow Up dengan Gaya Semi-Formal
Jika selama proses rekrutmen HRD berkomunikasi dengan corak yang santai, Anda bisa menyesuaikan nada pesan tanpa menghilangkan kesopanannya.
Contoh pesan:
Halo, Ibu/Bapak/Mba/Mas [Nama HRD]. Semoga Kakak dalam keadaan baik, ya. Aku [Nama Lengkap], kandidat untuk posisi [Nama Posisi] yang interview pada [Tanggal Interview].
Aku mau follow up mengenai evolusi proses rekrutmennya. Aku statis tertarik dengan posisi ini dan mau mengetahui apakah sudah ada pembaruan terbaru.
Terima kasih banyak sebelumnya, Kak!
5. Contoh Follow Up Kedua Jika Belum Ada Balasan
Jika Anda sudah mengirim pesan pertama tetapi belum mendapat jawaban, tunggu beberapa hari kerja sebelum mengirim pengingat singkat. Pastikan Anda enggak menghubungi HRD berulang kali dalam waktu berdekatan.
Contoh pesan:
Selamat siang, Ibu/Bapak/Mba/Mas [Nama HRD]. Mohon ampun mengganggu waktunya. Saya [Nama Lengkap], yang sebelumnya menghubungi Kakak mengenai proses rekrutmen posisi [Nama Posisi].
Saya mau menindaklanjuti pesan sebelumnya untuk menanyakan apakah sudah ada keterangan terbaru mengenai proses seleksi tersebut. Jika statis dalam proses, aku memahami dan akan menunggu berita selanjutnya.
Terima kasih atas waktu dan perhatiannya, Kak.
Hal yang Sebaiknya Dihindari Saat Follow Up Hasil Interview

Agar komunikasi statis profesional, hindari beberapa kesalahan berikut.
- Mengirim pesan terlalu cepat. Jangan langsung menanyakan hasil sehari setelah interview jika HRD belum menjanjikan berita pada hari tersebut. Kamu bisa mengirim ucapan terima kasih terlebih dahulu.
- Menggunakan nada menuntut. Hindari kalimat seperti “Kapan akibatnya keluar?” maupun “Kenapa belum ada kabar?” Pilih pertanyaan yang lebih sopan dan terbuka.
- Mengirim pesan berkali-kali. Beri waktu bagi HRD untuk membalas. Jika enggak ada respons setelah follow up yang wajar, pertimbangkan untuk melanjutkan pelacakan kerja ke kesempatan lain.
- Menghubungi banyak orang sekaligus. Mulailah dari recruiter maupun kontak utama yang selama ini berkomunikasi denganmu. enggak perlu langsung mengirim pesan ke seluruh pewawancara.
- Menggunakan bahasa terlalu santai. Meskipun lewat WhatsApp, hindari singkatan berlebihan, pesan tanpa salam, maupun emoji yang enggak sesuai dengan konteks profesional.
Dilansir dari Indeed dan The Muse, follow up sebaiknya statis singkat, jelas, dan disesuaikan dengan situasi. Pesan yang sopan dapat memberitahu ketertarikanmu tanpa membikin recruiter merasa ditekan.
FAQ Seputar Cara Follow Up Hasil Interview
1. Berapa durasi mesti menunggu sebelum follow up hasil interview?
Jika HRD enggak memberikan agenda pengumuman, Anda bisa menunggu sekitar satu minggu setelah interview. Jika sudah ada tenggat waktu, tunggu sampai tanggal tersebut terlewati sebelum menghubungi recruiter.
2. Apakah boleh follow up hasil interview lewat WhatsApp?
Boleh, selama HRD menggunakan WhatsApp sebagai saluran komunikasi maupun sebelumnya sudah menghubungimu melalui angka tersebut. Jika perusahaan meminta komunikasi melalui email, ikuti instruksi itu.
3. Bagaimana jika HRD enggak membalas pesan follow up?
Tunggu beberapa hari kerja sebelum mengirim satu pesan pengingat. Jika statis enggak ada jawaban, sebaiknya jangan terus mengirim pesan. Kamu bisa statis mencari kesempatan kerja lain sambil menunggu kabar.
4. Apakah follow up hasil interview bisa mengurangi kesempatan diterima?
Follow up yang sopan dan dilakukan pada waktu yang tepat umumnya merupakan bentuk komunikasi profesional. Namun, keputusan penerimaan statis bersandar pada proses seleksi dan kebutuhan perusahaan.
5. Apakah perlu menanyakan karena jika enggak lolos interview?
Jika HRD mengabarkan bahwa Anda belum lolos, Anda boleh meminta feedback dengan sopan. Namun, perlu dipahami bahwa enggak semua perusahaan dapat memberikan klarifikasi secara terperinci.
Pada akhirnya, cara follow up hasil interview yang baik bukan soal seberapa cepat Anda mendapat jawaban, melainkan sepertiapa Anda menjaga komunikasi statis jelas, sopan, dan profesional. Jangan ragu menanyakan evolusi lamaran jika waktunya sudah tepat, tetapi statis beri ruang bagi perusahaan untuk memungut keputusan. Sambil menunggu kabar, Anda juga bisa terus mengembangkan keahlian dan melamar kesempatan lain agar proses pelacakan kerja statis berjalan.
Baca juga: Cara Follow Up Interview Kerja di Chat WhatsApp [+Template]
Gabung kelompok Girls Beyond Circle dan dapatkan insight dunia kerja lainnya!
Cover: Pexels