Jakarta -
Tidak semua orang doyan mengikuti buletin setiap hari. Namun, bagi sebagian orang, mengetahui perkembangan terbaru dari buletin sudah menjadi bagian dari rutinitas.
Kebiasaan ini rupanya tidak hanya mencerminkan rasa mau tahu seseorang, Bunda. Orang yang sangat suka memandang buletin biasanya kerap menunjukkan sejumlah karakter, kepribadian, dan langkah pandang tertentu.
Lantas, apa saja karakter kepribadian orang yang sangat suka memandang berita? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
Ciri kepribadian orang yang sangat suka memandang berita
Melansir dari laman Your Tango, berikut tujuh karakter kepribadian yang kerap dimiliki oleh orang yang sangat suka memandang berita:
1. Pribadi yang suka penasaran
Seseorang yang selalu menonton buletin biasanya mempunyai rasa mau tahu yang kuat, Bunda. Orang-orang ini tidak menonton buletin lantaran takut, melainkan lantaran kemauan untuk belajar sebanyak mungkin. Mungkin mereka mempunyai minat yang tulus pada politik alias lingkungan yang mendorong mereka untuk menonton berita.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Personality and Individual Differences tahun 2024 menyimpulkan bahwa orang dengan tingkat keterbukaan yang lebih tinggi umumnya lebih sering mencari berita, meskipun angka-angka tersebut tidak selalu sesuai dengan kenyataan.
Orang yang selalu menonton buletin secara alami mempunyai rasa mau tahu. Mereka mau tahu lebih banyak tentang bumi tempat mereka tinggal, dan mereka berpikir menonton buletin adalah salah satu langkah terbaik untuk melakukannya.
2. Mereka mempunyai pribadi yang neurotik
Neurotik merupakan kondisi yang menunjukkan ketidakstabilan emosi, dengan karakter utama mudah resah dan cemas tanpa alasan. Orang yang tidak bisa berakhir menonton semua buletin biasanya condong sedikit neurotik.
"Kita memang terprogram untuk mencari informasi, dan kita sering berjuang melawan kekhawatiran ketika kita merasa tidak percaya tentang sesuatu," kata psikolog klinis Dr. Adam S. Anderson.
Orang-orang neurotik suka menonton buletin lantaran mau mengetahui semua potensi ancaman yang bakal terjadi di masa mendatang. Mereka berpikir dapat menghadapi apa yang mungkin terjadi dengan lebih mudah jika mereka mempersiapkan diri sebelumnya, dan mereka tidak dapat mempersiapkan diri jika mereka tidak mengetahui info apa pun.
3. Orang yang teliti
Seseorang yang teliti mempunyai kemauan untuk melakukan perihal yang benar, yang berfaedah mereka juga merasakan tanggung jawab. Menonton alias tidak menonton buletin sebenarnya tidak menentukan apakah kita melakukan perihal yang betul alias salah, tetapi bakal mudah bagi orang-orang yang teliti ini untuk menyamakan kemauan mereka untuk bertanggung jawab dengan mengetahui kebenaran dan tetap mendapatkan informasi.
Salah satu langkah seseorang teliti dapat memilih untuk menonton buletin dengan penuh tanggung jawab adalah dengan mencari sumber yang paling dapat diandalkan. Saat menonton berita, mereka biasanya tidak bakal condong ke info yang berkarakter sensasi saja, Bunda.
"Berfokus pada media yang dikenal hanya melaporkan kebenaran dapat menjadi langkah yang sehat untuk menghadapi siklus berita. Hal ini memungkinkan seseorang untuk mempertahankan rasa tanggung jawab sekaligus menjaga kesehatan mentalnya," ujar psikolog Logan Jones.
4. Tidak mau merasa dikucilkan
Orang yang suka menonton buletin mungkin melakukannya lantaran tidak mau dikucilkan. Mereka takut ketinggalan info alias mengalami Fear of Missing Out (FOMO).
Untuk sementara waktu, tetap mendapatkan info terkini memang dapat membikin kita merasa lebih baik tentang keadaan bumi dan memberi kita emosi bahwa kita mempunyai kendali. Sayangnya, perihal itu condong meningkatkan kekhawatiran dalam jangka panjang, sehingga krusial bagi kita untuk selektif dalam memilih berita.
5. Orang yang waspada
Sebagian orang lebih waspada daripada yang lain, dan penonton buletin biasanya termasuk dalam kategori ini. Mereka merasa perlu mengetahui apa yang terjadi di bumi lantaran mereka mau menyadari potensi ancaman yang mungkin muncul.
Ada kemungkinan bahwa orang-orang ini apalagi mungkin tidak betul-betul menikmati menonton berita, tetapi mereka tetap merasa mempunyai tanggungjawab untuk melakukannya. Tidak ada yang salah dengan bersikap waspada, tetapi krusial untuk mewaspadai tanda-tanda hipervigilansi alias kondisi ketika seseorang merasa waspada secara berlebihan.
6. Pemikir yang berpikir secara katastrofik
Orang yang senang menonton buletin mungkin mempunyai kepribadian sebagai ahli filsafat yang suka berpikir secara katastrofik. Istilah ini sering dipakai untuk menggambarkan situasi yang rawan hingga bisa menyebabkan kehancuran.
Orang-orang yang mempunyai pola berpikir ini mungkin lebih tertarik pada buletin daripada orang lain lantaran mereka perlu mengetahui seberapa besar kemungkinan perihal mengerikan itu betul-betul terjadi. Mereka memantau setiap potensi krisis dengan jeli untuk memastikan perihal tersebut tidak meluas.
7. Pribadi yang suka berempati
Alasan orang menonton buletin tidak selalu tentang malapetaka dan kesedihan. Terkadang, mereka melakukannya karana tidak bisa mengalihkan pandangan dari penderitaan orang lain alias tengah berempati.
Sekadar menonton buletin jarang sekali betul-betul membantu orang lain, tetapi perihal itu dapat memberi seseorang emosi bahwa mereka memilih untuk tidak meninggalkan orang-orang yang sedang menderita. Hal ini dapat menyebabkan kelelahan empati, Bunda.
"Kondisi kelelahan dan disfungsi (empati), secara biologis, fisiologis, dan emosional, terjadi sebagai akibat dari paparan berkepanjangan terhadap stres empati," ungkap psikolog Charles Figley.
Demikian tujuh karakter kepribadian orang yang sangat suka menonton berita. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·