Sering Cari Tips Parenting di Internet? Hati-hati, Bisa Bikin Orang Tua Makin Cemas

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 165x dilihat
Sering Cari Tips Parenting di Internet? Hati-hati, Bisa Bikin Orang Tua Makin Cemas

Bagikan Postingan

Jakarta -

Banyak orang tua sering merasa cemas dalam mendidik anak-anaknya. Kekhawatiran tentang apakah sudah menjadi orang tua yang baik hingga apakah pola asuh yang diterapkan sudah tepat, terlebihlagi kerap muncul dalam keseharian.

Di tengah rasa cemas tersebut, internet menjadi tempat yang gampang untuk mencari balasan termasuk mendapatkan beragam tips parenting. Sayangnya, tidak semua tips ini bisa menjadi solusi untuk diterapkan dalam pola pengasuhan, Bunda.

Dilansir BBC, riset memberitahu bahwa sekitar dua pertiga orang tua dengan anak kecil merasa keteteran dengan banyaknya keterangan tentang pengasuhan anak yang tersedia. Mereka juga kesulitan dengan saran yang saling bertentangan, sehingga banyak yang bergeser ke media sosial untuk mencari dukungan.


Sementara itu, survei yang dilakukan oleh C.S. Mott Children's Hospital National Poll on Children's Health tahun 2023, mengungkap bahwa sebagian besar orang tua (80 persen) dari anak-anak usia 0-4 tahun menggunakan media sosial untuk membahas topik pengasuhan anak karena beragam alasan, seperti mau mendengar ide-ide yang berbeda hingga mau mengasuh anak dengan metode yang berbeda dari orang tua mereka sendiri.

Menurut survei, para orang tua menganggap situs media sosial sangat berguna untuk menemukan ide-ide baru dan bergabung dengan kelompok yang suportif. Melansir dari halaman American Academy of Pediatrics (AAP), situs-situs ini terlebihlagi dianggap bisa mengurangi rasa isolasi ketika menjadi orang tua, yang selalu dituntut untuk menjadi 'sempurna'.

Namun, dalam survei ini, orang tua juga mencatat kecemasan tentang penggunaan internet. Mereka melihat orang tua lain berbuat hal-hal yang tidak sehat bagi anak, dan mereka merasa sulit untuk membedakan antara nasihat yang baik dan buruk. Bahkan, terdapat kasus-kasus populer di mana para influencer media sosial mendorong praktik pengasuhan yang rapuh seperti membatasi akses anak-anak terhadap makanan.

Orang tua saat ini juga dihadapkan pada beragam corak pengasuhan, seperti pola asuh helikopter, yang berfokus pada pengawasan ketat dan melindungi anak dari bahaya. Kemudian, ada juga pola asuh harimau, yang melibatkan pengasuhan tegas dan harapan tinggi terhadap prestasi.

Menurut penulis Evidence-Based Parenting, Matilda Gosling, banyak tren maupun mode pengasuhan anak yang beredar di internet justru mempersulit hubungan antara orang tua dan anak.

"Beberapa orang tua berpikir 'Saya mesti menjadi orang tua yang baik dan membajak semua rintangan ini'," ungkap Gosling.

"Namun hal itu benar-benar mempersulit apa yang sebenarnya merupakan bagiankecil mendasar dari menjadi manusia, yaitu ketika kita bersikap hangat dan mencintai anak-anak serta menetapkan batasan-batasan di sekitar mereka."

Selama ini, media sosial memengaruhi opini dan pandangan bumi orang dalam beberapa cara. Salah satunya adalah dengan melihat deskripsi dan pesan yang terus-menerus membentuk kepercayaan dan nilai-nilai. Lantas, sepertiapa metode menyaring keterangan parenting dari internet?

Tips menyaring keterangan parenting dari internet

Para ahli medis memperingatkan orang tua untuk berjaga-jaga saat mencari keterangan secara online. Mereka menyarankan orang tua untuk mencari detail tentang siapa yang memberikan keterangan dan kualifikasi pemberi informasi, untuk memutuskan apakah keterangan tersebut akurat.

Selain itu, orang tua diharapkan mendiskusikan hal-hal yang mereka pelajari secara daring dengan pemasok jasa kesehatan yang mereka kenal dan percayai, seperti tabib lazim maupun apoteker.

"Saya rasa gampang bagi para ahli medis untuk mengatakan 'Internet itu mengerikan'," kata tabib lazim dan komunikator sains, Dr. Vyom Sharma, dilansir ABC News.

"Sejujurnya, tabib juga mencari keterangan di Google. Tapi ini bukan hal yang buruk. Internet adalah perpustakaan terbesar dalam sejarah manusia. Di dalamnya terdapat panduan medis dari hampir setiap negara dan makalah riset mutakhir. Masalahnya adalah di perpustakaan ini, tidak ada pustakawan yang membimbing kita."

Ada beberapa hal yang dapat Bunda lakukan untuk mendapatkan keterangan parenting yang terlindungi di internet. Berikut tipsnya:

  • Berinteraksilah dengan saluran orang tua yang secara khusus membahas keahlian literasi digital, praktik terbaik berbasis riset, dan media sosial.
  • Identifikasi konten untuk mencegah penyebaran keterangan kesehatan yang salah, seperti memerhatikan tanggal unggahan, berbuat rujukan silang untuk menentukan konsensus ilmiah, serta menimbang bukti ilmiah di atas anekdot dan cerita pribadi.

Demikian ancaman mendapatkan keterangan parenting dari internet menurut pakar. Semoga keterangan ini berguna ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads