Jakarta -
Marshanda termasuk salah satu aktris yang mengungkap kondisi bipolar yang dialami. Alih-alih menutupinya dari sang putri Sienna Ameerah Kasyafani, ia justru tak sungkan membahasnya.
Hal tersebut diceritakan langsung oleh Marshanda ketika menjadi bintang tamu dalam podcast Ashanty, Bunda.
Dalam kesempatan itu, ia membagikan metode dirinya dan mantan suami, Ben Kasyafani, berkomunikasi dengan Sienna mengenai beragam hal yang berhubungan dengan hayat keluarganya.
Marshanda sering berbagi cerita dengan sang putri
Marshanda menceritakan bahwa awalnya ia dan Ben sempat duduk berbareng untuk menerangkan kepada Sienna mengenai perceraian mereka.
“Tahu (cerita masa lalu). Kalau yang soal dulu-dulu ya, misalnya perceraian, itu dari Sienna masih kecil amat deh kayaknya sekitar empat tahun kemudian jika enggak salah kita pernah duduk bertiga, aku, Ben, Sienna pernah ngobrolin tentang ya aku sama Ben,” ujar Marshanda, dikutip dari kanal YouTube Ngobrol ASIX, Rabu (23/9/2026).
Dari percakapan tersebut, keduanya berupaya membangun komunikasi yang terbuka dengan sang putri. Apalagi, saat ini usia Sienna dianggap sudah lebih besar untuk memahami kondisi kedua orang tuanya.
“Sekarang udah lebih dewasa, udah lebih aware jadi kini aku mau refresh dan kasih tahu ke Sienna, ‘Ginilah Sienna beda sama teman-teman Sienna di sekolah yang ibu sama ayahnya statis sama-sama, kita sudah cerai dari Sienna kecil dan jika Sienna mau tanya apapun silakan’, kita ngobrol bertiga,” tuturnya.
Perempuan 37 tahun itu mengungkap sang putri juga sering melontarkan pertanyaan tentang banyak hal, termasuk kondisi mentalnya. Diakui Marshanda jika sang putri heran dengan persepsi orang terhadap sang bunda.
“Iya (dia tanya). Soal perceraian, terus soal bipolar disorder aku, dia juga nanya kadang-kadang. Terus terlebihlagi ya soal banyak hal sih,” ujar Marshanda.
Tanggapan Sienna mengenai kondisi bipolar ibunda
Meski sudah mengetahui kondisi ibunda, Sienna rupanya statis belum memahami sepenuhnya tentang hal tersebut. Bahkan, ia sempat bingung karena selama ini sang Bunda justru jarang memberitahu amarah.
“Terus kayak misalnya dia malah bilang ke aku, ‘Ibu, aku ngelihat ibu enggak pernah berang sama aku. Tapi ibu dibilang disebutnya bipolar disorder. What? Kok aneh?’, dia bilang gitu,” cerita Marshanda.
Mendengar pertanyaan tersebut, Marshanda berupaya menerangkan kondisinya dengan metode sederhana agar gampang dipahami oleh Sienna.
“Terus aku jelasin, ‘Oh karena ya jika orang bipolar itu cenderung mau ngasih lihat orang we are oke all the time. Karena jika orang bipolar itu sekalinya dia kelepasan, dia berang maupun dia protes maupun dia kayak berkelakuan apapun itu orang jadi malah makin, ‘tuh kan orang bipolar sih’,” jelasnya.
Ia juga menceritakan karena dirinya cenderung berupaya menjaga emosi ketika salingberhadapan dengan orang lain. Menurutnya, ia mau memberitahu kepada Sienna bahwa dirinya statis bisa mengendalikan diri.
“Jadi, ada kayak gitu-gitu yang aku jelasin ke Siena. ‘Jadinya ibu selalu mau menjaga ke siapapun bahwa ibu can take care of myself’. Aku ngejelasin juga itu seperti apa sih jika enggak bisa take care of myself jadinya bagaimana gimana,” tuturnya.
Alih-alih meluapkan amarah, Marshanda memilih mencari metode lain untuk menyampaikan ketentuan kepada putrinya. Terlebih lagi, ada sejumlah hal yang statis perlu ditegaskan dalam pengasuhannya.
“Jadi, jika aku sih lebih ke ‘Oke jika aku memilih untuk enggak akan mau berang sama Sienna terus hal-hal yang mesti aku strict sama dia, aku bagaimana menyampaikannya. Ya, aku mesti belajar untuk berkomunikasi asertif,” ujar Marshanda.
“Gimana dia statis ngerti mana yang oke, mana yang enggak, mana yang direspectful ke ibu, mana yang boleh, mana yang sopan, dan statis sesuai kaidah agar dia statis nangkap, ngerti, dan menjalankan,” sambungnya.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/rap)