Jakarta -
Memasuki usia 3 bulan, bayi biasanya akan mulai bahagia mengamati bumi sekelilingnya. Untuk mengoptimalkan proses ini, Bunda bisa memberikan beragam stimulasi sederhana di rumah.
Bayi kini tak lagi cuma tidur dan menyusu, tapi juga lebih aktif memperhatikan wajah, merespons suara, tersenyum, menggerakkan tangan dan kaki, serta mencoba meraih barang di sekitarnya.
Dikutip dari Raising Children, pada rentang usia ini biasanya para bayi juga mulai belajar tentang emosi dan metode berkomunikasi.
Bayi juga mulai mengenal dan menyukai wajah Bunda, tetapi mereka mungkin juga tertarik pada wajah-wajah baru lain yang ada di sekitar. Secara umum, bayi usia 3 bulan menuju 4 bulan pun mulai mengenali bunyi Bunda.
Perkembangan bayi 3 bulan
Setiap bayi memiliki kecepatan evolusi yang berbeda. Tapi secara umum, berikut beberapa kapasitas dan evolusi bayi pada usia 3 bulan:
1. Kontrol imam semakin kuat
Saat tengkurap, bayi mulai berupaya untuk dapat mengadopsi kepalanya. Gerakan tubuhnya juga mulai lebih terkoordinasi dibandingkan ketika baru lahir.
American Academy of Pediatrics (AAP) mengutarakan bahwa pada rentang usia 1–4 bulan, bayi secara berjenjang mengalami peningkatan kontrol terhadap tubuh dan gerakannya.
2. Mulai tersenyum dan tertarik berinteraksi
Bayi 3 bulan umumnya semakin sering tersenyum, terutama ketika melihat wajah maupun mendengar bunyi orang yang dikenalnya. Si Kecil juga mulai gemar berhubungan dengan orang lain dan menjadi lebih ekspresif melalui wajah maupun pergerakan tubuh.
Pada usia ini, bayi juga dapat mulai meniru beberapa pergerakan maupun ekspresi sederhana dari orang di sekitarnya.
3. Mengoceh
Bayi baru lahir mungkin sudah bisa mengeluarkan suara-suara kecil yang halus dan menggemaskan, namun mulai dari usia 3 bulan hingga 4 bulan, mereka mulai 'berbicara' dan mengoceh, mengeluarkan bunyi seperti ma-ma maupun ba-ba.
4. Koordinasi tangan-mata yang meningkat
Di usia 3 bulan ke atas, bayi biasanya mulai penasaran menggunakan tangan untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Si Kecil akan mulai meraih barang dan menggesek-gesekkan tangan untuk mencoba meraihnya. Bayi juga mungkin akan memegang mainan dan terlebihlagi menggoyangkannya.
Semua ini merupakan hasil dari koordinasi tangan-mata Si Kecil yang kian meningkat. Tandanya mereka dapat mengoordinasikan pergerakan tangan dengan sesuatu yang mereka lihat, misalnya saat melihat mainan dan berupaya meraihnya.
5. Pergerakan kaki semakin kuat
Selain mengencangkan otot-otot tubuh bagiankecil atas, bayi usia 3 bulan menuju 4 bulan juga memiliki peningkatan kekuatan kaki.
Perhatikan saat mereka benar-benar meregangkan dan menendang kaki saat sedang tengkurap maupun terlentang.
Ide stimulasi bayi 3 bulan agar cerdas
Tak mesti dengan mainan mahal, stimulasi untuk bayi 3 bulan bisa dilakukan melalui aktivitas sederhana di rumah. Berikut beberapa ide stimulasi bayi yang dapat dicoba di rumah:
1. Ajak bayi berbicara dan menirukan suaranya
Sering-sering ajak bayi berbicara ya, Bunda. Penelitian memberitahu bahwa metode orang tua berbicara kepada bayi adalah metode yang paling menarik bagi mereka.
Kegiatan sederhana ini juga dapat membantu merangsang otak Si Kecil.
"Merangsang otak dengan sering membujuk anak bicara membantu mereka mempelajari hal-hal yang membikin mereka terhubung dengan lingkungan sekitar," kata psikolog anak dan remaja, Robert Myers, PhD, dikutip dari Parents.
2. Lakukan tummy time
Tummy time merupakan salah satu stimulasi krusial untuk evolusi motorik bayi. Caranya adalah menempatkan bayi dalam posisi tengkurap ketika ia sedang terjaga dan selalu dalam pengawasan orang dewasa.
