5 Cara Mengatasi Anak yang Pemalu agar Merasa Nyaman saat Pertama Sekolah

Jul 10, 2026 09:20 AM - 1 bulan yang lalu 23204

Memulai sekolah merupakan salah satu tonggak krusial dalam kehidupan anak. Namun bagi anak yang pemalu, ini mungkin terasa lebih sulit. Bagaimana langkah mengatasi anak yang pemalu agar merasa nyaman di hari pertama sekolah?

Ya, adanya perubahan lingkungan, rutinitas baru, hingga berjumpa banyak orang asing dapat memicu rasa resah yang wajar pada anak.

Dengan persiapan yang tepat, anak berpotensi bisa merasa lebih aman, percaya diri, dan siap membangun hubungan dengan teman-teman barunya di sekolah.


Menurut psikolog klinis di Amerika Serikat, Martha Deiros Collado, sebenarnya 'pemalu' tidak ada hubungannya dengan keahlian anak bersosialisasi.

"Sifat ini lebih menunjukkan bahwa anak mempunyai kesadaran diri yang tinggi dan memerlukan waktu lebih lama untuk menyesuaikan diri dalam situasi baru," ungkapnya, seperti dikutip dari BBC.

Di sini orang tua perlu memahami dari segi anak bahwa mereka mungkin memerlukan waktu untuk merasa nyaman (slow to warm).

Mengapa awal sekolah bisa terasa menakutkan bagi anak pemalu?

Hari pertama sekolah menjadi momen yang sangat besar bagi anak-anak. Di sini mereka bakal berjumpa orang-orang baru dan berada di lingkungan yang berbeda dari rumah.

Mereka apalagi bakal menerima lebih banyak rangsangan sensorik seperti kebisingan, aktivitas, dan rutinitas baru. Meski bagi orang dewasa terlihat biasa saja, semua ini bisa terasa sangat melelahkan bagi sebagian anak.

Oleh karena itu, wajar jika anak mungkin bakal merasa ragu, terus mau dekat dengan Bunda, enggan berasosiasi dalam kegiatan bersama, alias apalagi menangis. 

Hal tersebut sebenarnya merupakan langkah anak menyampaikan bahwa mereka memerlukan waktu untuk merasa kondusif terlebih dahulu.

Terima perasaannya dan yakinkan anak bahwa apa yang mereka rasakan adalah perihal yang wajar. Saat itulah anak bakal merasa percaya bahwa perasaannya sah dan hanya berkarakter sementara.

Dibanding mengatakan, "Jangan malu, semua baik-baik saja", lebih baik ucapkan kalimat yang lebih meyakinkan dan menerima emosi anak.

Misalnya seperti, "Pasti terasa asing ya saat pertama kali sekolah berbareng orang-orang baru. Banyak anak juga merasakan perihal yang sama. Ayah dan Bunda bakal menemanimu menjalani semuanya".

Cara mengatasi anak pemalu agar nyaman saat pertama sekolah

Lalu apa saja yang bisa dilakukan untuk membantu anak yang pemalu agar bisa lebih nyaman di hari pertama sekolah? Berikut ulasannya:

1. Perkenalkan lingkungan sekolah

Rasa percaya diri anak dapat tumbuh melalui latihan dalam situasi yang kondusif dan dilakukan secara bertahap, Bunda. 

Anak yang memerlukan waktu lebih lama untuk beradaptasi bakal lebih terbantu jika dipersiapkan melalui langkah-langkah kecil, sehingga prosesnya tidak terkesan mendadak.

Sebelum hari pertama masuk sekolah, ajak anak melihat-lihat sekolahnya. Bisa dengan melangkah kaki, naik kendaraan pribadi, alias menggunakan transportasi umum sesuai rencana perjalanan saat sekolah nanti.

Mereka bisa sekadar memandang area bermain dari luar, untuk membantu meyakinkan bahwa lingkungan barunya tidak menakutkan.

Cara ini membantu anak membayangkan pengalaman bersekolah, sekaligus membuka kesempatan untuk membicarakan kekhawatiran yang mungkin mereka rasakan.

