Ciri-ciri bayi mau tengkurap perlu diperhatikan sejak awal nih, Bunda. Tujuannya agar Bunda bisa memberikan stimulasi yang tepat untuk Si Kecil.
American Academy of Pediatrics (AAP) menyebut bahwa orang tua perlu memberikan waktu tengkurap yang cukup. Ingat, lakukan hanya saat bayi dalam kondisi terjaga dan bukan saat tidur.
Tengkurap membantu memperkuat beragam golongan otot penting, seperti otot leher, punggung, bahu, lengan, hingga otot inti tubuh bayi.
Selain itu, posisi ini juga dapat mengurangi akibat masalah yang mungkin muncul akibat terlalu sering berebahan telentang.
Menurut National Institutes for Health, waktu yang cukup untuk tengkurap juga dapat membantu bayi mengembangkan keahlian dasar, seperti mengangkat kepala dan berguling.
Usia berapa bayi bisa tengkurap?
Saat lahir, otot leher bayi umumnya tetap belum cukup kuat. Namun seiring pertumbuhannya, keahlian tersebut bakal berkembang hingga dia bisa mengangkat kepalanya sendiri.
Secara umum, bayi mulai belajar tengkurap pada usia sekitar 2 bulan sembari berlatih mengangkat kepala.
Memasuki usia 3 bulan, umumnya bayi sudah dapat mengangkat kepala hingga membentuk perspektif sekitar 90 derajat dan mulai menunjukkan aktivitas menyerupai posisi push-up saat tengkurap.
Di waktu ini, kepala bayi tetap perlu ditopang saat digendong alias diajak bermain ya, Bunda. Sebagian besar bayi punya kontrol kepala yang baik dan semakin mahir tengkurap pada usia sekitar 5-6 bulan.
Manfaat posisi tengkurap bagi bayi
Berikut beberapa faedah yang dapat diperoleh bayi dari rutinitas tengkurap alias tummy time:
- Melatih keahlian baru seperti berguling, duduk, dan merangkak
- Mengoptimalkan perkembangan motorik kasar
- Memperkuat otot tubuh
- Mengurangi akibat plagiocephaly alias sindrom kepala datar
- Melatih keahlian kontrol kepala
Ciri-ciri bayi mau tengkurap
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/Vajirawich Wongpuvarak
Saat bayi sudah mulai menunjukkan kemauan untuk belajar tengkurap, biasanya dia bakal menunjukkan tanda-tandanya. Berikut ciri-ciri yang bisa Bunda kenali:
1. Mulai bisa mengangkat kepala
Pada usia sekitar 1–2 bulan, bayi biasanya mulai bisa mengangkat kepala dalam lama yang semakin lama.
Kemampuan ini menjadi perihal dasar krusial saat belajar tengkurap, lantaran membantu bayi menopang tubuh bagian atas dengan kedua tangannya.
2. Sering menoleh ke samping
Ciri-ciri bayi mau tengkurap berikutnya ialah mereka mulai lebih sering memalingkan kepala ke kanan dan kiri. Gerakan yang tampak sederhana ini menunjukkan bahwa otot leher Si Kecil sudah semakin kuat.
3. Berusaha meraih mainan dengan tangan
Perhatikan juga jika bayi mulai bisa menumpukan sebagian berat tubuhnya pada tangan saat tengkurap. Begitu juga saat dia mulai berupaya meraih mainan yang berada di depannya.
Seiring bertambah usia, keahlian ini membantu bayi belajar bergulir dari posisi telentang ke tengkurap.
4. Mampu memutar kepala ke beragam arah
Otot leher yang semakin kuat menandakan pula bahwa bayi sudah siap belajar tengkurap. Salah satunya saat dia bisa memutar kepalanya ke beragam arah dan jadi semakin aktif memperhatikan lingkungan sekitar.
5. Berlatih mengangkat dada
Ketika otot tubuh bagian atas semakin kuat, bayi biasanya mulai bisa mengangkat dadanya saat tengkurap. Memasuki usia sekitar 6 bulan, banyak bayi juga sudah dapat menopang dada dengan support lengan bawah mereka.
Tips melatih tengkurap bayi yang aman
Bagaimana langkah mengenalkan posisi tengkurap dengan kondusif pada bayi, berikut langkah-langkahnya:
1. Perkenalkan tummy time sejak awal
Pada minggu-minggu awal kehidupannya, Bunda dapat mencoba tummy time selama 1–2 menit terlebih dahulu. Setelah itu, tambahkan durasinya menjadi 3–5 menit beberapa kali dalam sehari.
Dikutip dari Raising Children, pada tahap awal sebaiknya lama tengkurap dibuat singkat agar bayi lebih nyaman.
2. Manfaatkan cermin
Letakkan cermin ramah anak yang kondusif dan tidak mudah pecah? Nah, coba letakkan di depan Si Kecil saat dia belajar tengkurap.
Refleksi dirinya di cermin dapat membikin bayi tertarik, sehingga dia lebih antusias selama sesi tummy time.
3. Pilih area yang aman
Dikutip dari Baby Center, pastikan bayi belajar tengkurap di tempat yang aman. Jangan tinggalkan bayi tanpa pengawasan saat tengkurap, lantaran ada akibat terjatuh alias mengalami posisi yang tidak aman.
4. Selalu dampingi bayi
Saat bayi sedang tertarik untuk belajar tengkurap, sediakan waktu untuk selalu mendampinginya.
Bunda bisa duduk di dekat bayi, serta mengajaknya menoleh ke atas dengan menggunakan mainan kerincingan agar dia tertarik. Selain itu, Bunda juga bisa menyanyi alias membacakan cerita agar Si Kecil bisa lebih menikmati kegiatan ini.
Sebagai tahap awal belajar tengkurap, Bunda juga bisa menggendong bayi seperti memegang bola, dengan perut bayi bertumpu di lengan.
Posisi kaki dan tangannya berada di kedua sisi lengan Bunda. Jangan lupa menopang punggung dan leher bayi menggunakan tangan yang lain agar tetap merasa nyaman.
Kenapa bayi bisa terlambat tengkurap?
Setiap bayi sebenarnya mempunyai waktunya masing-masing dalam mencapai tonggak perkembangan, termasuk untuk tengkurap.
Dikutip dari The Bump, sebagian bayi awalnya mungkin belum bisa alias condong terlambat tengkurap lantaran kurang menyukai posisi tersebut.
Salah satu penyebab yang cukup sering terjadi adalah lantaran belum terbiasa dengan posisi tengkurap.
"Posisi tidur yang direkomendasikan adalah telentang, dan bayi biasanya menghabiskan beberapa bulan pertama kehidupannya dalam posisi tersebut. Karena itu, mereka sering kali kurang nyaman ketika tubuhnya dibalik menjadi tengkurap," jelas master ahli anak Denise Scott, MD.
Bayi juga mungkin belum bisa tengkurap lantaran belum cukup kuat untuk mengangkat tubuhnya. Oleh karena itu, mereka jadi susah menoleh dan memandang lingkungan di sekitarnya.
Itulah penjelasan tentang ciri-ciri bayi mau tengkurap dan apa saja yang perlu diperhatikan orang tua. Semoga berfaedah ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)