Tidak semua kebiasaan yang terlihat malas itu buruk, Bunda. Bagi orang dengan IQ tinggi, beberapa kegiatan yang tampak santuy justru dianggap bisa menjaga otak tetap sehat.
Ya, banyak kebiasaan orang ber-IQ tinggi yang terlihat malas sebenarnya berfaedah bagi kesehatan otak. Mereka terlihat santuy lantaran tengah membiarkan otak beristirahat untuk memproses informasi.
Alih-alih membuang waktu, jarak yang tepat bagi orang ber-IQ tinggi justru dapat meredakan stres dan meningkatkan keahlian berpikir secara lebih optimal. Jadi, jangan salah memahami individu-individu pandai ini hanya lantaran terlihat malas-malasan ya.
Kebiasaan orang dengan IQ tinggi
Melansir dari laman Your Tango, berikut 7 kebiasaan orang dengan IQ tinggi yang terlihat malas-malasan tapi rupanya menyehatkan otak:
1. Sering melewatkan langkah-langkah saat menyelesaikan masalah
Menurut studi dari Neuroscience and Biobehavioral Reviews tahun 2009, banyak orang yang sangat pandai menunjukkan aktivasi otak yang lebih rendah ketika memecahkan masalah kompleks dan melakukan tugas. Mereka sering kali sampai pada konklusi lebih cepat, sehingga melewatkan langkah-langkah yang tidak perlu dan membikin asumsi.
Meskipun semua ini mungkin tampak seperti kemalasan, sebenarnya perihal itu hanyalah tanda bahwa mereka bekerja dengan otak yang lebih efisien. Mereka bekerja lebih cerdas, menemukan jalur paling efisien untuk memecahkan masalah alias menemukan jawaban, meskipun terlihat berbeda dari biasanya.
2. Sering tidur siang
Studi dari Scientific Reports tahun 2015 mengungkap bahwa orang-orang yang sangat pandai sering kali mempunyai tingkat pemrosesan kognitif yang lebih tinggi ketika mereka rutin tidur siang. Kebiasaan itu menantang dugaan dan kepercayaan umum bahwa tidur siang dan tidur dikaitkan dengan kemalasan alias kemewahan.
Faktanya, tidur siang singkat justru sering dikaitkan dengan produktivitas dan konsentrasi yang lebih baik, Bunda. Nah, orang-orang dengan IQ tinggi mengetahui perihal tersebut, sehingga mereka memilih meningkatkan kesejahteraan dan efisiensi setiap hari dengan tidur siang.
3. Melepaskan diri dari situasi yang menimbulkan stres
Menurut sebuah studi dari Frontiers in Public Health tahun 2025, seseorang dengan kepintaran emosional yang tinggi dapat mengatur emosi dan mengelola stres jauh lebih baik daripada kebanyakan orang. Hal itu memberi mereka keahlian untuk menjauh alias menciptakan ruang ketika keadaan menjadi terlalu kacau.
Meskipun perihal itu mungkin menjengkelkan alias terkesan tidak peduli bagi orang lain, sebenarnya ini hanyalah langkah orang pandai untuk melindungi diri mereka dari kelelahan emosional. Mereka tidak mau terjebak dalam situasi yang bisa menimbulkan stres.
4. Suka melamun
Bagi kebanyakan orang, kebiasaan termenung sering dikaitkan dengan kemalasan. Padahal, banyak lho orang pandai yang suka melamun, Bunda.
Orang-orang ini termenung bukan lantaran malas, tetapi lantaran mereka sedang memikirkan topik yang rumit alias mencoba memecahkan masalah. Penelitian yang diterbitkan di jurnal Brain Sciences tahun 2025 mengungkap bahwa ketika seseorang dengan IQ tinggi melamun, itu membantu mereka mencapai resolusi dan konklusi yang rumit seiring waktu.
5. Menghindari obrolan ringan
Banyak orang lebih menyukai obrolan ringan untuk menghindari kerentanan percakapan yang lebih dalam ketika mereka merasa tidak nyaman dengan diri mereka sendiri. Hal itu tampaknya tidak bertindak bagi orang dengan IQ tinggi.
Individu dengan keahlian kognitif sosial yang lebih tinggi justru lebih menyukai percakapan yang mendalam dan bermakna, daripada obrolan ringan yang dangkal. Bila arah pembicaraan tidak mendalam, orang-orang ini bakal menjadi pendiam dan terkesan malas-malasan.
Banyak orang pandai secara inheren mempunyai perspektif yang lebih luas. Mereka berpikir mendalam tentang beragam perihal dan memahami semua kemungkinan akibat dari tindakan mereka, apalagi mempertimbangkan skenario terburuk sebelum orang lain sempat mempertimbangkan kenyataan.
Pola pikir tersebut membantu orang pandai suka menunda-nunda dalam menyelesaikan masalah yang kompleks. Mereka melakukannya bukan lantaran malas, namun untuk mempertimbangkan beragam kemungkinan dalam menyelesaikan masalah, Bunda.
7. Suka menghabiskan lebih banyak waktu sendirian
Orang-orang dengan IQ tinggi secara alami mempunyai golongan pertemanan yang lebih mini lantaran mereka condong lebih menyukai waktu sendirian. Mereka hanya mempunyai daya dan upaya sosial yang terbatas untuk ditawarkan kepada orang lain.
Bagi orang-orang ini, menyia-nyiakan waktu untuk obrolan ringan dan hubungan dangkal bukanlah pilihan utama. Tak heran jika banyak yang menganggap mereka anti-sosial alias malas bersosialisasi.
Demikian 7 kebiasaan orang dengan IQ tinggi yang terlihat malas-malasan tapi rupanya menyehatkan otak. Semoga info ini berfaedah ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)