2. Bermain peran

Anak belajar paling efektif ketika memandang suatu perilaku dalam konteks nyata. Misalnya Bunda bisa membujuk Si Kecil bermain sekolah-sekolahan. Biarkan anak berkedudukan sebagai guru.

Cobalah Bunda berpura-pura menjadi seseorang yang kesulitan menyapa orang lain, lampau minta anak membantu dan membimbing Bunda.

Selain itu, Bunda juga bisa bermain peran dengan mengangkat tangan saat mau meminta support kepada pembimbing alias membujuk kawan bermain. 

Latihan sederhana seperti ini membantu anak merasa lebih berkawan dengan situasi sosial sehingga kecemasannya berkurang.

3. Perkuat keahlian berteman

Setiap anak sebenarnya mempunyai waktu masing-masing dalam menjalin pertemanan. Bagi anak yang pemalu, mereka mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk merasa nyaman.

Tidak masalah jika prosesnya melangkah lebih lambat dan tidak perlu dipaksakan buru-buru. Ajak Si Kecil playdate alias bermain berbareng satu orang teman, sehingga proses belajar berkawan bisa terasa lebih mudah.

Pahami bahwa tiap anak mempunyai kecepatan yang berbeda dalam beradaptasi. Sebagian mungkin lebih memilih mengawasi dari pinggir sebelum ikut bermain. 

Cara ini dapat membantu mereka memahami situasi, sekaligus mengenali siapa saja yang membikin mereka merasa aman.

4. Berikan support dan apresiasi

Bersosialisasi dan berkawan tidak selalu mudah bagi setiap anak. Bagi sebagian anak, perihal ini bisa menjadi tantangan besar.

Berikan apresiasi atas setiap kemajuan mini yang mereka tunjukkan, misalnya berani menjawab sapaan orang lain alias mulai bermain berbareng kawan tanpa terus-menerus berada di dekat Bunda. Pastikan juga dorongan yang Bunda berikan tetap berada dalam pemisah kenyamanan anak, ya. 

Memaksa anak untuk langsung aktif bersosialisasi, berambisi mereka merasa nyaman dalam golongan besar, alias memberikan terlalu banyak pengalaman sosial sekaligus justru dapat menimbulkan pengaruh sebaliknya.

5. Libatkan anak dalam kegiatan bersama

Salah satu langkah sederhana untuk mendorong anak agar percaya diri berinteraksi dengan kawan sebaya adalah ikut dalam kegiatan kelompok.

Pilih kegiatan yang sesuai dengan minat masing-masing anak, misalnya seperti olahraga, camping, kelas seni, alias les berenang.

Memilih kegiatan yang sesuai dengan minat anak dapat meningkatkan rasa percaya diri sekaligus membikin mereka lebih percaya dengan keahlian yang dimiliki.

Kapan anak yang pemalu perlu support profesional?

Dikutip dari Baby Center, sebagian besar anak yang pemalu alias pendiam sebenarnya tidak mengalami masalah serius. 

Namun pada beberapa kasus, sifat pemalu bisa menjadi sangat berat hingga membikin anak betul-betul menarik diri dan menghindari situasi sosial.

Jika dibiarkan, kesulitan bersosialisasi dapat bersambung hingga dewasa. Selain itu, sifat pemalu juga dapat menjadi salah satu tanda gangguan kekhawatiran pada anak.

Beberapa tanda berikut dapat menjadi sinyal bahwa anak memerlukan support profesional. Segera konsultasikan dengan master anak alias psikolog jika anak:

  • Sering menangis alias mengamuk sebelum berangkat maupun saat berada di sekolah
  • Terlihat sangat menarik diri nyaris sepanjang waktu dan jarang melakukan kontak mata
  • Menunjukkan perilaku garang di sekolah, seperti memukul kawan alias guru

Selain itu, andaikan sifat pemalu anak mulai mengganggu kegiatan sehari-hari maupun keahlian mereka menjalin pertemanan, lakukan konsultasi dengan profesional.

Itulah penjelasan tentang cara-cara mengatasi anak yang pemalu agar merasa nyaman saat pertama sekolah. Semoga berfaedah ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Selengkapnya