Jakarta -
Menjadi orang tua tentu tidak hanya soal memandang anak mendapatkan nilai tinggi alias mencapai prestasi tertentu. Di kembali semua itu, ada kesehatan bentuk dan mental yang juga perlu mendapat perhatian.
Pesan inilah yang disampaikan dalam salah satu bagian drama Korea Teach You a Lesson. Lewat kisah yang dekat dengan keseharian, drama ini membujuk penonton memandang sisi lain dari pola asuh orang tua.
Belakangan ini, Teach You a Lesson memang jadi salah satu drama Korea yang banyak diperbincangkan, Bunda. Dikutip dari Soompi, drama ini diadaptasi dari webtoon dengan titel yang sama dan menghadirkan cerita yang menarik tentang bumi pendidikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda dari drama lainnya, cerita dalam Teach You a Lesson disajikan melalui perspektif pandang Biro Perlindungan Hak Pendidikan alias Educational Rights Protection Bureau (ERPB). Lembaga ini bekerja menangani beragam persoalan yang terjadi di lingkungan sekolah.
Dalam bagian ke-8, penonton diperkenalkan dengan seorang siswa berjulukan Jung Hyeon-min yang berjuang memenuhi angan besar sang ibunda. Demi mewujudkan angan masuk sekolah kedokteran, dia kudu menghadapi tekanan dan tuntutan yang terus membebaninya setiap hari.
Seiring berjalannya cerita, tekanan tersebut membawa akibat bagi kondisi sang anak. Lewat kisah ini, Bunda bisa mengambil pelajaran parenting untuk diterapkan dalam keseharian berbareng anak.
5 Pelajaran parenting dari drama Korea 'Teach You A Lesson'
Di kembali alur ceritanya, drama Korea Teach You a Lesson menyimpan banyak pesan berarti tentang hubungan orang tua dan anak. Berikut ini beberapa di antaranya:
1. Beri ruang anak untuk menentukan cita-citanya
Dalam drama Teach You a Lesson, ibu Hyeon-min punya angan besar agar putranya dapat masuk sekolah kedokteran. Sayangnya, angan tersebut berubah menjadi tekanan lantaran sang anak kudu mengikuti jalan yang sudah ditentukan untuknya.
Sejak awal, nyaris seluruh keputusan dalam hidup Hyeon-min diarahkan untuk mendukung cita-cita tersebut, Bunda. Padahal, dia tidak pernah betul-betul diberi 'ruang' untuk menyampaikan apa yang diinginkan untuk masa depannya.
Sebagai orang tua, kita perlu memberi anak kesempatan untuk mengenali minat yang mereka inginkan. Pandangan serupa juga disampaikan oleh psikolog perkembangan sekaligus guru besar pendidikan di Harvard Graduate School of Education, Amerika Serikat, Howard Gardner.
"Orang tua perlu memandang apa kemauan seorang anak. Jika orang tua memaksa anak melakukan sesuatu yang mereka inginkan, maka itu bisa menjadi perihal yang buruk," ujar Gardner, dikutip dari University of Nebraska-Lincoln.
2. Utamakan dukungan, bukan tuntutan yang berlebihan
Keinginan memandang anak berprestasi tentu menjadi kemauan bagi setiap orang tua. Selain memandang dari pencapaian yang membanggakan, kondisi emosional anak juga perlu mendapat perhatian.
Hal ini terlihat dalam drama Teach You a Lesson, ketika Hyeon-min kudu berjuang memenuhi ekspektasi sang Bunda yang begitu besar. Bahkan, dirinya pun nyaris tidak mempunyai waktu untuk beristirahat lantaran kudu terus belajar.
Tak hanya itu, kesalahan mini yang dia lakukan pun kerap dianggap sebagai sesuatu yang besar dan mengecewakan. Menilik dari National Institutes of Health (NIH), orang tua mempunyai peran krusial dalam menjaga kesehatan mental dan emosional anak.
Dukungan, kasih sayang, serta rasa kondusif yang diberikan dapat membantu anak tumbuh lebih kuat dan mengurangi akibat beragam masalah emosional yang dapat mengganggu kesehariannya, Bunda.
3. Prioritaskan kesehatan mental anak
Keberhasilan di sekolah memang menjadi kebanggaan tersendiri bagi anak maupun orang tua. Namun, pencapaian tersebut sebaiknya tidak membikin kesehatan mental anak terabaikan, Bunda.
Dalam drama Teach You a Lesson, tekanan yang terus-menerus dialami Hyeon-min perlahan memengaruhi kondisi dirinya. Ia tidak hanya merasa capek saja, tetapi juga mulai kehilangan semangat dalam menjalani kesehariannya.
Oleh lantaran itu, orang tua kudu lebih peka terhadap perubahan perilaku anak. Saat anak terlihat mudah marah, susah beristirahat, alias mulai menjauh dari sekitarnya, sebaiknya luangkan waktu untuk mendengarkan cerita mereka.
4. Beri kesempatan anak untuk mengenal dirinya sendiri
Salah satu momen yang cukup menyentuh dalam drama ini adalah ketika Jung Hyeon-min mulai diajak mengenali hal-hal yang betul-betul dia sukai. Untuk pertama kalinya, dia bisa mengikuti keinginannya sendiri, bukan hanya memenuhi angan orang tuanya.
Dalam perihal ini, sebagian orang tua mungkin terlalu mengatur anak lantaran mau melindungi mereka dari beragam risiko. Meski didasari rasa sayang dan kekhawatiran bakal masa depan, Bunda kudu memberi ruang agar mereka dapat mengenali potensi yang dimilikinya.
5. Bangun komunikasi terbuka dengan anak
Melihat dari drama Teach You a Lesson, Hyeon-min lebih sering memendam apa yang dia rasakan sendiri. Ia berupaya memenuhi angan orang tuanya, tetapi jarang sekali punya kesempatan untuk mengungkapkan isi hatinya.
Kondisi seperti ini menunjukkan sungguh pentingnya komunikasi dalam hubungan orang tua dan anak. Ketika anak merasa didengar, mereka bakal nyaman untuk bercerita tentang emosi maupun masalah yang sedang dihadapi.
Dilansir dari Raising Children Network, komunikasi yang baik dapat membantu mendukung perkembangan emosional anak. Tidak hanya dengan berbincang saja, tetapi juga dengan mendengarkan emosi anak.
Itulah penjelasan mengenai pelajaran parenting yang dapat diambil dari drama Korea Teach You a Lesson. Semoga dapat menjadi inspirasi dalam mendampingi tumbuh kembang anak, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·