Studi Terbaru: Salah Satu Penyebab Keguguran Berulang ialah Sperma dengan DNA Rusak

Portal Kesehatan Ibu dan Anak Aug 22, 2026 06:30 AM 29

Keguguran berulang sering kali dikaitkan dengan aspek kesehatan ibu, seperti gangguan hormon, kelainan rahim, hingga masalah kromosom. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa aspek dari pihak ayah juga dapat berkedudukan penting. Salah satunya adalah kerusakan DNA pada sperma alias sperm DNA fragmentation (SDF)

Temuan ini apalagi mendapat perhatian dari American Society for Reproductive Medicine (ASRM) dalam pedoman terbaru mengenai penanganan keguguran berulang.

Organisasi tersebut menyebut bahwa pemeriksaan fragmentasi DNA sperma dapat dipertimbangkan pada pasangan yang mengalami kehilangan kehamilan berulang, meski penelitian lebih lanjut tetap diperlukan untuk menilai manfaatnya terhadap hasil kehamilan.


Seiring berkembangnya penelitian, para mahir semakin memahami bahwa kualitas sperma tidak hanya memengaruhi kesempatan terjadinya pembuahan, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap perkembangan embrio dan keberlangsungan kehamilan.

Lalu, apa itu kerusakan DNA sperma dan gimana kaitannya dengan keguguran berulang?

Apa itu kerusakan DNA pada sperma?

Kerusakan DNA pada sperma atau sperm DNA fragmentation adalah kondisi ketika materi genetik yang dibawa sperma mengalami fragmentasi alias kerusakan. Kondisi ini berbeda dari pemeriksaan kajian sperma biasa yang menilai jumlah, bentuk, dan pergerakan sperma.

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Human Reproduction Update, fragmentasi DNA sperma berangkaian dengan infertilitas dan gangguan perkembangan embrio. Sejumlah penelitian juga menemukan hubungan antara tingkat fragmentasi DNA sperma yang tinggi, dan meningkatnya akibat keguguran.

Dikutip dari Reproductive Biology and Endocrinology, kerusakan DNA sperma lebih sering ditemukan pada pasangan yang mempunyai riwayat keguguran berulang. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas DNA sperma dapat menjadi salah satu aspek yang berkedudukan dalam keguguran berulang.

Selain itu, dikutip dari World Journal of Men's Health, beragam aspek seperti usia, stres oksidatif, kondisi medis, paparan lingkungan, dan style hidup dapat berkontribusi terhadap fragmentasi DNA sperma.

Penelitian yang dikutip dari laman Tommy's juga menunjukkan bahwa kerusakan DNA pada sperma dapat meningkatkan akibat keguguran hingga lebih dari dua kali lipat. Namun, penelitian mengenai peran kerusakan DNA sperma terhadap keguguran tetap terus dikembangkan.

Sejumlah meta-analisis menemukan bahwa pasangan dengan tingkat fragmentasi DNA sperma yang tinggi mempunyai akibat keguguran sekitar dua kali lipat dibandingkan mereka dengan tingkat fragmentasi yang lebih rendah.

Sementara itu, Denny Sakkas, Chief Scientific Officer di Boston IVF dan IVI RMA North America, menjelaskan bahwa DNA pada sperma berfaedah sebagai "buku petunjuk" untuk perkembangan embrio.

"Jika terdapat banyak kesalahan dalam petunjuk DNA tersebut, kehamilan mungkin terjadi, tetapi perkembangan embrio dapat terganggu sehingga meningkatkan akibat kehilangan kehamilan," jelas Sakkas, dikutip dari Health Yahoo.

Studi terbaru: Sperma dengan DNA rusak dikaitkan dengan keguguran berulang

Dalam pedoman klinisnya, American Society for Reproductive Medicine (ASRM) menyebut bahwa pemeriksaan fragmentasi DNA sperma dapat dipertimbangkan pada pasangan dengan recurrent pregnancy loss alias keguguran berulang.

Pertimbangan tersebut sejalan dengan sejumlah penelitian yang menemukan hubungan antara tingkat fragmentasi DNA sperma yang tinggi dan keguguran berulang.

Salah satu tinjauan sistematis dan meta-analisis yang dipublikasikan dalam jurnal Fertility and Sterility menemukan bahwa laki-laki dari pasangan yang mengalami keguguran berulang mempunyai tingkat fragmentasi DNA sperma yang lebih tinggi dibandingkan golongan kontrol.

Mengapa sperma dengan DNA rusak bisa menyebabkan keguguran?

Saat proses pembuahan terjadi, sel telur dan sperma sama-sama menyumbangkan materi genetik untuk membentuk embrio. Jika DNA yang dibawa sperma mengalami kerusakan, perkembangan embrio dapat terganggu sejak tahap awal.

Menurut ulasan yang diterbitkan dalam Nature Reviews Urology, kerusakan DNA sperma dapat menyebabkan:

  • Gangguan perkembangan embrio
  • Kegagalan implantasi
  • Penurunan kualitas embrio
  • Peningkatan akibat keguguran dini
  • Menurunnya kesempatan kelahiran hidup pada program bayi tabung (IVF)

Meski demikian, para mahir menegaskan bahwa kerusakan DNA sperma bukan satu-satunya penyebab keguguran. Banyak aspek lain yang juga dapat berkontribusi, baik dari pihak ibu maupun ayah.

Apa yang menyebabkan kerusakan DNA pada sperma?

Penyebab kerusakan DNA sperma belum sepenuhnya dipahami. Namun, sejumlah aspek diketahui dapat meningkatkan akibat fragmentasi DNA sperma.

Menurut ASRM dalam pedoman Recurrent Pregnancy Loss 2026, kerusakan DNA sperma dapat berangkaian dengan paparan racun lingkungan, polusi, obat-obatan tertentu, penyakit yang disertai demam, kebiasaan merokok, varikokel, dan bertambahnya usia ayah.

Beberapa aspek yang dapat meningkatkan akibat kerusakan DNA sperma yang dirangkum dari beberapa sumber antara lain:

1. Usia ayah yang lebih tua

Seiring bertambahnya usia, akibat fragmentasi DNA sperma dapat meningkat. Meta-analisis juga menemukan peningkatan SDF yang lebih nyata pada laki-laki berumur 50 tahun ke atas.

2. Kebiasaan merokok

Merokok dapat meningkatkan stres oksidatif dan berangkaian dengan peningkatan fragmentasi DNA sperma.

3. Obesitas dan gangguan metabolik

Obesitas dan gangguan metabolik dapat berangkaian dengan peningkatan stres oksidatif serta fragmentasi DNA sperma.

4. Paparan polusi dan racun lingkungan

Polusi udara, pestisida, logam berat, radiasi, dan sejumlah bahan kimia lingkungan dapat berkontribusi terhadap peningkatan fragmentasi DNA sperma.

5. Varikokel

Varikokel merupakan pelebaran pembuluh darah di sekitar testis. Kondisi ini dapat meningkatkan suhu skrotum dan mengganggu kegunaan testis, termasuk menyebabkan kerusakan DNA sperma.

6. Penyakit alias kondisi tertentu

Penyakit yang disertai demam serta beberapa kondisi medis juga dapat berkontribusi terhadap kerusakan DNA sperma.

Apakah kerusakan DNA sperma bisa diperbaiki?

Dalam beberapa kasus, perubahan style hidup dan penanganan aspek yang mendasari dapat membantu menurunkan tingkat fragmentasi DNA sperma. Namun, belum ada bukti yang cukup untuk memastikan bahwa penurunan fragmentasi DNA sperma secara langsung dapat mencegah keguguran alias meningkatkan keberhasilan kehamilan pada semua pasangan.

Ahli endokrinologi reproduksi di Fertility Center of Las Vegas, Dr. Carrie Bedient, menceritakan pengalaman menangani pasangan yang mengalami keguguran berulang, kegagalan transfer embrio, dan kegagalan program bayi tabung (in vitro fertilization/IVF).

Pemeriksaan menunjukkan bahwa laki-laki tersebut mempunyai tingkat kerusakan DNA sperma yang sedang. Bedient kemudian menyarankan beragam perubahan style hidup. Pria tersebut berakhir mengonsumsi alkohol dan merokok, mulai rutin berolahraga, serta mengonsumsi suplemen vitamin.

Menurut Bedient, enam bulan kemudian, pasangan tersebut kembali menjalani proses pembentukan embrio dan akhirnya sukses mempunyai bayi laki-laki yang sehat

Kisah tersebut merupakan pengalaman perseorangan dan tidak dapat digeneralisasi kepada semua pasangan dengan fragmentasi DNA sperma tinggi. Penanganan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien dan dilakukan berbareng dokter.

Kapan perlu mempertimbangkan pemeriksaan DNA sperma?

Menurut pedoman ASRM 2026, pemeriksaan fragmentasi DNA sperma dapat dipertimbangkan pada pasangan dengan keguguran berulang yang penyebabnya belum diketahui, terutama jika disertai infertilitas. Pemeriksaan ini bukan tes rutin untuk semua pasangan yang sedang merencanakan kehamilan.

ASRM juga menekankan bahwa penelitian lebih lanjut tetap diperlukan untuk mengetahui apakah penanganan fragmentasi DNA sperma yang tinggi betul-betul dapat memperbaiki hasil kehamilan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Selengkapnya
Studi Terbaru: Salah Satu Penyebab Keguguran Berulang ialah Sperma dengan DNA Rusak
InMotion Shared Hosting
CloudWays Cloud Hosting