7 Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Kebiasaan yang Terkesan Malas

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 5 menit 67x dilihat
7 Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Kebiasaan yang Terkesan Malas

Bagikan Postingan

Orang cerdas sering dikaitkan dengan kebiasaan berbuat sesuatu dengan terorganisasi, selalu cekatan, dan disiplin dalam segala aspek. Namun, kebiasaan tersebut tidak selalu akurat, Bunda.

Ternyata ada kebiasaan-kebiasaan yang terkesan malas, tetapi itu menjadi metode mengenali orang IQ tinggi. Hal ini karena orang dengan IQ tinggi tahu kapan mesti mengerahkan kemampuannya. Mereka yang memiliki kecerdasan juga tahu seberapa jauh batas mental, fisik, dan emosinya.

7 Cara mengenali orang dengan IQ tinggi

Dilansir halaman Psychology Today dan Your Tango, inilah tujuh metode mengenali orang dengan IQ tinggi berdasarkan kebiasaan yang terkesan malas. Yuk, Bunda, simak penjelasannya.


1. Menghindari kerja keras

Meskipun kelihatan bertentangan dengan apa yang diketahui sebagian orang, menghindari kerja keras jadi salah satu metode mengenali orang dengan IQ tinggi. Yang dimaksud menghindari kerja keras ini adalah orang dengan kecerdasan tinggi umumnya tidak berbuat upaya yang tidak perlu.

Orang dengan IQ tinggi biasanya mengutamakan bekerja dengan metode yang efisien. Dalam riset Intelligence and Neural Efficiency yang dipublikasikan di Neuroscience & Biobehavioral Reviews tahun 2009, dijelaskan asumsi efisiensi saraf dari kecerdasan.

Dalam riset tersebut, diperoleh kenyataan bahwa orang yang memiliki kecerdasan tinggi cenderung memberitahu aktivasi otak yang lebih rendah saat berbuat tugas kognitif. Meskipun beberapa orang mungkin salah mengira ini sebagai tanda ketidakterlibatan, sebenarnya itu karena otak mereka bekerja lebih efisien daripada yang lain. 

Orang cerdas dapat menghasilkan penyelesaian masalah yang sama baiknya dengan orang yang mengikuti metode secara urut. Apabila orang buruh keras mengikuti cara penyelesaian berdasarkan urutan. Orang cerdas cenderung melihat pola lain dan pada akhirnya mencapai solusi dalam waktu yang lebih efisien.

Karena itulah orang cerdas terkadang dianggap malas karena tidak berupaya terlalu keras. Namun, mereka sebenarnya menggunakan alur kerja yang efisien.

2. Sering tidur lebih durasi maupun tidur siang

Sering tertidur jadi salah satu kebiasaan yang dianggap malas. Namun, kebiasaan ini jadi salah satu metode mengenali orang dengan IQ tinggi.

Dalam riset berjudul Nap Sleep Spindle Correlates of Intelligence yang diterbitkan Scientific Reports pada tahun 2015, para peneliti melihat adanya kaitan antara fluid intelligence dan pola tidur. Dilansir halaman Very Well Mind, fluid intelligence berhubungan dengan kapasitas seseorang untuk berakal dan berpikir secara fleksibel.

Berdasarkan penelitian, terdapat gejala yang disebut sleep spindles saat seseorang tidur siang. Ini merupakan ledakan aktivitas otak yang terjadi pada tahap-tahap tertentu tidur. Fenomena ini diyakini berkontribusi pada konsolidasi memori dan pembelajaran.

Para peneliti menemukan hubungan positif antara fluid intelligence dan durasi sleep spindles ini. Secara sederhana, ini berarti bahwa individu dengan kecerdasan lebih tinggi memberitahu pola tidur yang mengenai dengan pemrosesan kognitif yang lebih efektif, terlebihlagi saat tidur siang.

Tidur merupakan proses aktif yang melibatkan konsolidasi memori, peraturan emosi, pemecahan masalah kreatif, dan penalaran kompleks. Inilah sebabnya ketika seseorang kurang tidur, otak dapat tidak bisa berguna dengan kapabilitas penuh. Sehingga, fokus seseorang dapat berkurang, pengambilan keputusan memburuk, dan respons emosional menjadi lebih sulit dikendalikan. 

3. Kebiasaan tidak bereaksi terhadap sesuatu

Ketika terjadi konflik, bernada maupun melawan jadi hal yang lazim dilakukan. Namun, orang yang memiliki kecerdasan tinggi ada kalanya mereka tampak tidak tidak peduli dengan drama tertentu.

Dalam beberapa kasus, memilih untuk tidak bereaksi merupakan metode mengenali orang dengan IQ tinggi, alih-alih bentuk ketidakpedulian. 

Merujuk riset Exploring the associations between work addiction, emotional intelligence, psychological detachment, and interpersonal conflicts in young employees yang dipublikasikan di jurnal Frontiers in Public Health tahun 2025, dijelaskan seseorang dengan kecerdasan emosional yang lebih tinggi memiliki pengelolaan stres dan emosi yang baik.

Menurut para peneliti, salah satu penyebab utamanya adalah psychological detachment, yaitu kapasitas melepaskan pikiran dari sumber stres, khususnya urusan kerja di luar pekerjaan. Kemampuan ini sangat berhubungan dengan kesehatan mental yang lebih baik dan hayat yang lebih sejahtera secara keseluruhan. 

Menunda pekerjaan sering dikaitkan dengan kebiasaan malas. Namun, mengacu artikel jurnal Understanding the cognitive and genetic underpinnings of procrastination: Evidence for shared genetic influences with goal management and executive function abilities yang diterbitkan di National Library of Medicine tahun 2015, orang cerdas menunda pekerjaan bukan karena malas, tetapi mereka memiliki pemikiran kompleks di otak mereka setiap saat.

Ketika datang sebuah pekerjaan, mereka mulai membayangkan banyak kemungkinan secara kompleks, seperti memikirkan apa yang mesti dilakukan dan berapa durasi waktu yang dibutuhkan.

5. Cenderung membisu dalam percakapan

Dalam sebuah percakapan, tidak jarang orang dengan kecerdasan tinggi memilih untuk lebih banyak diam. Ini bukan merupakan bentuk ketidakpedulian terhadap apa yang dikatakan lawan bicara, tetapi orang dengan IQ tinggi cenderung memiliki pikiran yang kompleks dan dalam.

Ketika mereka tidak berbicara, otak mereka bekerja keras untuk mengelola jutaan ide, pemikiran, dan potongan keterangan secara internal. Terutama dalam situasi sosial, ada banyak keterangan yang menurut mereka perlu diuraikan.

6. Menolak mengerjakan banyak hal demi kelihatan sibuk

Kegiatan multitasking sering memberi kesan seseorang bekerja keras. Namun, mengutip halaman Harvard Health Publishing,  pada kenyataannya kebiasaan tersebut justru menguras daya dan menurunkan produktivitas. 

Ketika seseorang berganti tugas dengan durasi yang cepat, itu dapat menguras energi. Sehingga, seseorang dapat kesulitan berbuat pekerjaan secara efisien dan berbuat dengan cermat pada setiap tugas. 

Orang dengan kecerdasan tinggi umumnya menolak untuk multitasking bukan karena malas. Namun, mereka mengerti batas kapasitas mereka untuk menghasilkan performa yang baik.

7. Sering berangan-angan maupun melamun

Kebiasaan yang jadi salah satu metode mengenali orang IQ tinggi adalah sering berangan-angan maupun melamun. Kebiasaan ini dilakukan seseorang sebagai metode mereset otak, memproses informasi, membuang hal-hal yang tidak dibutuhkan, serta mengamankan ingatan yang diperlukan.

Orang dengan kecerdasan tinggi cenderung menjadikan kebiasaan ini sebagai proses efisiensi. Mereka memungut selang sejenak, terkadang di bawah lingkungan sadar, untuk menghindari keteteran dan stres, serta menjernihkan pikiran. 

Itulah tujuh metode mengenali orang IQ tinggi dari kebiasaan yang kelihatan malas, Bunda. Orang dengan kecerdasan tinggi umumnya tahu kapan mesti mengerahkan kemampuannya dan mengerti batasan. Sehingga, mereka memprioritaskan tugas yang perlu, serta menghindari pekerjaan yang tidak perlu.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads