Bunda, menjaga kesehatan paru-paru tak kalah krusial dari memperhatikan kualitas udara di rumah alias mempertahankan daya tahan tubuh.
Sebagai organ utama dalam sistem pernapasan, paru-paru perlu dirawat agar tetap berfaedah optimal dan membantu tubuh mendapatkan oksigen yang cukup. Terlebih, beragam penyakit pernapasan seperti flu, COVID-19, hingga asma dapat memengaruhi fungsinya.
Kabar baiknya, ada sejumlah kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga paru-paru tetap sehat. Lantas, apa saja yang dapat Bunda lakukan? Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini.
6 Kebiasaan sederhana untuk menjaga paru-paru tetap sehat
Melansir dari REAL SIMPLE, berikut beberapa langkah untuk menjaga paru-paru Bunda tetap kuat dan sehat setiap saat:
1. Olahraga secara teratur
Olahraga adalah kunci bagi banyak aspek kesehatan, dan sama pentingnya untuk kekuatan paru-paru.
“Paru-paru berjuntai pada otot-otot di rongga dada. Untuk menjaga agar paru-paru tetap memompa dengan kuat, kita perlu menjaga otot-otot kita tetap bugar,” ujar kepala petugas medis American Lung Association, Albert Rizzo, MD, FACP.
Latihan kardiovaskular adalah langkah terbak yang dapat Bunda lakukan dan hanya memerlukan waktu selama 20 hingga 30 menit sehari.
“Ini bisa berupa jalan kaki di tanjakan alias apalagi menambahkan beberapa aktivitas aerobik ke latihan kekuatan kamu,” ujar pembimbing pribadi Gunnar Peterson, CSCS, CPT.
Berjalan kaki adalah corak latihan kardiovaskular yang bagus, membantu mencapai bagian paru-paru yang lebih dalam.
2. Meningkatkan asupan vitamin D
Vitamin D sangat krusial untuk kesehatan tulang dan paru-paru. Penelitian menunjukkan bahwa kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan defisit kegunaan paru-paru dan mengubah strukturnya.
Jika kekurangan vitamin D, Bunda bisa mendapatkannya melalui makanan seperti ikan berlemak, kuning telur, keju, alias suplemen vitamin D.
Mendapatkan cukup vitamin D sangat krusial jika Bunda mempunyai kondisi yang mengganggu kegunaan paru-paru, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) alias asma.
3. Melatih pernapasan
Stres dapat merusak tubuh, termasuk sistem pernapasan. Pernapasan dalam berfaedah untuk mengurangi stres, dan pernapasan diafragma, pernapasan otak, serta pernapasan bibir mengerucut dapat membantu meningkatkan kapabilitas paru-paru, terutama setelah pulih dari jangkitan pernapasan alias penyakit kronis lainnya.
“Dengan berfokus pada pernapasan yang disengaja, menarik dan mengembuskan napas selama hitungan empat, alias pernapasan perut, Anda bakal mendapatkan kembali rasa tenang dan mengurangi stres dan kecemasan,” ujar pembimbing meditasi dan pembimbing pola pikir, Kelley Gren.
Ketika stres, cobalah beragam jenis latihan pernapasan untuk membantu menenangkan sistem saraf dan melatih paru-paru.
4. Tidur yang cukup
Masih belum ada kepastian kenapa tidur baik untuk paru-paru, tetapi kurang tidur dapat berakibat negatif pada sistem kekebalan tubuh secara keseluruhan.
“Kita tidak mengetahui sistem pastinya, tetapi kita tahu bahwa tidur sangat krusial untuk banyak masalah kesehatan, termasuk perbaikan otot,” ujar Rizzo.
Dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun akibat kurang tidur, Bunda menjadi lebih rentan terhadap jangkitan pernapasan. Infeksi tersebut dapat semakin melemahkan paru-paru.
5. Segera menangani indikasi saat muncul
Meskipun mungkin tampak tidak apa-apa untuk membiarkan semuanya melangkah apa adanya, sangat krusial untuk mengobati indikasi paru-paru akibat alergi, asma, alias kondisi kronis lainnya.
Melakukan perihal itu bakal membantu menjaga kegunaan paru-paru secara keseluruhan dan mencegah komplikasi yang lebih serius.
Sebagai contoh, jika diperlukan istirahat, antihistamin dapat membantu mengurangi respons peradangan di saluran pernapasan yang disebabkan oleh reaksi alergi.
Kortikosteroid dan inhaler bronkodilator untuk asma dapat meningkatkan pertukaran oksigen dan membatasi eksaserbasi akut.
6. Hindari kebiasaan tidak sehat
Bagian terakhir yang dapat Bunda lakukan adalah menghindari hal-hal yang memang jelek bagi paru-paru.
Merokok dan menggunakan rokok elektrik tentu saja dilarang, tetapi waspadai juga paparan Bunda terhadap perapian dan kompor kayu bakar, yang dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan.
Ketika berolahraga, hindari tempat-tempat dengan kualitas udara yang jelek alias keramaian besar di mana Bunda tidak mempunyai ruang untuk bernapas. Praktikkan juga cuci tangan yang baik, hindari orang sakit, dan dapatkan vaksinasi untuk perlindungan lebih lanjut.
Nah, itulah beberapa kebiasaan sehat yang dapat Bunda lakukan untuk menjaga paru-paru lebih optimal. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)