5 Ucapan Orang Tua yang Bisa Melukai Kondisi Psikologis Anak

Jul 02, 2026 09:30 AM - 1 bulan yang lalu 32658

Dalam menjalani peran sebagai orang tua, tentu ada banyak momen ketika kita merasa lelah, stres, alias emosi hingga meluapkan kata-kata yang melukai kondisi psikologis anak.

Tidak semua orang tua pun sadar bahwa kalimat yang diucapkan dapat meninggalkan jejak di hati anak. Seperti kita ketahui, anak-anak tetap dalam proses belajar mengenali perasaannya, Bunda.

Oleh karena itu, setiap ucapan yang mereka dengar dari Bunda dan Ayah dapat berakibat terhadap rasa percaya diri dan kondisi emosional mereka. Ada kalanya orang tua merasa sudah bersikap tegas demi kebaikan anak.


Namun, langkah penyampaian yang kurang tepat justru dapat melukai kondisi anak. Melihat perihal tersebut, seorang terapis perilaku anak di India, Dr. Vipul Vithal, membagikan sejumlah kalimat yang kudu dihindari lantaran dapat berakibat pada kondisi psikologis anak.

Ucapan orang tua yang bisa melukai kondisi psikologis anak

Menilik dari laman The Times of India, berikut ini terdapat beberapa ucapan orang tua yang dapat berakibat pada kondisi psikologis anak:

1. "Kamu selalu membikin Bunda malu"

Saat mau berpamitan dari rumah kerabat alias paman, Bunda tentu bakal mengucapkan, "Ucapkan salam dulu kepada om ya, nak". Ketika anak menolak, ada orang tua yang kemudian mengatakan, "Kamu selalu membikin Bunda malu!".

Meski sebenarnya mau mengajarkan anak agar terbiasa bersikap sopan, langkah menegur yang dilakukan berkali-kali di depan orang lain ini bisa berakibat kurang baik. Menurut Vithal, anak bakal merasa dirinya sedang dipermalukan di hadapan orang banyak.

"Meskipun komentar-komentar ini mungkin berasal dari kemauan agar anak-anak berperilaku baik, menegur mereka berulang kali di depan umum dapat membikin anak merasa dipermalukan di depan umum," tulis Vithal.

2. "Tidak lihat Bunda sedang bekerja? Mainlah dulu dengan mainanmu"

Orang tua yang sedang sibuk bekerja kurang memberikan perhatian kepada anak. Dalam kondisi seperti itu, ucapan seperti ini kerap terucap saat anak mencoba mendekat.

Meski situasinya memang sedang capek alias banyak pekerjaan, anak tetap memerlukan perhatian dari orang tua. Jika perihal ini terjadi terus menerus, anak berpikir jika orang tua tidak perlu pada mereka.

Seiring waktu, ketika emosi anak sering diabaikan, mereka bisa berakhir untuk mengekspresikan emosinya kepada orang tua.

3. "Semua orang tidak senang lantaran kamu"

Terkadang lantaran kekecewaan, orang tua akhirnya mengucapkan kalimat-kalimat yang menyakitkan kepada anak-anak mereka. Walaupun dalam keadaan marah alias frustrasi, ucapan ini berakibat negatif bagi anak.

Mereka bisa menangkapnya sebagai corak penolakan dari orang terdekatnya. Apabila terus-menerus mendengar ucapan ini, anak merasa dirinya sebagai sumber masalah.

4. "Coba lihat orang lain"

Ada kalanya orang tua menggunakan komparasi sebagai langkah untuk memotivasi anak. Salah satunya lewat ucapan seperti "Coba lihat orang lain" yang kerap terucap dalam keseharian.

Meski niatnya mau mendorong anak agar lebih baik, langkah seperti ini justru memberi akibat yang kurang tepat. Mengapa bisa demikian?

Anak bisa merasa dirinya selalu kurang jika dibandingkan dengan orang lain. Jika terus diucapkan, rasa percaya diri mereka pun turut terpengaruh, Bunda. Anak bakal meragukan keahlian dirinya sendiri dan merasa tidak cukup baik.

Bunda kudu tahu bahwa setiap anak punya proses tumbuh yang berbeda. Akan lebih baik jika orang tua konsentrasi pada perkembangan anak tanpa membandingkannya dengan orang lain.

5. "Selesaikan tugasmu terlebih dahulu, baru datang pada Bunda"

Setiap orang tua tentu mempunyai langkah yang berbeda dalam mendisiplinkan anak. Tidak bisa dipungkiri, anak juga sesekali bakal datang kepada orang tua, baik untuk meminta perhatian, rasa sayang, maupun bantuan.

Meski tujuannya baik untuk membentuk tanggung jawab, langkah penyampaian seperti ini membikin anak merasa kasih sayang kudu 'diusahakan'. Anak mengetahui bahwa perhatian itu hanya diberikan ketika mereka sudah memenuhi syarat tertentu.

Sebagai orang tua, kita perlu memahami bahwa anak-anak memang memerlukan batasan, tetapi di sisi lain mereka juga perlu percaya bahwa mereka tetap dicintai oleh Bunda.

Itulah beberapa ucapan orang tua yang dapat melukai kondisi psikologis anak. Semoga dapat memberikan faedah ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Selengkapnya