5 Cara Menjaga Kesehatan di Tengah Waspada Abu Vulkanik

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 7 menit 517x dilihat
5 Cara Menjaga Kesehatan di Tengah Waspada Abu Vulkanik

Bagikan Postingan

Ilustrasi abu vulkanik dari kegiatan erupsi gunung anak krakatau/foto: pexels.com

Beauties, belakangan ini kita disuguhkan berita soal meningkatnya aktivitas  vulkanik  yang membikin sejumlah daerah kudu waspada terhadap sebaran abu vulkanik.

Fenomena alam seperti ini memang nggak bisa dihindari, tapi bukan berfaedah kita hanya bisa pasrah begitu saja, ya. Ada banyak langkah sederhana yang bisa kita lakukan untuk tetap menjaga kesehatan di tengah kondisi seperti ini Beauties.

Abu vulkanik sendiri mengandung partikel silika yang tajam dan halus, sehingga bisa berakibat pada saluran pernapasan, mata, hingga kulit jika kita nggak berhati-hati.

Daripada panik berlebihan, yuk simak lima langkah menjaga kesehatan di tengah waspada abu vulkanik berikut ini, Beauties, agar Anda dan family tetap aman!

1. Gunakan Masker dengan Filtrasi Tinggi Saat Beraktivitas di Luar

Ilustrasi masker dengan filtrasi tinggi/foto: magnific.com

Langkah pertama yang paling krusial untuk dilakukan adalah menggunakan masker dengan tingkat filtrasi tinggi seperti N95 alias KN95 saat kudu beraktivitas di luar rumah.

Masker jenis ini dinilai jauh lebih efektif dalam menyaring partikel abu vulkanik yang berukuran sangat mini dibandingkan masker kain biasa. Selain memilih jenis masker yang tepat, penggunaannya pun perlu diperhatikan dengan baik. 

Penting untuk diingat, masker yang biasa kita gunakan sehari-hari rupanya kurang bisa menahan partikel lembut dari abu vulkanik. Partikel-partikel mini ini bisa dengan mudah menembus pori-pori masker, sehingga tetap berisiko terhirup dan menyebabkan gangguan pada saluran pernapasan kita. Selain memilih jenis masker yang tepat, penggunaannya pun perlu diperhatikan dengan baik.

Sebaiknya gunakan masker sesuai petunjuk pemakaian dan jangan dimodifikasi dengan langkah membasahinya, lantaran kondisi basah justru bisa mengganggu kegunaan filtrasi masker tersebut.

Jika memang kudu keluar rumah dalam waktu lama saat abu vulkanik sedang turun, ada baiknya membawa masker persediaan untuk berjaga-jaga, mengingat masker yang sudah terlalu lama digunakan bisa berkurang efektivitasnya dalam menyaring partikel abu.

Dengan konsisten menggunakan masker berfiltrasi tinggi ini, akibat terjadinya jangkitan saluran pernapasan akut alias ISPA akibat paparan abu vulkanik bisa diminimalisir dengan cukup signifikan, sehingga kesehatan pernapasan tetap lebih terjaga.

2. Lindungi Mata dan Jangan Sekali-kali Mengucek

Ilustrasi melindungi mata dan tidak megucek mata/foto: magnific.com

Selain saluran pernapasan, mata juga jadi salah satu organ yang rentan terdampak abu vulkanik, Beauties. Untuk itu, krusial banget untuk menggunakan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar rumah dan area yang terpapar abu, guna menghindari partikel tajam masuk dan mengiritasi permukaan mata.

Kalau tanpa sengaja mata kemasukan abu vulkanik, hindari kebiasaan mengucek mata, ya. Sebab, tindakan ini justru bisa membikin partikel abrasif tersebut bersenggolan langsung dengan permukaan mata, sehingga meningkatkan akibat iritasi maupun luka pada kornea. Langkah yang tepat untuk dilakukan adalah segera membilas mata menggunakan air bersih yang mengalir hingga partikel abu betul-betul keluar. 

Cara ini jauh lebih kondusif dibandingkan berupaya mengeluarkannya dengan langkah mengucek alias menyentuh area mata secara langsung. Jika setelah dibilas mata tetap terasa sakit, merah, alias penglihatan mulai terganggu, jangan tunda untuk segera mencari pertolongan medis. Gejala seperti ini bisa jadi tanda adanya iritasi lebih serius yang memerlukan penanganan lebih lanjut dari tenaga profesional.

Dengan melindungi mata sejak awal serta menangani paparan abu dengan langkah yang tepat, Anda bisa terhindar dari beragam gangguan kesehatan mata seperti konjungtivitis maupun luka lecet pada kornea akibat abu vulkanik.

