Obrolan tentang kesuburan sering kali tetap dibumbui asumsi-asumsi yang belum sepenuhnya benar. Nah, agar tak lagi terjebak dalam mitos-mitos tak jelas, coba simak dulu 5 mitos kesuburan yang bisa menghalang program hamil, Bunda.
Urusan kesuburan memang jadi kunci utama jika seseorang mau sukses dalam program kehamilannya. Sayangnya, kepercayaan terhadap mitos tertentu tentang kesuburan justru malah menghalang kelancaran program hamil. Bukannya mendapatkan info valid, tak jarang pasangan justru terjebak dalam mitos yang menyesatkan.
5 Mitos kesuburan yang bisa menghalang program hamil
Berikut ini beberapa mitos kesuburan yang bisa menghalang program mengandung dan perlu diabaikan:
1. Jika pasangan tidak dapat hamil, pasti wanita yang bermasalah
Mitos ini rasanya paling sering menguap di luaran ya, Bunda. Perempuan seringnya dijadikan kambing hitam ketika kehamilan tak kunjung hadir. Di banyak keluarga, wanita juga yang selalu disalahkan dan diminta memeriksakan diri ke master sementara laki-laki apalagi tidak diminta untuk menjalani tes tertentu.
Kesenjangan ini pun semakin melebar dan terkesan beban infertilitas ada di pundak perempuan. Menurut Dr RIchika Sahay Shukla, salah satu pendiri dan Direktur Medis, India IVF Fertility bahwa di poliklinik miliknya, mitos yang paling sering didengar bukan tentang teknologi melainkan tentang menyalahkan.
Misalnya, ketika pasutri datang dan semua orang sudah memutuskan bahwa masalahnya adalah sang istri. Padahal, aspek laki-laki berkontribusi pada nyaris separuh dari semua kasus infertilitas di India.
Faktanya, jumlah sperma menurun secara diam-diam selama bertahun-tahun, namun laki-laki menunggu tiga hingga lima tahun lebih lama daripada wanita untuk melakukan tes.
Sementara, kajian semen memerlukan waktu sehari dan penundaan itu dapat merugikan pasangan di tahun-tahun terbaik mereka. Kesalahpahaman ini lebih mini dari sekadar menyakiti emosi pasangan tetapi membuang waktu berharga.
2. Pria tetap subur selamanya
Banyak orang tahunya bahwa kesuburan wanita menurun seiring bertambahnya usia. Padahal, yang kurang dipahami adalah laki-laki juga mengalami perubahan mengenai usia.
Dr Shukla menjelaskan bahwa laki-laki tidaklah subur selamanya. Setelah usia 40, kualitas sperma dan integritas DNA juga menurun dan kesuburan tidak pernah hanya miliki wanita semata.
Studi menunjukkan bahwa bertambahnya usia laki-laki dapat memengaruhi kualitas sperma dan dapat meningkatkan akibat komplikasi kehamilan tertentu dan kondisi genetik, seperti dikutip dari laman Times of India.
Meski demikian, ini tak berfaedah bahwa laki-laki tiba-tiba menjadi mandul setelah usia 40 tahun. Sebaliknya, kesuburan menjadi kurang dapat diprediksi, dan kesempatan pembuahan dapat menurun.
3. "Santai saja, gimana pun Anda bakal hamil"
Banyak pasangan mungkin mendengar kalimat ini di luaran. Mungkin kedengarannya menenangkan, tetapi sebenarnya dapat mengisolasi bagi orang-orang yang sedang berjuang dengan infertilitas.
Seperti dikatakan Dr Shukla, "Lalu ada saran lembut 'santai saja dan itu bakal terjadi.'" Saya memahami niat baik di baliknya, tetapi mengatakan kepada seseorang yang sedang berjuang untuk sekadar menghilangkan stres dapat terasa seperti disalahkan atas patah hati mereka sendiri. Stres bukanlah penyebab sebagian besar infertilitas; kondisi medis yang tidak diobati lah penyebabnya."
Kondisi medis seperti PCOS, endometriosis, penyumbatan tuba falopi, jumlah sperma rendah, gangguan tiroid, dan ketidakseimbangan hormon sering kali memainkan peran yang jauh lebih besar daripada stres.
4. IVF tidak alami dan tidak menjamin kehamilan
Beberapa treatment medis memang tetap dikelilingi mitos seperti pada treatment IVF. Sebagian orang percaya bahwa IVF berbeda dan apalagi menjadi perawatan tidak alami. Sementara lainnya berpikir bahwa satu siklus IVF menjamin kehamilan. Padahal, kedua dugaan tersebut tidaklah benar.
Dr Shukla mengatakan IVF tidaklah menggantikan siklus alam tetapi IVF memberikan dorongan lembut pada biologi diri sendiri. Dan,t idak ada master yang menjanjikan 100 persen keberhasilan. Semuanya berjuntai pada usia, kualitas sel telur dan sperma, serta rahim.
IVF telah membantu jutaan family di seluruh dunia. Namun, tingkat keberhasilan bervariasi tergantung pada beberapa faktor, terutama usia dan kondisi medis yang mendasarinya.
Dan, prosedur ini bukanlah jalan pintas, dan juga bukan agunan hasil. Ini hanyalah salah satu dari banyak pilihan medis yang tersedia bagi pasangan yang menghadapi infertilitas.
5. Perawatan kesuburan dapat ditunda
Mitos yang paling rawan sebenarnya adalah bahwa perawatan kesuburan selalu bisa menunggu. Kenyataannya, kesuburan sering kali menjadi lebih rumit seiring pertambahan usia. Penundaan pemeriksaan rupanya dapat mengurangi pilihan pengobatan yang tersedia dan menurunkan kesempatan keberhasilan.
Dr Shukla menyarankan, agar pasangan jangan kehilangan waktu bertahun-tahun untuk menunda-nunda perawatan kesuburan. Infertilitas merupakan perihal yang umum, medis, dan biasanya dapat diobati lebih awal.
Semakin sigap Anda mengganti mitos dengan info valid, semakin banyak pilihan yang dapat dijelajahi untuk meningkatkan kesempatan kesuburan. Banyak pasangan menghabiskan waktu bertahun-tahun mencoba pengobatan rumahan alias mengandalkan saran dari personil family untuk mencari support medis. Sementara, ketika mereka mengunjungi klinik kesuburan, waktu berbobot mereka mungkin sudah hilang.
Penting diketahui bahwa infertilitas bukanlah balasan dan bukan kegagalan serta bukan tanggung jawab wanita semata. Sains telah memberi pasangan lebih banyak jawaban dan pilihan pengobatan daripada sebelumnya.
Tetapi, semua opsi tersebut bakal bekerja paling efektif ketika orang mencari support sejak awal dan mengganti mitos dengan informasi. Terkadang, langkah terpenting menuju kesuksesan menjadi orang tua adalah mengusulkan pertanyaan yang tepat dan mendapatkan penanganan yang tepat.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·