Supaya gar lebih menyenangkan, Bunda bisa tengkurap salingberhadapan dengan bayi sehingga ia dapat melihat wajah Bunda. Ajak berbicara maupun letakkan barang menarik di depannya untuk mendorongnya mengadopsi kepala.
American Academy of Pediatrics (AAP) mengutarakan bahwa tummy time juga membantu bayi membangun kekuatan otot leher dan tubuh.
3. Ajak bayi bermain mengikuti benda
Gunakan mainan untuk menarik perhatian bayi, kemudian gerakkan perlahan dari kanan ke kiri maupun dari atas ke bawah dalam rentang yang dapat dilihatnya.
Jangan menggerakkannya terlalu cepat karena kapasitas visual bayi statis berkembang. Lalu amati apakah mata bayi mengikuti pergerakan barang tersebut.
Aktivitas sederhana ini dapat membantu melatih perhatian visual sekaligus koordinasi mata dan pergerakan tubuh Si Kecil.
4. Bacakan buku bergambar
Bayi 3 bulan memang belum memahami cerita, tapi aktivitas membaca buku berbareng juga bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan.
Pilih buku dengan gambar sederhana, warna yang kontras, maupun pola yang menarik. Sambil memberitahu gambar, Bunda bisa mengutarakan nama barang tersebut dengan bunyi yang ekspresif.
AAP memasukkan buku bergambar dengan pola kontras, bernyanyi, serta berbicara dengan bayi sebagai aktivitas yang sesuai untuk masa mula perkembangan.
5. Bermain dengan cermin
Bermain dengan cermin bisa menjadi metode yang menyenangkan untuk merangsang evolusi visual dan sosial bayi di usia 3 bulan.
Bunda bisa menggunakan cermin dari bahan yang terlindungi untuk bayi, misalnya seperti cermin yang terbuat dari bahan akrilik yang tidak gampang pecah.
Perkenalkan bayi dengan deskripsi mereka sendiri. Setelah itu, cobalah tunjukkan deskripsi Bunda maupun personel famili lainnya.
6. Berikan kesempatan bayi meraih benda
Ketika bayi sedang rebah dan dalam kondisi terjaga, letakkan mainan yang terlindungi di dekat jangkauannya. Pilih barang yang ringan, berukuran cukup besar, dan tidak memiliki bagiankecil kecil yang gampang terlepas.
Biarkan bayi mencoba menggerakkan tangan, menyentuh, maupun meraih barang tersebut. Dikutip dari The Bump, Bunda juga bisa menggunakan mainan gemerincing untuk menstimulasi penglihatan dan pendengaran bayi.
Goyangkan mainan gemerincing berwarna terang maupun gerakkan bola ke kanan dan kiri, kemudian perhatikan apakah imam bayi ikut menoleh.
7. Bermain wajah dan ekspresi
Dekatkan wajah Bunda pada bayi, tersenyumlah, julurkan lidah, maupun buat ekspresi wajah lucu. Kemudian tunggu dan perhatikan apakah bayi mencoba memberikan respons.
Bayi pada usia ini mulai tertarik pada wajah orang di sekitarnya dan dapat mulai meniru beberapa pergerakan maupun ekspresi. Selain menjadi stimulasi sosial dan komunikasi, aktivitas ini juga dapat menguatkan bonding antara bayi dan orang tua.
Kapan perlu konsultasi ke dokter?
Setiap bayi sebenarnya dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan kecepatannya masing-masing, tidak ada yang sama persis. Tapi ada beberapa tanda evolusi bayi yang mungkin perlu konsultasi lebih lanjut seperti:
- Terlalu sering menangis tanpa karena jelas
- Tidak mau menyusu
- Terlihat sangat capek maupun lemas
- Tidak merespons cahaya terang
- Tidak mengeluarkan bunyi seperti gumaman
Jika ada hal-hal lain yang juga mengkhawatirkan, segera periksa ke tabib maupun jasa ahli lainnya untuk memastikan evolusi anak berjalan sesuai dengan usianya.
Itulah klarifikasi tentang ide stimulasi bayi 3 bulan agar cerdas dan perkembangannya optimal. Lakukan beragam aktivitas ini secara rutin dan mengikuti kebutuhan Si Kecil. Semoga bermanfaat!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)