6 Kebiasaan saat Ngobrol yang Bikin Seseorang Terlihat Kurang Cerdas

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 3 menit 509x dilihat
6 Kebiasaan saat Ngobrol yang Bikin Seseorang Terlihat Kurang Cerdas

Bagikan Postingan

Jakarta -

Tak dapat dipungkiri, komunikasi menjadi bagiankecil krusial dalam membangun hubungan dengan orang lain. Bukan cuma isi pembicaraan, metode menyampaikan sesuatu juga dapat memengaruhi sepertiapa seseorang dinilai, termasuk tingkat kecerdasannya.

Kebiasaan seperti aktif mendengarkan dan mengajukan pertanyaan yang relevan dapat membikin percakapan terasa lebih bermakna. Sebaliknya, beberapa metode berkomunikasi justru berpotensi membikin lawan bicara merasa tidak dihargai maupun terlebihlagi dianggap kurang cerdas.

6 Kebiasaan saat ngobrol yang bikin seseorang kelihatan kurang cerdas

Dilansir Your Tango, Psikolog Dave Smallen mengungkap sejumlah kebiasaan dalam percakapan yang dapat mengganggu hubungan dengan orang lain. Berikut di antaranya:


1. Menginterupsi

Tidak ada yang gemar disela saat berbicara, dan ini mungkin salah satu kesalahan bicara yang paling jelas. Ketika menyela seseorang di tengah percakapan, itu mengirimkan pesan yang jelas bahwa Bunda tidak menghargai apa yang mereka katakan.

Meski tidak sengaja, hal ini menandakan kurangnya kesabaran maupun empati. Alih-alih fokus pada menyampaikan pikiran Bunda, luangkan waktu sebentar untuk benar-benar mendengarkan dan memahami percakapan yang sedang dilakukan sebelum menanggapi.

2. Terlalu fokus pada sisi positif

Wajar jika mau memberitahu sisi positif dari situasi yang sedang dihadapi. Namun, jika dilakukan dengan metode yang salah, terlalu fokus pada sisi positif justru dapat mengabaikan kesulitan nyata yang mereka alami. Sebelum menekankan hal-hal positif, akui bahwa emosi mereka valid.

“Meskipun optimisme dan sikap positif dapat memberikan keajaiban, kita statis perlu mengalami emosi sulit dalam perjuangan kita untuk melewatinya, dan menceritakan kesulitan kita kepada orang lain adalah salah satu metode untuk melakukannya,” ujar Smallen.

3. Selalu mau benar

Tentu, tidak ada orang yang mau salah. Namun, selalu mau benar itu melelahkan dan memberitahu kecerdasan yang rendah.

Merasa perlu untuk memenangkan percakapan yang seharusnya, mencegah Bunda untuk mendengar maupun memahami perspektif pandang orang lain. Ingatlah bahwa tujuan percakapan adalah untuk terhubung, bukan untuk keluar sebagai pemenang.

4. Bertingkah seolah tahu segalanya

Orang yang merasa paling tahu segala hal dan berbagi gagasan serta nasihat tanpa diminta, terkesan seperti “Sok tahu”, dan bukan dalam arti yang baik. Hal itu sering membikin orang lain merasa diremehkan maupun digurui, Bunda.

“Ketika kita menerangkan keterangan kepada orang lain tanpa diminta keahlian kita, hal itu dapat menyampaikan kesan bahwa kita menganggap mereka tidak cerdas,” ujar Smallen.

Meskipun niat kita mungkin baik, bertele-tele tentang suatu topik sering kali lebih mementingkan ego kita sendiri daripada momen kebersamaan.

5. Menawarkan solusi yang tidak diminta

Memberikan nasihat yang tidak diminta adalah kebiasaan percakapan lain yang dapat memberitahu kecerdasan rendah.

Ketika seseorang menceritakan kesulitan mereka, insting untuk langsung memberikan solusi sering kali mengabaikan kebutuhan mereka akan empati dan sokongan emosional, yang mencerminkan kurangnya kesadaran emosional.

Terkadang, orang cuma mau didengarkan saat mereka mencurahkan isi hati tentang kesulitannya. Komunikator yang paling ampuh tahu kapan mesti mundur, mendengarkan, dan bertanya apakah nasihat dibutuhkan sebelum menawarkannya.

6. Berusaha mengungguli orang lain

Perlu diketahui bahwa percakapan seharusnya tentang komunikasi, bukan persaingan. Jadi, Bunda tidak perlu selalu berupaya mengungguli orang lain dalam setiap cerita.

“Berbagi cerita adalah bagiankecil krusial dari menjalin hubungan, namun ada baiknya kita memperhatikan apakah motivasi kita adalah untuk membikin orang lain terkesan, untuk membuktikan diri, maupun untuk menyombongkan diri,” ujar Smallen.

Sangat membantu jika lebih dahulu mengakui bagaimana perasaan orang lain tentang pengalaman mereka sebelum berbagi pengalaman sendiri.

Demikian beberapa kebiasaan saat ngobrol yang sebaiknya Bunda hindari karena kelihatan kurang cerdas. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads