Henny Alifah | Beautynesia
Rabu, 09 Sep 2026 09:15 WIB
Potret jubah biru Suku Tuareg di Gurun Sahara, Afrika Utara./ Foto: instagram.com/mfalacademy
Di Indonesia, kita tengah memasuki musim tandus yang diisi dengan cuaca panas terik. Kita perlu bersiap, diperkirakan ini bakal menjadi musim tandus yang panjang ke depannya.
Sementara itu, negara-negara Eropa di musim panas ini telah mengalami gelombang panas ekstrem (heatwave) yang memecahkan rekor suhu hingga melampaui 40°C. Saking panasnya, suhu ekstrim ini memicu lonjakan penjualan AC dan kipas angin di Eropa.
Saat gelombang panas melanda beragam daerah di bumi yang tidak terbiasa menghadapinya, ada baiknya kita menengok kembali pakaian, gaya, dan praktik tradisional serta masyarakat budaya yang telah membantu menjaga tubuh tetap sejuk selama berabad-abad.
Jubah Hitam Suku Badui Arab

Potret jubah hitam suku Badui Arab./ Foto: instagram.com/zahedsultan
Suku Badui Arab alias Bedawi adalah golongan masyarakat nomaden alias semi-nomaden yang secara tradisional hidup mengembara di area gurun dan padang rumput Jazirah Arab. Pakaian khasnya adalah jubah hitam yang sangat longgar.
Jubah hitam yang dikenakan Suku Badui di padang pasir Tanah Arab tidak membikin tubuh lebih panas. Desain yang lenggang menutupi tubuh dan menciptakan aliran udara yang lebih baik, sementara warna hitam menyerap radiasi mentari sebelum mencapai kulit.
Jubah Biru Suku Tuareg di Gurun Sahara

Potret jubah biru suku Tuareg di Gurun Sahara, Afrika Utara./ Foto: instagram.com/mfalacademy
Suku Tuareg merupakan sebuah golongan nomaden Berber yang mendiami daerah Gurun Sahara, Afrika Utara. Mereka mendapat julukan "The Blue Men of the Sahara". Hal itu lantaran warna indigo dari jubah dan sorban mereka sering kali luntur dan meninggalkan jejak warna kebiruan di kulit mereka.
Jubah mereka adalah kain yang berlapis, longgar, dan ringan membantu menyejukkan tubuh. Sementara warna biru indigo hasil pewarnaan unik memantulkan terik matahari.
Otjize Suku Himba di Namibia

Potret Otjize Suku Himba di Namibia./ Foto: instagram.com/wanderlust_nina
Suku Himba adalah golongan masyarakat budaya semi-nomaden yang tinggal di daerah Kunene, sebelah utara Namibia, dan sebagian di selatan Angola. Mereka dikenal luas dengan tabir surya alaminya yang disebut otjize, campuran lemak mentega dan pigmen oker (batu merah).
Otjize digunakan orang-orang Himba untuk melindungi diri dari suasana gurun yang keras, dipakai di kulit dan rambut. Proses pembuatan otjize serta penerapannya dianggap sebagai ritual budaya.
Topi Madhalla Penggembala Kambing di Yaman

Potret topi Madhalla penggembala kambing di Hadhramaut, Yaman/ Foto: instagram.com/the_1of1_
Topi madhalla adalah topi jerami tradisional berbentuk kerucut tinggi yang berasal dari Yaman. Secara tradisional, topi ini biasanya dikenakan oleh wanita penggembala kambing dan pekerja ladang di daerah Hadhramaut dan kota antik Shibam.
Saat menggembala, para wanita itu biasa memakai jubah hitam dan madhalla. Bentuk topi yang mengerucut itu membantu aliran udara, dan jubah hitam menyerap radiasi mentari sebelum mencapai kulit.
Topi Liangmao Suku Hakka di Tiongkok Utara

Potret topi liangmao Suku Hakka di Tiongkok Utara/ Foto: instagram.com/erikbergrin
Liangmao merupakan topi tradisional Suku Hakka alias Khek, salah satu sub-kelompok etnis Tionghoa Han terbesar yang berasal dari Tiongkok utara dan terkenal lantaran sejarah migrasinya.
Secara harfiah, liangmao berfaedah 'topi sejuk'. Ini adalah topi bambu lebar dengan pinggiran kain yang menjuntai di sekelilingnya. Topi ini biasa dikenakan oleh wanita Hakka saat bekerja di luar ruangan untuk menjaga kepala tetap sejuk dan melindungi wajah.
Mulai dari Gurun Sahara hingga Dataran Tiongkok, masyarakat tradisional punya langkah masing-masing untuk melindungi diri dari suhu udara yang tinggi. Sebagian dari mereka mengenakan jubah yang panjang dan lenggang dengan pemilihan warna khusus, sebagian memakai pelindung kepala dari jerami alias bambu, sebagiannya lagi menggunakan tabir surya dari bahan alami. Di sini tampak bahwa kondisi daerah turut menentukan style hidup dan mode busana masyarakat di dalamnya.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(dmh/dmh)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.