Kata cerita dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dimaknai sebagai tuturan, karangan, maupun lakon sepertiapa terjadinya suatu hal. Sementara, kata imajinasi diartikan sebagai gambar dalam angan-angan, maupun daya untuk menciptakan sesuatu.
Di dalam buku Intisari Sastra Indonesia karya Yadi Mulyadi, dkk. dituliskan bahwa cerita imajinasi adalah cerita yang berkarakter imajinatif dan hal yang dikisahkannya diragukan kebenarannya karena kurang masuk akal.
Sementara, menurut Siti Nurhayati dalam bukunya yang berjudul Cerita Pendek dan Cerita Fantasi, ia menyimpulkan bahwa cerita imajinasi adalah karangan hasil daya cipta maupun imajinasi (khayalan) seseorang yang berisi tuturan, gambaran, maupun lakonan suatu insiden secara imajinatif dan imajinatif yang dapat disampaikan secara lisan, tulisan, ataupun visual kepada orang lain, sehingga orang lain ikut serta berfantasi maupun berimajinasi secara positif dan tanpa batas (ruang dan waktu).
Dalam artikel kali ini, kita diajak untuk memahami tentang cerita fantasi, khususnya cerita imajinasi total, serta contohnya. Simak selengkapnya berikut ini!
Mengenal apa itu cerita imajinasi total
Berdasarkan kesesuaian dengan hayat nyata, terdapat dua jenis cerita fantasi, yaitu cerita imajinasi total (keseluruhan) dan cerita imajinasi sebagian (irisan). Cerita imajinasi total (keseluruhan) berisi cerita yang keseluruhannya hasil imajinasi pengarang terhadap objek tertentu.
Pada cerita imajinasi jenis ini, semua yang terdapat pada cerita tidak terjadi maupun tidak ada dalam bumi nyata. Misalnya, cerita imajinasi novel Harry Potter keseluruhannya merupakan imajinasi total pengarang. Jadi, nama orang, nama objek, dan nama tempat, semuanya benar-benar rekaan pengarang.
5 Cerita imajinasi total yang menarik dan inspiratif
Simak lima cerita imajinasi total yang menarik dan inspiratif yang dipilih dari beberapa buku seperti buku Teks Cerita Fantasi karya Marie Muhammad, buku Pada Suatu Hari oleh Deni Chandra, dkk., dan buku Dongeng Pembangun Literasi Tema Buah, Bunga, Binatang, dan Sayur Oleh 9 Mahasiswa Berkarya.
1. Pertempuran dan Permulaan
Kupu Rama sudah bersiap di gelanggang pertarungan. Ini adalah masalah harga diri. Dia keluarkan semua kekuatan. Belalai Api sudah dibawa. Seluruh panglima dan pasukannya sudah membawa senjata unggulan masing-masing.
"Ini masalah harga diri! Kita mesti membela sampai titik darah penghabisan. Mati bersimbah darah maupun wafat berkalang daun demi daun tumpah darah kita! Hidup negeri Tanambunga!" Kupu Rama memompa semangat pasukannya.
Dari kejauhan terdengar dengung pasukan Wonbah, mereka terbang dengan memanggul senjata unggulan berupa Durirun Cing. Sebuah senjata dengan kekuatan dahsyat. Untung pasukan Kupu Rama sudah mengenakan tameng klorofil untuk meredam senjata itu.
Ketika dengan Wonbah sudah semakin dekat, Kupu Rama memberikan aba-aba menyerang kepada pasukan merah. Pasukan merah bersaing habis-habisan. Hanya tiga wonbah yang tumbang, sementara Kupu Rama kehilangan 30 pasukannya. Wonbah merasa di atas angin, di sesumbar dengan lantangnya.
"Dasar kutu! kalian tidak akan bisa mengalah Bangsa Wonbah untuk mengusai negeri Tanambunga!"
Pasukan Kupu Rama yang statis tersisa statis bersembunyi. Pasukan hijau menyelinap di balik daun, pasukan coklat menyatu dengan batang-batang. Wonbah dan pasukannya tidak menyadari hal ini. Wonbah dan pasukannya mendekati intipati Tanambunga hendak
mengambil alih negeri ini.
Ketika Wonbah merasa menang, Kupu Rama memerintahkan semua pasukannya menyerbu bersama-sama. Mendapat serangan mendadak pasukan Wonbah menembakkan duri runcing dengan tergesa-gesa. Tembakannya meleset. Mereka kehabisan peluru.
Pasukan Kupu Rama berhasil memukul mundur Wonbah. Sambil babak belur dan kehabisan amunisi, Wonbah berkata, "hari ini kami kalah. Tapi tunggu saatnya kami balas dan habisi kalian semua!"
Kupu Rama dan pasukannya tidak memedulikan intimidasi Wonbah. Kupu Rama dan pasukannya bersorak sorai ceria bisa menjaga Daun Tumpah Darah mereka, Negeri Tanambunga!
Dari cerita ini kita bisa memungut pesan, kita mesti berani mempertahankan sesuatu yang bermutu dan tidak gampang menyerah ketika menghadapi kesulitan.
2. Si Pelayan Ajaib
Pada suatu hari yang terang di desa kecil, hiduplah seorang anak disebut Andi. Andi adalah seorang anak yang giat dan baik hati. Ia selalu membantu orang-orang di sekitarnya dan sangat disukai oleh semua orang. Salah satu aktivitas favorit Andi adalah membaca buku dongeng. Suatu hari, Andi menemukan sebuah buku ajaib di perpustakaan desa. Buku itu berjudul Si Pelayan Ajaib.
Andi sangat penasaran dan mulai membaca cerita di dalamnya. Ia terkejut ketika mengetahui bahwa buku itu bisa membawanya ke bumi dongeng itu sendiri. Andi membaca bahwa jika dia membuka buku itu di malam hari dengan se penuh hati, dia akan diangkut ke bumi dongeng. Andi sangat antusias dengan kemungkinan itu dan menantikan petualangan yang menunggunya.
Malam itu, ketika jam memberitahu pukul sembilan malam, Andi membuka buku itu dengan hati-hati. Tiba-tiba, ia merasa tubuhnya terangkat dan terbawa ke dalam buku. Ketika Andi membuka mata, ia eksis di tengah-tengah sebuah kastil yang megah. Andi terkejut melihat sekelilingnya. Ia melihat pelayan-pelayan yang sibuk di sekitar kastel. Mereka kelihatan capek dan sedih. Andi mau membantu mereka dan bertanya apa yang terjadi. Pelayan-pelayan itu menerangkan bahwa sang putri, Putri Sofia, terkena kutukan dan terperangkap di dalam kastel.
Mereka berkata bahwa cuma pelayan ajaib yang bisa memecahkan kutukan itu dan membebaskan Putri Sofia. Andi dengan cepat menawarkan diri untuk menjadi pelayan ajaib dan menyelamatkan Putri Sofia. Ia meminta instruksi kepada para pelayan tentang metode menghentikan kutukan dan memulai petualangannya.
Pertama, Andi mesti menemukan tiga barang ajaib yang tersebar di sekitar kastel. Pelayan-pelayan memberikan instruksi tentang letak benda-benda tersebut. Andi sangat antusias dan mulai mencari benda-benda itu. Dia menemukan barang pertama, yaitu sebuah cincin berkilap di taman belakang kastel. Ketika ia mengenakan cincin itu, ia merasakan daya ajaib yang memenuhi tubuhnya.
Andi melanjutkan pencariannya dan menemukan barang kedua, yaitu sebuah tongkat ajaib di perpustakaan kastel. Ketika Andi memegang tongkat itu, ia merasakan kekuatan yang luar biasa. Andi mencari barang terakhir, yaitu sebuah cermin ajaib. Setelah mencari dengan sulit payah, ia menemukan cermin itu di ruang bawah tanah kastel. Ketika Andi melihat ke dalam cermin, ia melihat refleksi dirinya berubah menjadi pelayan.
Andi merasa semakin percaya bahwa ia adalah pelayan ajaib yang ditakdirkan untuk menyelamatkan Putri Sofia. Dengan cincin, tongkat, dan cermin ajaib yang dimilikinya, ia balik ke ruang utama kastel. Andi menemui para pelayan dan memperlihatkan benda-benda ajaib yang telah ia temukan. Pelayan-pelayan itu terkejut dan segera membawa Andi ke ruangan di mana Putri Sofia terperangkap.
Andi memasuki ruangan itu dengan awas dan melihat Putri Sofia yang terbaring di atas tempat tidur. Wajahnya pucat dan ia kelihatan sangat lemah. Andi mendekatinya dan dengan halus meletakkan tangan di atas dahi Putri Sofia. Menggunakan kekuatan ajaib dari cincin dan tongkat, Andi mengucapkan mantra pengobatan yang ia pelajari dari buku dongeng.
