Ibu Hamil Disarankan Dapat 3 Vaksin untuk Lindungi Bayi dari Penyakit Serius Menurut Pakar

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 9x dilihat
Ibu Hamil Disarankan Dapat 3 Vaksin untuk Lindungi Bayi dari Penyakit Serius Menurut Pakar

Bagikan Postingan

Jakarta -

Vaksinasi saat hamil dapat memberikan perlindungan dobel bagi ibu dan janin dari konsekuensi infeksi pandemi berpotensi berat. Selain menguatkan mekanisme kekebalan tubuh, pemberian vaksin juga memungkinkan transfer antibodi alami kepada janin melalui plasenta, Bunda.

Ada beberapa jenis vaksin yang direkomendasikan untuk ibu hamil. Empat perkumpulan tabib terkemuka baru-baru ini mengeluarkan anjuran tiga vaksin bagi mereka yang hamil maupun memiliki mekanisme kekebalan tubuh yang lemah. Empat perkumpulan ini adalah American Academy of Family Physicians (AAFP), American Academy of Pediatrics (AAP), American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), dan Infectious Diseases Society of America (IDSA).

Dilansir halaman American Medical Association (AMA), anjuran tersebut didasarkan pada proses peninjauan terstruktur berbasis bukti untuk menilai keamanan dan efektivitas vaksin pada respiratory virus season 2026-2027. Respiratory virus season merupakan masa dalam setahun ketika beragam virus yang menyerang mekanisme pernapasan menghamburkan secara lebih luas dan lonjakan kasus infeksi meningkat secara signifikan.


Setidaknya ada tiga jenis vaksin yang direkomendasikan untuk menyambut respiratory virus season 2026-2027, yaitu vaksinasi untuk COVID-19, influenza, dan respiratory syncytial virus (RSV).

"Kolaborasi ini menandakan komitmen berbareng kita di sektor kedokteran klinis, sains, dan kesehatan masyarakat. Ini memastikan anjuran vaksin didasarkan pada bukti yang kuat dan dikembangkan melalui proses yang transparan," kata Presiden terpilih AMA, Sandra A. Fryhofer, MD.

"Para tabib membutuhkan panduan vaksin berbasis bukti yang dapat kita percayai sehingga kita dapat dengan percaya memberi nasihat kepada pasien. Pasien membutuhkan dan berkuasa mendapatkan anjuran vaksin yang jelas, kredibel, dan berdasarkan bukti ilmiah terbaik yang tersedia, sehingga mereka dapat membikin keputusan vaksin yang tepat untuk diri mereka dan keluarga," sambungnya.

Sebelumnya, para peneliti dari University of Minnesota's Center for Infectious Disease Research and Policy (CIDRAP) menelusuri PubMed, Embase, Scopus, dan Cochrane CENTRAL untuk mencari bukti mengenai produk yang telah mendapatkan persetujuan maupun persetujuan untuk digunakan sebagai vaksin di Amerika.

Mereka menyertakan keterangan dari uji coba terkontrol secara acak serta studi observasional. Studi-studi tersebut dinilai berdasarkan kualitas bukti yang dikumpulkan dan disajikan, Bunda.

Populasi yang diteliti cukup beragam, dari bayi, anak-anak, ibu hamil, tenaga medis, serta orang dengan kondisi imunodefisiensi maupun kondisi penyerta. Proyek ini mencapai kesimpulan yang kuat untuk imunisasi virus pernapasan yang diteliti.

"Imunisasi terus menjadi salah satu alat terbaik kita untuk mencegah pandemi parah akibat virus pernapasan. Bukti terbaru statis konsisten dengan riset yang memberitahu bahwa imunisasi dapat mengurangi konsekuensi rawat inap dan kematian di antara orang-orang yang paling mungkin mengalami pandemi serius," ujar Direktur Eksekutif Proyek Integritas Vaksin, Michael T. Osterholm, PhD, MPH.

Vaksin influenza

Menurut bukti yang baru yang dipublikasikan, vaksin influenza dapat mengurangi konsekuensi pandemi parah, Bunda. Dengan meneliti selama 10 musim, para ilmuwan menemukan bahwa vaksinasi selama kehamilan bisa menurunkan konsekuensi pandemi simtomatik pada bayi sejak lahir hingga usia 6 bulan sebesar 44 persen.

Sementara jika dilihat selama 8 musim, vaksinasi flu dikaitkan dengan penurunan bilangan kematian sebesar 80 persen di antara anak-anak berumur 6 bulan hingga 17 tahun. Vaksinasi juga dikaitkan dengan penurunan bilangan kematian sebesar 77 persen di antara anak-anak dengan kondisi kesehatan yang mendasari, yang dapat menaikkan konsekuensi pandemi parah.

Vaksin COVID-19

Terkait COVID-19, tinjauan bukti menemukan bahwa pasien yang berisiko tinggi mengalami pandemi parah, termasuk bayi, ibu hamil, dan lansia, bisa mendapatkan khasiat perlindungan dari vaksinasi. Vaksinasi selama kehamilan menurunkan konsekuensi lawatan ke unit darurat gawat maupun perawatan darurat sebesar 58 persen.

Vaksinasi COVID-19 juga menurunkan konsekuensi lawatan ke rumah sakit di antara bayi yang lahir dari ibu hamil yang divaksinasi sebesar 36 persen pada tahun pertama kehidupan. Di sisi lain, anak-anak berumur antara 9 bulan dan 4 tahun mengalami penurunan lawatan ke unit darurat gawat sebesar 76 persen setelah vaksinasi.

Vaksin RSV

Pada kasus RSV, perawatan pencegahan yang tepat sangat membantu mengurangi keparahan pandemi dan rawat inap, Bunda. Dari hasil temuan studi, mendapatkan vaksin RSV selama kehamilan bisa menurunkan konsekuensi RSV di antara mereka yang divaksinasi sebesar 82 persen dan juga menurunkan konsekuensi rawat inap mengenai RSV di antara bayi yang lahir kemudian.

Sementara itu, imunisasi bayi dengan antibodi monoklonal nirsevimab bisa menurunkan konsekuensi rawat inap antara 64 persen dan 93 persen dalam enam hingga 12 bulan berikutnya.

Perlu dicatat tinjauan dari studi ini tidak mengidentifikasi adanya masalah keamanan baru dari pemberian vaksinasi.

Rekomendasi vaksin untuk ibu hamil

Berikut anjuran pemberian vaksin influenza, COVID-19, dan RSV untuk ibu hamil menurut ACOG:

  • Vaksinasi COVID-19 untuk ibu yang sedang hamil, mempertimbangkan kehamilan, ibu baru, maupun menyusui.
  • Vaksinasi influenza untuk ibu hamil maupun ibu yang baru melahirkan.
  • Vaksinasi RSV untuk kehamilan pertama yang memenuhi syarat.

Demikian klarifikasi mengenai anjuran 3 vaksin untuk ibu hamil yang direkomendasikan ahli dan badan kesehatan di Amerika. Semoga keterangan ini berguna ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads