5 Hal Penting Seputar Pergantian Tabung LPG 3 Kg ke Tabung Merah Putih

Jul 02, 2026 01:40 PM - 1 bulan yang lalu 32154

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan Tabung Merah Putih, ialah tabung gas berbahan bakar Compressed Natural Gas (CNG) berkapasitas 3 kilogram (kg) sebagai pengganti pengganti LPG 3 kg.

Kebijakan tersebut diambil untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG. Pasalnya, kebutuhan LPG nasional mencapai sekitar 8,5 juta ton per tahun, sementara produksi dalam negeri baru bisa memenuhi sebagian mini dari total konsumsi.

Namun, Kementerian ESDM menyampaikan bahwa saat ini pengembangan Tabung Merah Putih tetap dalam tahap penyempurnaan. Kementerian ESDM menyebut prototipe produk telah memasuki tahap uji coba ketiga dan hanya menyisakan satu tahap lagi sebelum nantinya diedarkan.


5 Hal krusial seputar pergantian tabung LPG 3 kg ke Tabung Merah Putih

Adapun beberapa kebenaran krusial selengkapnya yang dapat Bunda ketahui mengenai pergantian jenis bahan bakar ini.

1. Harga sama dengan LPG 3 kg

Dilansir detikcom, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan nantinya nilai jual CNG bakal sama dengan nilai LPG 3 kg. Langkah ini diharapkan tidak membebani masyarakat.

“Sama. Sama dengan harganya sama (LPG 3 kg),” ujar Laode.

2. Tabung CNG diimpor dari China

Laode juga menjelaskan bahwa sekitar 100.000 tabung CNG 3 kg bakal diimpor dari China lantaran saat ini industri dalam negeri belum bisa memproduksi tabung CNG 3 kg.

Langkah tersebut juga menjadi awal dari penerapan CNG pada tabung 3 kg yang ditujukan untuk menekan impor LPG yang saat ini tinggi sekaligus pengganti LPG 3 kg.

“Kan ini teknologinya tinggi. Saat ini yang bisa membikin teknologi itu di luar ya, kita belum,” ujar Laode.

3. Uji coba tabung Juli 2026

Kementerian ESDM diketahui tengah menyiapkan sebanyak 15 prototipe tabung CNG Merah Putih 3 kg untuk diuji coba di Lemigas. Uji coba ini bakal dilaksanakan pada Juli 2026. Tabung CNG yang bakal digunakan merupakan Tipe 4 berbahan dasar serat material.

Jika mendapatkan hasil yang baik, tabung tersebut sudah bisa beredar di masyarakat. Namun, Laode mengatakan peredarannya dilakukan secara bertahap.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa uji coba bakal dimulai di kota-kota besar, terutama di Pulau Jawa yang memang dekat dengan jalur jaringan pipa gas.

“Kita prioritaskan dulu yang dari pipa. Biar harganya lebih ekonomis. Makanya uji kebanyakan Pak Menteri sudah sampaikan di kota-kota besar di Pulau Jawa dulu. Yang memang jalur gas dari pipanya lebih banyak,” tuturnya.

4. Menekankan keselamatan

Laode menegaskan pengetesan bakal difokuskan pada aspek keselamatan, mulai dari ketahanan tekanan hingga sistem valve yang menyatu dengan tabung.

“Oleh lantaran itu, kita kudu membikin yang lebih ringan agar emak-emak kelak enggak merasa, oh ini kok penggantinya berat. Kita uji di Lemigas. Yang paling krusial safety dari valve dan tabungnya seperti apa,” jelasnya, dikutip dari laman CNN Indonesia.

5. Masih disubsidi 30 persen dan bakal bangun pabrik di Indonesia

Lantaran harganya tetap sama, Laode mengatakan negara bisa memangkas subsidi sebanyak sebanyak 30 persen.

“Sekarang simulasinya tetap disamakan. Dengan disamakan pun subsidi bisa turun sampai dengan 30 persen,” tutur Laode.

Nah, itulah beberapa perihal krusial yang dapat Bunda pahami tentang pergantian LPG 3 kg ke CNG. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Selengkapnya