Cahaya ajaib terpancar dari tangannya dan perlahan-lahan Putri Sofia mulai pulih. Matanya terbuka dan dia tersenyum kepada Andi. Putri Sofia sangat bersyukur kepada Andi yang telah membebaskannya dari kutukan. Ia menerangkan bahwa kutukan itu diberikan oleh penyihir jahat yang mau merebut takhtanya.
Dalam hatinya, Putri Sofia merasa bersyukur telah menemukan seorang pelayan ajaib secerdas dan baik hati seperti Andi. Putri Sofia dan Andi berbicara durasi tentang petualangan Andi, dan sepertiapa ia bisa menemukan buku ajaib tersebut.
Putri Sofia sangat terkesan dengan keberanian dan kapasitas Andi. Ia mau memberikan pemberian istimewa sebagai tanda terima kasih. Putri Sofia membawa Andi ke ruang harta karun kastel. Di sana, ada beragam berlian dan harta yang berkilauan. Putri Sofia memberikan sepasang anting-anting berlian kepada Andi sebagai hadiah.
"Anting-anting ini memiliki kekuatan magis yang akan selalu menjagamu dan membawamu kebaikan," kata Putri Sofia dengan hangat. Andi sangat bahagia dengan pemberian tersebut dan bersyukur atas pengalaman ajaib yang telah ia alami.
Setelah itu, Andi dan Putri Sofia menjadi sahabat baik dan Andi sering mengunjungi kastel untuk menghabiskan waktu berbareng Putri Sofia. Dengan kekuatan dan kebaikan hati, Andi menjadi pahlawan di desanya.
Dia menginspirasi banyak orang dengan cerita petualangannya dan memberikan harapan kepada mereka bahwa kebaikan dan keberanian selalu membuahkan hasil. Akhirnya, Andi belajar bahwa kekuatan sejati ada dalam dirinya sendiri dan ia selalu siap untuk menghadapi petualangan berikutnya.
Hari demi hari berlalu, dan Andi statis menjalani hayat yang baik di desanya. Ia terus membantu orang-orang di sekitarnya dan memberikan inspirasi kepada anak-anak lain untuk selalu berani dan menggapai harapan mereka.
Satu tahun kemudian, sebuah bazar besar diadakan di desa Andi. Festival itu diadakan untuk merayakan kemenangan Andi dalam menyelamatkan Putri Sofia dan menghentikan dominasi penyihir jahat. Seluruh desa bergembira, dan Andi menjadi pusat perhatian.
Di tengah festival, Andi mendengar bunyi yang akrab. Ia berbalik dan melihat bahwa bunyi itu berasal dari buku dongeng ajaib yang telah membawanya ke petualangan yang menakjubkan. Buku itu membuka halaman-halamannya sendiri, memberitahu pesan terakhir yang ditulis di dalamnya.
"Pahlawan sejati tidak pernah selesai berpetualang. Lanjutkan menjalani kehidupanmu dengan keberanian, kebaikan, dan rasa mau tahu. Dunia penuh dengan misteri dan petualangan yang menunggu untuk dijelajahi. Jadi, Andi, jadilah pelayan ajaib dalam kehidupanmu sehari-hari dan berikan keajaiban kepada orang-orang di sekitarmu."
Andi tersenyum dan merasa terinspirasi oleh pesan tersebut. Ia menyadari bahwa hayat sehari-hari adalah petualangan yang tak kalah menarik dengan bumi dongeng. Ia berikrar untuk terus menjadi pelayan ajaib dengan kebaikan, kecerdasan, dan keberanian yang dimilikinya.
Festival berlanjut dengan riang gembira. Andi menari dan tertawa berbareng teman-teman dan keluarganya. Ia merasa mujur memiliki kesempatan untuk menjalani petualangan ajaib di bumi dongeng, tetapi yang lebih krusial adalah bahwa ia menemukan keajaiban di dalam dirinya sendiri.
Dan sejak saat itu, Andi hidup ceria dan terus menciptakan keajaiban dalam hidupnya dan hidup orang-orang di sekitarnya. Ia mengerti bahwa kebaikan, kecerdasan, dan keberanian adalah kekuatan yang bisa mengubah dunia, dan ia berikrar untuk menjaga semangat pelayan ajaib selamanya.
3. Teman-teman Saku Ella
Dahulu kala, ada seorang gadis kecil disebut Ella yang gemar menjelajah dan mengumpulkan beragam benda. Ia memiliki saku khusus yang dijahit pada gaunnya sebagai tempat menyimpan semua 'harta karun' yang ia temukan. Ella selalu mencari benda-benda baru untuk dimasukkan ke dalam sakunya. Ia bahagia sekali karena saku itu membuatnya merasa seolah-olah membawa bumi rahasia ke mana pun ia pergi.
Suatu hari, Ella berjalan-jalan menikmati lingkungan di hutan dekat rumahnya. Saat sedang mencari harta karun baru untuk sakunya, ia menemukan sebuah batu kerikil yang indah. Permukaan batu itu halus dan memiliki pola khas yang menarik perhatian Ella. Ia sangat ceria dengan penemuannya, ia memungut batu itu dan memasukkannya ke dalam saku.
Sambil melanjutkan perjalanannya, ia merasa sakunya menjadi semakin berat. Ia bertanya-tanya apa gerangan yang membuatnya begitu berat. Ella merogoh sakunya untuk melihat isinya, namun ia tidak menemukan batu tadi! Sebaliknya, ia justru merasakan sesuatu yang halus dan berbulu. Ia menarik barang itu keluar dari saku dan mendapati seekor tikus kecil sedang menatapnya.
Ella sangat terkejut! Belum pernah sebelumnya ada tikus di dalam sakunya. Ia bertanya kepada tikus itu apa yang sedang dilakukannya di sana, namun tikus itu cuma mengadopsi bahu kecilnya kemudian berlari pergi. Ella penasaran sepertiapa tikus itu bisa masuk ke sana.
Ella melanjutkan perjalanannya, namun tak durasi kemudian ia mendengar bunyi ganjil dari arah sakunya. Ia balik merogoh saku dan mengeluarkan sebuah terompet mainan! Ia tidak tahu dari mana asalnya maupun sepertiapa barang itu bisa ada di sana, tetapi ia memutuskan untuk memainkannya saja. Saat sedang meniup terompet, ia mendengar bunyi lain dari sakunya.
Kali ini, terdengar bunyi kicauan burung kecil! Ella benar-benar tak percaya. Ia memiliki seekor tikus, sebuah terompet, dan kini seekor burung di dalam sakunya.
Ia bertanya-tanya sepertiapa semua itu bisa masuk ke sana dan memutuskan untuk mencari tahu. Ia melihat ke sekeliling hutan namun tidak menemukan fauna apa pun yang mungkin telah memasukkan benda-benda itu ke dalam sakunya. Ella memutuskan untuk membawa pulang semua teman-teman barunya itu. Ia meletakkan tikus, terompet, dan burung tersebut dengan awas di perspektif khusus kamarnya dan memberi nama pada masing-masing dari mereka.
Si tikus diberi nama Mousy, terompet itu diberi nama Honk, dan burung itu diberi nama Tweety. Mereka bahagia tinggal berbareng Ella di bilik tidurnya. Mousy, Honk, dan Tweety menjadi sahabat terbaik Ella di dunia, dan mereka sering berbuat petualangan seru yang dimulai dari saku Ella. Salah satu permainan favorit mereka adalah menebak barang apa yang akan dikeluarkan Ella dari sakunya selanjutnya.
Petualangan lain yang disukai Ella dan teman-teman sakunya adalah piknik bersama. Sungguh menyenangkan bisa makan di bawah cahaya matahari dan udara terbuka. Ella akan merogoh sakunya, dan mereka mesti menciptakan permainan berdasarkan barang apa pun yang keluar.
Suatu hari, saat sedang piknik, Ella mengeluarkan sebuah piano besar. Teman-teman sakunya pun sangat gembira. Mousy bernyanyi, Honk memainkan musik, dan Tweety rupanya memiliki bakat musik alami. Ia terlebihlagi bisa memainkan lagu-lagu jazz klasik cuma dengan mengandalkan ingatannya. Saat mereka sedang bermusik, Ella menyadari bahwa sakunya sedang menari-nari.
"Lihat!" serunya kepada teman-teman sakunya. "Aku punya kejutan baru dari saku ini!" Ia merogoh saku dan mengeluarkan seekor belatung kecil. Ulat itu begitu imut-imut dan bergaya menyenangkan hingga Ella tak tahan untuk mengajaknya bergabung dalam permainan mereka. "Aku mau sekali," ujarnya.
Meski begitu, ia sempat terkejut mendapati dirinya eksis di dalam saku seorang gadis, padahal sebelumnya ia baru saja hendak melahap selembar daun selada di kebun organik setempat. Ia sangat gemar menari; mereka pun memberinya nama Fred.
Setelah piknik usai, Ella dan teman-teman sakunya memutuskan untuk bermain petak umpet. Honk menyelinap di bawah daun, Mousy menyelinap di balik batu, Tweety terbang ke atas pohon, dan Fred merayap masuk ke dalam lengan baju Ella. Ella tertawa saat berupaya menemukan semua temannya, namun Fred adalah yang paling sulit ditemukan.
Akhirnya, Fred ketahuan sendiri saat ia mencoba menggigit siku Ella. Ia mengira siku Ella seperti sayuran, Saat tiba waktunya untuk pulang, Ella membujuk Fred untuk ikut bersamanya dan bergabung dengan teman-teman sakunya yang lain. Namun, Fred merasa ragu.
"Aku jadi kangen rumahku," ujarnya. "Di mana rumahmu?" tanya Ella dan teman-teman saku lainnya. Namun, Fred tidak bisa mengatakannya. Mereka mencoba mengeluarkan beberapa kejutan dari saku, siapa tahu bisa membantu. Mungkin peta, kartu pos, maupun petunjuk, tetapi mereka malah mengeluarkan selembar daun selada yang besar.
"Oh! Kamu punya selada di sakumu!" kata Fred. "Tahu tidak?" "Apa?" tanya semua kawan saku sambil mencondongkan tubuh ke depan. "Aku tidak keberatan pindah ke sini!" Mereka pun tertawa. Dan sejak hari itu, Fred hidup sangat ceria di dalam saku Ella... berbareng batu kerikil ajaib itu dan banyak sekali daun selada.
Dari kisah ini kita bisa memetik pesan bahwa jangan lupa untuk sayangi teman-teman yang datang dalam hidup kita, karena persahabatan yang ikhlas bisa datang dari hal yang tidak pernah kita duga.
4. Arya dan Ibu Peri
Di sebuah desa hiduplah seorang anak yang disebut Arya Wirarya biasa disebut Arya. Dia hidup di sebuah rumah yang sudah tidak
layak tinggal. Dia hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu, ataupun saudaranya. Dia selalu merasa kesepian, karena jarang kawan yang mau bersamanya.
Suatu ketika dia melihat anak-anak di sekitar rumahnya sedang bermain bola. Arya memberanikan diri untuk mendekat dan menawarkan diri apakah bisa Arya ikut bermain.
"Bolehkah aku ikut bermain bola berbareng kalian?" tanya Arya.
"Lihatlah anak miskin itu, dia mau bermain berbareng kita." seru Reno.
"Iya, pergilah dari sini anak miskin kami tidak mau bermain dengan kamu!" timpal Banu.
Arya pun bergegas pergi dan meninggalkan teman-temannya. Arya pun sangat merasa sedih karena tidak ada yang mau berkawan de-
ngannya. Karena merasa sedih dan ingat akan bapak dan ibunya, Arya pun pergi ke telaga yang tak jauh dari lapangan bola kawan Reno dan teman-teman lainnya bermain bola.
Sesampainya di sana dia menghampiri telaga yang sangat bening airnya. Dia meluapkan segala kekesalannya dan kesedihannya.
Arya: (sambil bercermin di air danau) "Apakah aku sehina itu, sehingga teman-temanku tidak mau berkawan denganku. Seandainya ibu dan bapak statis ada mungkin aku tidak akan seperti ini. Teman-teman pasti mau bermain denganku, dan aku akan memiliki kawan tidak kesepian."
Tak durasi ada seekor ikan mas menghampiri Arya. Lalu arya memungut ikan mas itu, dan tiba-tiba ada keajaiban yang membuat
ikan itu tiba-tiba berbicara.
"Hai. Aku ikan mas ajaib. Aku mendengar keluh kesahmu dan sepertiapa keadaan hidupmu," kata ikan mas.
"Mengapa Anda bisa berbicara ikan mas?" tanya Arya keheranan.
"Aku adalah ibu peri baik yang dikutuk oleh peri jahat." ungkap ikan mas.
"Kamu tidak perlu takut kepadaku, aku tidak akan menyakitimu."
"Baiklah. Apakah Anda mau menjadi temanku?" tanya Arya.
"Tentu saja anak baik. Aku akan ikut pulang denganmu. Letakkan aku di akuarium maupun di ember berisi air. Aku akan berubah ke bentuk asliku setiap lima jam sekali. Aku bisa membuatkanmu makanan dan mengurusmu." kata ikan mas.
"Terima kasih, Ibu Peri. Mari kita pulang!" seru Arya.
Sesampainya di rumah, ikan mas berubah menjadi ibu peri yang sangat cantik dan dia pun memasak makanan enak untuk Arya.
"Makanlah masakanku, Anda mesti bertumbuh menjadi anak yang sehat." kata ikan mas yang kini menjadi ibu peri.
"Terima kasih ibu peri yang baik dan cantik. Teman-temanku pasti iri melihat aku punya kawan sebaikmu," ungkap Arya.
"Mulai saat ini aku adalah ibumu, yang akan merawatmu sepenuh hati, karena Anda adalah anak yang berhati baik," tutur ibu peri.
"Aku sangat bahagia mendengarnya. Yeee aku punya ibu," ucap Arya.
Keesokan harinya Arya didaftarkan sekolah oleh ibunya yaitu ibu peri. Dan teman-temannya pun kebingungan kenapa Arya bisa sekolah dan memakai busana bagus. Arya pun menceritakan semuanya pada teman-temannya. Dan mereka pun meminta ampun kepada Arya.
Akhirnya Arya hidup dengan ibu peri yang dikutuk menjadi ikan mas. Dan ikan mas pun berubah menjadi ibu peri yang cantik, karena sudah berbuat kebaikan yang tulus. Arya pun hidup dengan baik dan bisa belajar seperti anak-anak yang lainnya. Dia pun memiliki teman-teman dan tidak dijauhi lagi.
Dari kisah ini, kita tidak boleh menilai maupun merendahkan seseorang berdasarkan keadaan ekonomi dan penampilannya. Setiap orang memiliki kelebihan dan hati yang berharga. Selain itu, kisah ini juga mengajarkan pentingnya berbuat baik dengan tulus, saling menyayangi, dan tidak membeda-bedakan teman.
5. Durian dan Apel
Durian sangat gembira, ia memiliki banyak kawan di sekelilingnya. Kehidupannya sangat menyenangkan, karena semuanya terasa sempurna. Durian memiliki kawan dekat yaitu buah Apel. Ke mana-mana mereka selalu berbareng dan tak terpisahkan.
Sampai akhirnya sebuah masalah pun terjadi. Apel sedang berulang tahun hari itu, kemudian durian pun pergi ke aktivitas pesta ulang tahun apel. Dan hari itu durian sangat merasa bersalah kepada apel, karena ia tak sengaja menyakiti apel.
"Selamat ulang tahun Apel, ini bingkisan ulang tahun untukmu," ujar durian.
"Terima kasih Durian, kau memang sahabat terbaikku," Kata Apel yang mau memeluk Durian.
"Aduhhh ..! durian, aku terkena durimu yang tajam itu, aduh sakit sekali kulitku," rintih apel.
"Ya ampun, ampun ya Apel. Aku tidak sengaja, tolong maafkan aku," meminta durian kepada apel.
"Tidak apa-apa Durian, aku memaafkanmu. Lagipula kita kan sahabat hi hi hi," ujar apel tertawa kecil.
"Terima kasih Apel, kau sangat baik,' ujar durian.
Mereka memang selalu bersama, jika salah satu dari mereka ada yang berbuat salah, mereka langsung meminta maaf. Karena kata ampun itu bisa mengubah segala hal buruk menjadi indah. Ketika kita meminta ampun kepada seseorang, di situlah letak ketulusan.
Kehidupan mereka pun sangat sederhana, tapi mereka sangat bahagia menjalani hari-hari dengan ceria. Tidak cuma berdua saja, ada juga teman-teman yang lain seperti jeruk, anggur, dan rambutan.
Maka dari itu, pentingnya kita meminta ampun kepada sesama, agar hidup kita rukun, damai, dan tenteram.
Demikian lima dongeng imajinasi yang menarik dan penuh pesan moral, baik untuk diceritakan ke anak.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)