Artis Fanny Ghassani baru-baru ini mengungkap rencananya untuk mempunyai momongan setelah 9 tahun menikah dengan Erwan Agustian Priyambudi. Fanny dan suami memutuskan untuk menjalani program bayi tabung, Bunda.
Selama 9 tahun membina rumah tangga, Fanny rupanya pernah merasa tidak dibela oleh suaminya saat berjuang punya anak. Hal ini diungkap Fanny saat berbincang di podcast Melaney Ricardo.
"Sempat merasa sendirian? Jujur ada waktu itu. Ya itulah, ada momen di mana saya ngerasa enggak dibelain. Kalau itu terjadi sekali enggak apa-apa. Tapi ketika itu terjadi menahun, itu jadi luka," kata Fanny.
"Tapi ya namanya hubungan pasti terus belajar," sambungnya, dilansir channel YouTube Melaney Ricardo. Kincai Media telah meminta izin untuk mengutip konten ini.
Fanny tidak mau tak bersuara saja, Bunda. Perempuan 35 tahun ini menyampaikan isi hatinya ke sang suami. Ia dengan tegas meminta support dari suami untuk membelanya saat dihakimi oleh orang lain.
"Aku sampaikan ke suami aku, saya bilang, 'Aku butuh support kamu, saya butuh Anda step up ketika ada orang lain yang berupaya untuk menghakimi aku, lantaran enggak mungkin saya membela diri sendirian, terus kamunya main HP gitu. Aku butuh Anda di situ'," ungkapnya.
"Ya, pelan-pelan suami saya bisa mengerti. Makanya kenapa tadi saya bisa ngomong jika yang pertama kali tuh sebenarnya suaminya step up buat istrinya biar istrinya enggak depresi dan stres sendirian."
Kata Fanny soal support dari suami dan mertua
Fanny mengatakan bahwa support dari suami dan family begitu krusial bagi wanita yang sedang berjuang untuk punya momongan. Menurutnya, tetap banyak orang menganggap wanita sebagai sumber masalah ketika tak kunjung hamil.
"Tapi sebenarnya jika saya boleh ngomong, mungkin ke suaminya juga ya. Bukan hanya kepada wanita yang belum bisa mendapatkan anak. Sering kali juga di lingkungan kita itu ketika istri dan suami belum bisa punya anak, itu yang pertama kali ditanyakan dan dicari kesalahannya itu adalah perempuan," ujar Fanny.
"Bayangkan jika wanita itu enggak dapat support dari suaminya dan mertuanya. Disalahkan, 'gara-gara lu nih mandul sih lo', dan tidak ada pembelaan dari suami dan mertua, bayangkan gimana depresinya," lanjutnya.
Bagi Fanny, support dari suami dan family tak hanya membantu wanita kuat. Dukungan yang tepat juga bisa mencegah wanita dari stres hingga depresi, Bunda.
"Jadi support sistem itu dibutuhkan, suaminya kudu hadir, belain istrinya di depan banyak orang. Mertuanya kudu hadir, belain anak mantu di depan banyak orang. jadi enggak ngerasa sendirian," kata Fanny.
"Sebab, yang bikin depresi menurut saya bukan enggak bisa hamilnya, tapi tapi tuntutan dari orang sekitar dan tidak ada support dari orang sekitar. Kayak, 'Gue dibilang enggak bisa mengandung tapi suami gue tak bersuara aja alias apalagi ngetawain gue alias nyalahin gue'," sambungnya.
Fanny mulai program bayi tabung setelah 9 tahun menikah
Pada akhir Juli lalu, Fanny mengungkap program bayi tabung yang dijalaninya berbareng suami untuk mendapatkan momongan. Pasangan yang menikah pada 20 Mei 2017 ini rupanya sudah mengetahui adanya hambatan medis untuk mengandung sejak tahun pertama pernikahan, Bunda.
"Sebenarnya dari tahun pertama, kita sudah tahu permasalahannya tuh di mana, dan solusinya seperti apa. Tapi kan untuk mencoba bayi tabung butuh kesiapan mental ya," kata Fanny, dikutip dari YouTube TRANS TV Official.
Fanny dan suami akhirnya mulai menjalani program bayi tabung di tahun 2025. Menurutnya, keputusan ini diambil lantaran dia dan sang suami sudah siap secara mental.
"Suami alhamdulillah, lantaran ini awal mulanya dia yang inisiatif, kayak 'aku sudah siap'. Akhirnya, lantaran sudah 10 tahun, (siap)," ungkapnya.
Demikian berita terbaru dari Fanny Ghassani yang bercerita tentang perjuangannya mendapatkan momongan. Semoga kisahnya dapat menginspirasi ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)