7 Ciri Kepribadian Orang Perfeksionis, Sering Menuntut Diri Harus Sempurna

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 503x dilihat
7 Ciri Kepribadian Orang Perfeksionis, Sering Menuntut Diri Harus Sempurna

Bagikan Postingan

Apakah Bunda pernah berjumpa dengan seseorang yang memiliki standar pribadi yang terlalu tinggi? Jika pernah, mungkin Bunda berjumpa dengan orang yang perfeksionis. Mereka populer sebagai orang yang selalu memastikan bahwa segala hal yang dia lakukan mesti mendapatkan hasil yang sempurna tanpa ada kesalahan. 

Dikutip dari Psychology Today, perfeksionisme merupakan sifat yang membikin seseorang terus menilai dirinya berdasarkan pencapaian dan penampilan, seakan-akan hidupnya adalah rapor yang mesti mendapatkan harga sempurna. Perfeksionisme didorong oleh tekanan internal, seperti keinginan untuk menghindari kegagalan maupun cemas akan penilaian buruk dari orang lain.

Kesempurnaan bisa menjadi pedang bermata dua. Jika sifat ini dikelola dengan baik, sifat ini dapat membantu seseorang untuk memotivasi diri sendiri serta mengatasi kesulitan saat berupaya mencapai kesuksesan. Sebaliknya, jika tidak dikelola dengan baik, perfeksionisme justru dapat membikin seseorang menjadi gampang cemas hingga menghalangi kesuksesannya. Hal ini karena mereka seringkali menetapkan standar yang terlalu tinggi dan sulit dicapai.


7 Ciri kepribadian orang perfeksionis

Untuk melihat lebih jauh karakter orang yang perfeksionis, berikut tujuh ciri khas kepribadian orang perfeksionis yang sering menuntut diri sendiri yang dikutip dari Very Well Mind. Simak klarifikasi lengkapnya di bawah ini.

1. Bersikap sangat kritis

Ciri kepribadian orang perfeksionis adalah seringkali lebih keras dalam menilai diri sendiri maupun orang lain. Hal ini berbeda dengan orang yang memiliki prestasi tinggi, mereka malah biasanya bangga dengan pencapaiannya dan turut mendukung orang lain.

Orang perfeksionis selalu terpaku pada kesalahan dan kekurangan yang ada. Mereka lebih gemar menghakimi dan bersikap keras pada diri sendiri dan orang lain ketika kegagalan terjadi. Padahal kesalahan maupun kegagalan merupakan proses belajar untuk menaikkan kualitas diri di beragam sisi kehidupan.

2. Memiliki standar yang tidak realistis

Ciri lain dari orang perfeksionis adalah menetapkan tujuan yang tidak realistis, terlebihlagi sulit dicapai. Orang berprestasi tinggi dapat menetapkan sasaran setinggi mungkin namun statis terjangkau oleh kemampuannya sendiri.

Orang perfeksionis seringkali menetapkan tujuan yang di luar jangkauan mereka. Akibatnya, ketika tujuan tersebut tidak tercapai mereka akan kecewa dan sulit memulai sesuatu yang baru. Bahkan, ketika sudah mencapai sesuatu, mereka tidak akan puas karena belum sesuai dengan standar yang diharapkan.

3. Hanya berfokus pada hasil

Orang yang berprestasi tinggi selalu menikmati proses mengejar tujuan. Mereka menghargai setiap perjalanan, baik gemar maupun duka yang dilalui untuk mencapai tujuan. Ketika mereka mendapatkannya mereka akan merasa ceria dan bersyukur.

Berbeda dengan orang perfeksionis yang cuma melihat hasil maupun pencapaian. Mereka seringkali didorong oleh rasa takut akan sesuatu yang tidak sempurna. Akibatnya, kesalahan sekecil apa pun akan dianggap sebagai sebuah kegagalan. Dengan kondisi tersebut membikin mereka tidak dapat menikmati proses pertumbuhan dan perjuangan. 

4. Merasa depresi saat tujuan tak tercapai

Ciri orang perfeksionis sering merasa depresi maupun kurang ceria karena terlalu banyak menyalahkan diri sendiri. Mereka akan terpuruk dan tenggelam dalam emosi negatif ketika mereka tidak bisa mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.

Orang perfeksionis yang sudah terpuruk akan kesulitan untuk melanjutkan hidup karena merasa semuanya tidak berjalan seperti yang mereka harapkan. Karena hal tersebut orang perfeksionis memiliki tingkat kesejahteraan kejiwaan yang lebih rendah.

5. Penundaan

Ciri orang perfeksionis adalah sering menunda sesuatu, terutama pekerjaan. Kepribadian ini tentunya akan merugikan kreativitas mereka sendiri. Penelitian menerangkan bahwa ada yang disebut perfeksionisme maladaptif, sebuah sikap perfeksionis yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan situasi dengan lingkungannya.

Hal ini membikin mereka lebih sering menunda pekerjaan karena takut akan kegagalan dan cemas akan sesuatu yang tidak sempurna. Kebiasaan menunda-nunda ini dapat menyebabkan seseorang merasa gagal, yang jika terus dibiarkan akan membentuk siklus yang tidak sehat hingga membikin seseorang merasa sulit berbuat apa pun. 

6. Rendah diri

Ciri orang perfeksionis lainnya adalah dari metode mereka melihat diri mereka sendiri. Orang perfeksionis mengevaluasi diri secara kritis maupun berlebihan pada kekurangan. Kebiasaan ini dapat membikin rasa percaya diri mereka semakin rendah.

Orang perfeksionis sering tersiksa oleh sifat kritisnya sendiri, sikap yang terlalu beku membikin mereka kesunyian dan terisolasi dari orang lain. Hal ini dapat menurunkan harga diri seseorang yang berakibat pada deskripsi diri, kepuasan hidup, serta hubungan dengan orang lain secara keseluruhan. 

7. Defensif 

Orang perfeksionis merasa tertekan ketika menerima peninjauan performa maupun hasil kerja yang dianggap belum sempurna. Bagi mereka, hal tersebut merupakan sesuatu yang menyakitkan. Dan ketika mendapat kritik yang konstruktif mereka akan cenderung defensif.

Defensif sendiri merupakan sikap pertahanan diri yang dilakukan ketika kondisi dirasa tidak betah maupun dianggap ancaman. Sebaliknya, orang berprestasi akan melihat kritik sebagai keterangan yang bermutu yang bisa menaikkan performa mereka di masa depan. 

Itulah ciri khas kepribadian orang perfeksionis yang sering menuntut diri mesti sempurna. Dengan mengenali dan mengelola sikap perfeksionisme, seseorang dapat memiliki ambisi tanpa mengabaikan kesejahteraan diri. Semoga membantu, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
Close Right Ads
Close Left Ads