Pakar Parenting Ungkap "Kalimat Ajaib" agar Anak Mau Mendengarkan dan Disiplin Tanpa Dipaksa

Jul 05, 2026 01:00 PM - 1 bulan yang lalu 28509

Mengingatkan anak untuk melakukan rutinitas setiap harinya memang tidak selalu mudah, setuju tidak, Bunda? Tak jarang, perihal mini justru berhujung dengan adu pendapat lantaran mereka sulit diajak bekerja sama.

Banyak orang tua yang akhirnya kudu mengulang permintaan yang sama, mulai dari menyikat gigi, mematikan televisi, hingga menyelesaikan tugas sekolah. Seorang master parenting asal India, Parikshit Jobanputra, menyampaikan bahwa langkah orang tua menyampaikan pesan dapat memengaruhi respons anak.

Jobanputra menjelaskan bahwa perubahan dalam langkah berkomunikasi bisa membikin perbedaan yang besar. Anak bakal lebih mudah mendengarkan ketika mereka merasa dilibatkan.


Karena itu, dia menyarankan orang tua untuk tidak selalu memberi perintah secara langsung. Sebaliknya, gunakan langkah berbincang yang lebih positif agar anak merasa lebih termotivasi mengikuti arahan.

Untuk membantu Bunda, Jobanputra membagikan beberapa "kalimat ajaib" yang dapat membikin anak lebih mau mendengarkan dan belajar disiplin tanpa kudu dipaksa oleh orang tua.

Dilansir dari laman The Times of India, berikut ini beberapa "kalimat ajaib" yang direkomendasikan master parenting agar anak lebih mau mendengarkan dan belajar disiplin.

1. "Saatnya membersihkan semua kuman di gigimu"

Alih-alih mengatakan, "Cepat sikat gigi sekarang," Bunda bisa mengatakan, "Saatnya membersihkan semua kuman di gigimu". Lewat ungkapan ini, anak merasa seperti sedang menjalankan sebuah tugas.

Instruksi yang dikemas seperti ini lebih mudah diterima oleh anak. Mereka tidak merasa sedang diperintah, tetapi justru merasa diajak melakukan sesuatu yang menyenangkan.

Dengan pendekatan ini, rutinitas harian jadi lebih ringan dan tidak memicu penolakan dari anak. Bunda pun jadi tidak perlu mengulang perintah acapkali lantaran anak lebih sigap menanggapinya.

2. "Yuk, kita bersenang-senang berbareng dan bermain sesuatu yang seru"

Daripada mengatakan, "Matikan TV sekarang" lebih baik mengatakan, "Yuk, kita bersenang-senang berbareng dan bermain sesuatu yang seru". Dengan begitu, anak lebih mudah beranjak konsentrasi tanpa merasa kegiatannya diambil secara tiba-tiba.

Bunda kudu tahu bahwa momen saat kudu menghentikan waktu menonton kerap menjadi tantangan di rumah. Kalau langsung diminta berhenti, anak biasanya mudah menolak lantaran tetap merasa asyik.

3. "Waktunya melatih otak. Mari kita kerjakan PR"

Bunda, pekerjaan rumah tidak jarang momen yang membikin anak malas lantaran terasa seperti beban. Kalau langsung diperintah, mereka juga condong sigap menolak.

Alih-alih mengatakan, "Kerjakan pekerjaan rumahmu," Bunda bisa mengatakan, "Waktunya melatih otak. Mari kita kerjakan PR". Dengan langkah ini, PR terasa seperti tantangan yang bermanfaat, bukan sekadar kewajiban.

4. "Mari kita istirahatkan tubuh agar bisa bermain lebih banyak lagi besok"

Bunda, menghentikan waktu bermain anak memang jadi momen yang tidak mudah. Anak biasanya tetap mau melanjutkan kesenangannya sehingga perlu langkah yang lebih lembut untuk mengarahkannya.

Daripada berkata, "Waktu bermain sudah berakhir," Bunda dapat mengatakan, "Mari kita istirahatkan tubuh agar bisa bermain lebih banyak lagi besok". Lewat kalimat ini, anak mengerti bahwa bermain ada waktunya tersendiri yang perlu dipatuhi.

5. "Yuk, kita kembalikan mainan ke tempatnya agar bisa dimainkan lagi nanti"

Bunda bisa mengganti kalimat "Bersihkan mainanmu," menjadi rayuan yang lebih lembut seperti mengembalikan mainan ke tempat semula agar bisa dimainkan lagi nanti.

Saat anak diminta berakhir bermain, mereka suka menolak lantaran merasa kesenangannya bakal hilang. Namun, ketika diarahkan dengan kalimat yang lebih halus, anak bakal mengerti bahwa mereka tetap bisa bermain lagi setelahnya.

6. "Saatnya kita rileks dan masuk ke dalam mimpi yang indah"

Selanjutnya, Bunda dapat mengubah kalimat "sudah waktunya tidur" dengan rayuan yang lebih lembut, seperti membujuk anak untuk tenang dan memasuki bumi mimpi yang nyaman.

Dengan langkah ini, anak mudah menerima rutinitas tidur tanpa kudu banyak penolakan. Mereka juga bisa memandang waktu tidur sebagai momen yang menyenangkan dan ditunggu-tunggu.

7. "Mari kita kembali ke aktivitas, bermain bersama, dan membikin kenangan indah"

Sebagai orang tua, kita mungkin suka merasa jengkel jika anak susah berakhir saat sedang enak-enak dengan gadget. Jika langsung diminta berhenti, mereka biasanya merasa enggan dan belum siap untuk beralih.

Daripada mengatakan, "Tinggalkan gadgetmu," Bunda bisa mengatakan, "Mari kita kembali ke aktivitas, bermain bersama, dan membikin kenangan indah". Dengan langkah ini, anak pun tidak merasa dipaksa oleh orang tuanya.

Itulah penjelasan dari master parenting mengenai "kalimat ajaib" agar anak lebih mau mendengarkan dan belajar disiplin tanpa kudu dipaksa. Semoga dapat berfaedah ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Selengkapnya