3. Batasi Aktivitas di Luar Ruangan, Terutama Bagi Kelompok Rentan

Ilustrasi membatasi kegiatan di luar ruangan/foto: magnific.com

Selain perlindungan bentuk lewat masker dan kacamata, membatasi kegiatan di luar ruangan juga jadi langkah krusial yang perlu dilakukan selama abu vulkanik tetap turun. Semakin sedikit waktu yang dihabiskan di area terpapar, semakin mini pula akibat gangguan kesehatan yang mungkin muncul.

Kelompok yang mempunyai akibat unik seperti anak-anak, bayi, lansia, hingga penderita gangguan pernapasan dan penyakit kardiovaskular perlu lebih diperhatikan.

Bagi golongan ini, ada baiknya untuk mengurangi paparan terhadap abu vulkanik semaksimal mungkin demi mencegah kondisi kesehatan yang sudah ada menjadi lebih parah.

Jika memang tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya tunda dulu rencana berjalan alias kegiatan di luar rumah sampai kondisi sebaran abu vulkanik mereda.

Menunggu di dalam rumah untuk sementara waktu jauh lebih kondusif dibandingkan memaksakan diri beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang bersahabat.

Dengan membatasi kegiatan di luar ruangan, terutama bagi golongan rentan, akibat gangguan kesehatan akibat abu vulkanik seperti masalah pernapasan maupun iritasi kulit dan mata bisa ditekan secara maksimal.

4. Bersihkan Diri dan Lingkungan dengan Cara yang Tepat

Ilustrasi membersihkan lingkungan khususnya area rumah/foto: magnific.com

Setelah beraktivitas di area yang terpapar abu vulkanik, krusial untuk segera membersihkan diri begitu sampai di rumah. Abu vulkanik bisa saja menempel di rambut, lekukan tubuh, maupun busana tanpa kita sadari, sehingga membersihkan diri secara menyeluruh jadi langkah wajib untuk mencegah partikel tersebut terhirup lebih jauh. Selain membersihkan diri, membersihkan lingkungan rumah dari abu vulkanik juga perlu dilakukan dengan langkah yang tepat.

Hindari langsung menyapu alias mengelap abu dalam kondisi kering, lantaran tindakan ini justru bisa membikin partikel abu kembali beterbangan dan berisiko terhirup.

Sebaiknya basahi terlebih dulu area yang terkena abu vulkanik menggunakan air sebelum membersihkannya. Cara ini membantu memastikan partikel abu tidak mudah terangkat ke udara, sehingga proses pembersihan menjadi lebih kondusif bagi Anda maupun personil family lainnya.

Selama abu vulkanik tetap turun, ada baiknya juga untuk menunda menjemur busana di luar rumah, guna mencegah busana yang sudah bersih justru terkontaminasi kembali oleh partikel abu yang tetap beterbangan di udara.

Dengan membersihkan diri dan lingkungan rumah secara tepat, Anda bisa membantu meminimalisir akibat paparan abu vulkanik yang berkelanjutan, sekaligus menjaga kebersihan rumah tetap terjaga di tengah kondisi yang kurang ideal ini.

5. Perbanyak Minum Air Putih dan Siapkan Perlengkapan Darurat

Ilustrasi mengonsumsi banyak air putih/foto: magnnific.com

Langkah terakhir yang tidak kalah krusial adalah memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik selama masa waspada abu vulkanik. Perbanyak minum air putih dapat membantu menjaga tenggorokan tetap lembap, sekaligus mengurangi rasa kering alias iritasi yang mungkin muncul akibat paparan abu.

Selain menjaga hidrasi tubuh, krusial juga untuk mempersiapkan tas alias perlengkapan darurat di rumah, terutama jika Anda tinggal di area yang berpotensi terdampak lebih serius. 

Isi tas ini bisa berupa masker cadangan, kacamata pelindung, air minum, hingga obat-obatan pribadi yang mungkin dibutuhkan sewaktu-waktu. Perlengkapan darurat lainnya yang tidak kalah krusial untuk disiapkan antara lain makanan ringan, senter, power bank, telepon seluler, serta dokumen-dokumen penting.

Selain persiapan fisik, menjaga ketenangan diri juga jadi perihal yang tidak kalah krusial di tengah situasi seperti ini. Tetap pembaruan info dari sumber resmi seperti BMKG maupun Badan Geologi, namun hindari ikut menyebarkan info yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.

Dengan menjaga hidrasi tubuh serta mempersiapkan perlengkapan darurat sejak dini, Anda bisa lebih siap menghadapi beragam kemungkinan yang bisa terjadi akibat kegiatan vulkanik, sekaligus menjaga kesehatan diri dan family tetap optimal di tengah situasi yang penuh ketidakpastian ini.

langkah-langkah di atas bisa membantu Anda dan family untuk tetap sehat dan kondusif di tengah kondisi waspada abu vulkanik yang sedang terjadi, ya. Ingat, yang terpenting bukan panik berlebihan, melainkan melakukan langkah-langkah pencegahan yang memang betul-betul berguna.

Semoga kondisi ini segera membaik dan kita semua tetap sehat selalu ya, Beauties.

---

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(sim/sim)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads