Lionel Messi kembali menunjukkan sebagai salah satu pesepak bola terbaik dunia. Gol yang dicetaknya membantu Argentina bangkit dan mengalahkan Mesir dengan skor 3-2 pada laga babak knockout, sekaligus mengantarkan timnya melaju ke perempat final Piala Dunia di Atlanta Stadium, AS pada Selasa (7/7/2026).
Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa Messi tetap bisa tampil gemilang di level tertinggi. Namun, di kembali pekerjaan yang dipenuhi trofi dan beragam rekor, perjalanan hidup pesepak bola yang satu ini tidak selalu melangkah mulus.
Jauh sebelum dikenal sebagai peraih delapan Ballon d’Or dan juara Piala Dunia, Messi adalah anak laki-laki asal Rosario yang sempat didiagnosis mengalami gangguan pertumbuhan sehingga nyaris menghalang impiannya menjadi pesepak bola profesional.
Untuk mengenalnya lebih mendalam, kali ini Bubun membagikan beberapa kebenaran menarik masa mini Messi yang mungkin jarang diketahui publik.
5 Fakta menarik masa mini Lionel Messi
Berikut beberapa kebenaran menarik kehidupan masa mini Messi yang dapat Bunda ketahui:
1. Sang nenek membuka jalan pertama Messi
Dilansir The Daily Star, saat berumur lima tahun, Messi dianggap terlalu mini untuk berasosiasi dengan klub lokalnya, Grandoli. Pelatih sempat menolak, tetapi sang nenek, Celia, meyakinkan pembimbing agar memberinya kesempatan.
Sejak saat itu, sang nenek selalu menemani Messi berlatih dan bertanding hingga meninggal bumi saat Messi berumur 10 tahun.
Hal inilah yang membikin Messi selalu menunjuk ke langit setiap kali mencetak gol, sebagai corak penghormatan kepada neneknya, Bunda.
2. Barcelona membiayai pengobatan Messi lantaran gangguan pertumbuhan tulang
Messi sempat didiagnosis mengalami gangguan hormon pertumbuhan saat berumur 10 tahun. Kondisi ini membikin tumbuh tidak tumbuh sebagaimana semestinya sesuai usia.
Ia kudu menjalani pengobatan yang menelan biaya sekitar 500 euro per bulan alias setara dengan Rp9,5 juta, jumlah yang saat itu tidak bisa ditanggung keluarganya.
Klub Argentina, River Plate, tidak bersedia bayar biaya tersebut. Sebaliknya, Barcelona justru menawarkan untuk menanggung seluruh pengobatan dengan syarat Messi dan keluarganya pindah ke Spanyol.
3. Kontrak pertama ditulis di atas serbet
Direktur olahraga Barcelona saat itu, Carles Rexarch, cemas Messi bakal direbut oleh klub lain. Lantaran belum ada arsip resmi saat pertemuan makan siang, dia langsung menuliskan kesepakatan di atas selembar serbet.
Serbet yang ditandatangani pada tahun 2000 itu kemudian dilelang pada 2024 dan terjual sekitar US$965.000, alias setara dengan Rp15,7 miliar.
4. Sempat dikira tidak bisa berbicara
Saat berasosiasi dengan akademi Barcelona, La Masia, pada usia 13 tahun, Messi kudu tinggal jauh dari keluarganya yang kembali ke Argentina.
Karena belum bisa berkata Catalan, dia sangat pendiam sehingga teman-teman mengiranya bisu. Selama beberapa bulan, Messi apalagi sering menangis sendirian lantaran merasa kesepian, Bunda.
5. Sudah mencetak nyaris 500 gol sebelum usia 13 tahun
Saat memihak akademi Newell’s Old Boys di Rosario, keahlian Messi sudah sangat menonjol. Ia mencetak nyaris 500 gol di level junior sebelum menginjak usia 13 tahun.
Bahkan, ketika tetap berumur delapan tahun, Messi juga sudah dipercaya menjadi penyelenggara penalti timnya.
Perjalanan menuju kesuksesan pun penuh tantangan, mulai dari ditolak pelatih, kesulitan biaya pengobatan, hingga kudu berjuang sendiri di negara asing.
Nah, itulah beberapa kebenaran menarik yang dapat Bunda ketahui tentang masa mini Messi yang membawa dirinya menjadi bintang di bumi olahraga. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)