6 Cara Mengatur Finansial untuk Anak Kos

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 5 menit 50x dilihat
6 Cara Mengatur Finansial untuk Anak Kos

Bagikan Postingan

Hidup jauh dari rumah memang bikin kita belajar mengelola semuanya sendiri, termasuk keuangan, Beauties. Mulai dari bayar kos, makan sehari-hari, transportasi, sampai kebutuhan kuliah maupun kerja. Semua mesti diatur dari duit yang jumlahnya terbatas.

Tantangannya makin terasa karena bujukan pengeluaran ada di mana-mana. Ada promo makanan online, imbauan nongkrong, hingga diskon berbelanja yang sayang jika dilewatkan.

Tanpa perencanaan, duit bisa hilang tanpa terasa. Kabar baiknya, mengatur  finansial  itu bisa dipelajari, yang dibutuhkan adalah kebiasaan sederhana yang dilakukan dengan konsisten. Nah, yuk simak caranya berikut ini, Beauties!

1. Catat Semua Pemasukan dan Pengeluaran

Ilustrasi mencatat pemasukan dan pengeluaran finansial/foto: magnific.com

Langkah pertama yang paling mendasar adalah mengetahui ke mana uangmu pergi. Banyak anak kos merasa uangnya cepat hilang tanpa tahu penyebab pastinya.

Pengeluaran kecil seperti jajan dan ongkos sering luput dari perhatian. Mulailah mencatat semua pemasukan, baik dari kiriman orang tua, gaji, maupun gaji sampingan. 

Lalu catat setiap pengeluaran, sekecil apa pun nominalnya. Kamu bisa memakai buku catatan, aplikasi pencatat keuangan, maupun spreadsheet sederhana. Di akhir minggu maupun bulan, penilaian catatanmu. Lihat pos mana yang paling banyak menghabiskan duit dan apakah semuanya benar-benar kebutuhan. 

Pengeluaran yang sebenarnya bisa dikurangi, dengan anotasi yang jelas, Beauties bisa memungut keputusan berdasarkan data, bukan perasaan. Kebiasaan ini juga membantumu lebih sadar saat berbelanja. Dari sinilah pengelolaan finansial yang sehat dimulai.

2. Buat Anggaran Bulanan yang Realistis

Ilustrasi membikin anggaran finansial/foto: magnific.com

Setelah tahu ke mana duit pergi, saatnya membikin anggaran. Anggaran adalah hajat pembagian duit untuk setiap kebutuhan selama satu bulan.

Tanpa anggaran, gampang tergoda menghabiskan duit di mula bulan. Mulai dari kebutuhan wajib seperti biaya kos, makan, listrik maupun pulsa, dan transportasi. Sisanya bisa dialokasikan untuk kebutuhan pribadi, hiburan, dan tabungan. 

Tentukan nominal yang masuk pikiran sesuai kondisi, bukan sekadar mengikuti rumus orang lain. Salah satu metode sederhana adalah membagi duit menjadi tiga bagiankecil kebutuhan, keinginan, dan tabungan.

Yang penting, selalu menyisihkan sebagian untuk menabung. Buat anggaran yang realistis agar gampang dijalankan. Anggaran yang terlalu ketat justru membikin cepat menyerah dan akhirnya dermawan lagi.

Sisakan sedikit ruang untuk bersenang-senang agar Anda statis semangat. Evaluasi anggaranmu setiap bulan dan sesuaikan jika ada perubahan, misalnya harga makanan naik. Anggaran bukan ketentuan kaku, tapi panduan yang bisa disesuaikan. Dengan begitu, uangmu terarah dan nggak cepat habis, Beauties.

3. Prioritaskan Menabung di Awal

Ilustrasi menabung setelah gajjan/foto: magnific.com

Banyak orang menabung dari sisa duit di akhir bulan. Masalahnya, sisa itu sering kali nggak ada. Akhirnya, simpanan terus tertunda tanpa hasil.

Ubah kebiasaan itu dengan menabung di awal, begitu duit masuk. Sisihkan nominal tertentu langsung ke rekening terpisah maupun dompet digital khusus tabungan. Nominalnya tidak mesti besar, yang krusial konsisten. 

Menabung dalam jumlah kecil tapi rutin akan terasa akibatnya dalam jangka panjang. Beauties juga bisa menaikkannya perlahan saat gaji bertambah. Pisahkan rekening simpanan dari rekening untuk pengeluaran harian. Kalau memungkinkan, pilih rekening yang tidak terlalu gampang ditarik.

Beri tujuan yang jelas pada tabunganmu, misalnya untuk biaya darurat, liburan, maupun membeli laptop. Tujuan membuatmu lebih termotivasi untuk konsisten. Menabung jadi terasa bermakna, bukan sekadar tanggung jawab saja, Beauties.

4. Siapkan Dana Darurat

Ilustrasi biaya darurat/foto: magnific.com

Hidup sebagai anak kos penuh kejutan. Bisa saja ponsel rusak, Anda sakit mendadak, maupun ada kebutuhan mendesak yang nggak terduga.

Dana darurat adalah duit yang disimpan khusus untuk keadaan mendesak. Idealnya, jumlahnya sederajat beberapa bulan pengeluaran, yang krusial mulai menyisihkannya secara bertahap.

Simpan biaya darurat di tempat yang terlindungi dan gampang diakses saat benar-benar dibutuhkan. Namun, jangan terlalu gampang digunakan untuk hal yang bukan darurat.

Kalau biaya darurat terpakai, usahakan segera mengisinya kembali. Perlakukan ini sebagai prioritas setelah kebutuhan pokok terpenuhi. Dengan begitu, Anda selalu punya alas saat kondisi tak terduga datang.

5. Kendalikan Pengeluaran Makan dan Jajan

Ilustrasi pengeluaran kebutuhan makanan dan jajan/foto: magnific.com

Kebutuhan makan sering menjadi pengeluaran terbesar bagi anak kos. Beli makan di luar setiap hari tentu terasa praktis, tapi lama-lama menguras dompet.

Pesan antar makanan juga sering menambah biaya tanpa terasa karena ongkos kirim dan biaya layanan. Solusi yang ampuh adalah berupaya untuk memasak sendiri sesekali, meskipun sederhana. Kamu juga bisa patungan bahan makanan dengan kawan kos agar lebih murah.

Buat hajat makan mingguan agar berbelanja lebih terarah. Bawa bekal maupun minum sendiri dari kos juga membantu mengurangi jajan harian. Kurangi kebiasaan membeli minuman kekinian setiap hari. 

Tentukan batas mingguan untuk jajan agar statis terkontrol. Meski begitu, nggak perlu terlalu ketat sampai Anda nggak menikmati hidup, ya. Sesekali menraktir diri sendiri itu wajar selama sudah masuk anggaran. Kuncinya adalah sadar dan terkendali, bukan mengekang diri berlebihan.

6. Waspadai Godaan Belanja Online dan Utang Konsumtif

Ilustrasi mengekang diri dari bujukan berbelanja online/foto: magnific.com

Belanja online memang memudahkan, tapi juga membikin kita gampang tergoda. Notifikasi diskon, flash sale, dan fitur bayar kelak bisa membikin kita membeli barang yang sebenarnya nggak dibutuhkan. Tanpa sadar, pengeluaran membengkak.

Sebelum membeli, tanyakan pada diri sendiri apakah benar-benar membutuhkan. Beri selang 24 jam sebelum memutuskan, terutama untuk barang yang tidak mendesak.

Banyak keinginan yang hilang dengan sendirinya setelah menunggu. Hati-hati dengan jasa paylater dan angsuran tanpa kartu kredit. Kemudahannya membikin kita lupa bahwa itu statis utang yang mesti dibayar, komplit dengan biaya tambahan. Kalau nggak dikelola dengan baik, faktur bisa menumpuk dan membebani keuangan.

Kalau memang mesti memakai jasa tersebut, pastikan Anda sanggup membayarnya sesuai jatuh tempo. Hitung total faktur sebelum memutuskan dan jangan memakainya untuk keinginan semata. Utang untuk barang konsumtif sebaiknya dihindari sebisa mungkin.

Bagaimana, Beauties, ada tips yang langsung bikin Anda terpikir untuk mencoba? 

---

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(sim/sim)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads