Apa Itu COVID-19 PQ.16.1.1, Varian Baru yang Dipantau WHO

Aug 12, 2026 08:40 PM - 1 jam yang lalu 3

Jakarta -

Bunda, jenis baru COVID-19 kembali menjadi perhatian setelah subgaris keturunan Omicron, PQ.16.1.1, menunjukkan peningkatan yang cukup pesat di sejumlah wilayah.

Varian ini sekarang masuk dalam daftar variant under monitoring (VUM) yang tengah dipantau oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai potensi penyebaran jenis ini dan kemungkinan terjadinya gelombang jangkitan baru.


Apa itu COVID-19 PQ.16.1.1?

Dilansir detikcom, WHO menilai akibat kesehatan masyarakat tambahan yang ditimbulkan PQ.16.1.1 tetap rendah secara global.

Profil mutasinya kemungkinan memberikan keahlian tambahan untuk menghindari respons kekebalan tubuh. Namun, bukti langsung mengenai keahlian tersebut tetap terbatas, Bunda.

Data pemantauan yang tersedia pun belum menunjukkan bahwa PQ.16.1.1 menyebabkan penyakit yang lebih parah dibandingkan jenis COVID-19 lain yang saat ini beredar. Vaksin yang tersedia diperkirakan tetap memberikan perlindungan terhadap penyakit yang berat.

PQ.16.1.1 merupakan sublineage turunan NB.1.8.1 urutan genetik paling awal yang tersedia untuk jenis ini dikumpulkan pada 25 Maret 2026.

Temuan PQ.16.1.1

Temuan awal menunjukkan bahwa pertumbuhan PQ.16.1.1 kemungkinan tidak hanya dipengaruhi keahlian berikatan dengan reseptor ACE2, tetapi juga kemampuannya menghindari respons dari jenis antibodi tertentu.

Hingga 8 Juli 2026, GISAID mencatat 457 sekuens PQ.16.1.1 dari delapan negara. Sebanyak 95,8 persen di antaranya berasal dari area Pasifik Barat, dengan Singapura menyumbang 388 sekuens alias 84,9 persen dari total global.

Laporan lainnya berasal dari Hong Kong SAR (34), Australia (10), Amerika Serikat (10), Kanada (8), Korea Selatan (5), Prancis (1), dan Taiwan (1).

Secara global, proporsi jenis ini meningkat dari 2,7 persen pada minggu epidemiologi ke-18 menjadi 29,6 persen pada minggu ke-25.

Di Pasifik Barat, angkanya naik dari 5,4 persen menjadi 39,3 persen, sedangkan Singapura mencatat kenaikan dari 12,6 persen menjadi 55,1 persen. Di Hong Kong, proporsinya juga meningkat dari 20 persen menjadi 66,7 persen, meski informasi minggu ke-25 hanya berasal dari empat sekuens.

Di Singapura, tingkat positif tes SARS-CoV-2 meningkat dari 6,5 persen pada minggu ke-16 menjadi 19,8 persen pada minggu ke-19, lampau tetap tinggi hingga minggu ke-22 sebelum menurun pada minggu ke-25.

WHO menilai pola tersebut serupa dengan tren musiman 2024 dan 2025, tetapi periode peningkatannya pada 2026 lebih singkat dan penurunannya lebih sigap setelah mencapai puncak. Selama periode pemantauan, WHO tidak menerima laporan kasus maupun kematian mengenai COVID-19.

Para mahir memperingatkan perkembangan virus terus bersambung tanpa terkendali

Dilansir Thailand Medical News, beberapa ahli percaya bahwa jenis yang lebih baru mungkin secara berjenjang mengembangkan afinitas yang lebih besar terhadap sistem saraf dan jaringan pencernaan daripada tetap terbatas terutama pada saluran pernapasan.

Para mahir medis menyarankan perseorangan yang mengalami kelelahan mendadak yang tidak dapat dijelaskan, sakit kepala yang terus-menerus alias tidak biasa, gangguan pencernaan, kehilangan nafsu makan, alias penyakit seperti flu singkat untuk mencari pertimbangan medis dan pengetesan virus yang sesuai daripada menganggap gejala-gejala ini sebagai jangkitan musiman biasa.

Dokter sarankan booster sebelum stok vaksin kedaluwarsa

Pakar penyakit menular dari University of Hong Kong, Prof Ivan Hung Fan-ngai, mengimbau penduduk yang belum pernah terinfeksi alias belum menerima suntikan booster dalam enam bulan terakhir untuk segera mendatangi akomodasi kesehatan.

Hal ini lantaran pasokan vaksin yang ada saat ini diperkirakan bakal memasuki masa kedaluwarsa pada September mendatang.

“Pemberian vaksinasi yang tepat waktu dinilai menjadi kunci utama untuk mempertahankan kekebalan tubuh sekaligus menekan akibat fatalitas akibat infeksi,” ujarnya.

Nah, itulah beberapa perihal yang dapat Bunda ketahui mengenai jenis COVID-19 baru, PQ.16.1.1. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Selengkapnya