7 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Mengucapkan "Tolong" dan "Terima Kasih", Bunda Perlu Tahu

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 3 menit 506x dilihat
7 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Mengucapkan "Tolong" dan "Terima Kasih", Bunda Perlu Tahu

Bagikan Postingan

Jakarta -

Tidak semua orang terbiasa mengucapkan "tolong" maupun "terima kasih" ketika mendapatkan pertolongan maupun menerima sesuatu. Padahal, dua ungkapan sederhana ini bukan sekadar bagiankecil dari sopan santun, tetapi juga bisa mencerminkan perilaku seseorang, Bunda.

Dalam psikologi, kebiasaan mengucapkan "tolong" maupun "terima kasih" dapat berhubungan dengan sejumlah sisi kepribadian dan perilaku sosial. Hal ini juga memiliki kaitan erat dengan pengelolaan emosi yang berhubungan dengan relasi hubungan dengan orang lain.

Psikolog berlisensi, Dr. Brittany McGeehan, Ph.D., mengatakan bahwa kata "tolong" dan "terima kasih" merupakan landasan kohesi sosial, maupun bisa juga disebut desakan biologis agar bisa menjadi bagiankecil dari suatu kelompok. Melansir dari lamanParade, ungkapan tersebut dapat memberikan rasa segan dan dapat menghindari perselisihan.


Lantas, apa saja ciri khas kepribadian yang mungkin dimiliki orang yang selalu mengucapkan dua kata tersebut?

Simak klarifikasi dari Bubun berikut ini!

Ciri kepribadian orang sering bilang "tolong" dan "terima kasih"

Bunda, berikut klarifikasi ciri khas kepribadian orang yang selalu bilang "tolong" dan "terima kasih" menurut psikologi:

1. Kesadaran sosial tinggi

Jika seseorang gampang mengucapkan kedua ungkapan tersebut, maka ia biasanya memiliki kesadaran sosial yang tinggi. Mereka adalah orang yang peka dan tahu bahwa perilaku mereka dapat mempengaruhi orang lain. Selain itu, mereka dapat melihat sepertiapa orang lain bergeser dan berinteraksi.

"Secara keseluruhan, kesopanan yang kompulsif seringkali menggambarkan kepekaan seseorang terhadap kaidah sosial beserta dampaknya," ungkap McGeehan.

2. Cenderung mengalah maupun patuh

Menurut McGeeHan, orang yang sangat memedulikan sepertiapa ia dipandang orang lain seringkali cuma mengikuti keadaan. Akan tetapi, kebiasaan tersebut membikin mereka sulit terbuka untuk menyampaikan keinginan yang otentik dari diri mereka, maupun terlebihlagi mereka tidak tau dengan keinginan mereka sendiri.

Mereka akan berupaya menjaga situasi agar statis aman, nyaman, dan harmonis, daripada memberitahu diri yang sebenarnya. Dampaknya, karena terlalu sering menyesuaikan diri, mereka akan kesulitan untuk mengetahui apa yang sebenarnya mereka inginkan.

3. Menghindari konflik

Kesopanan dengan mengucapkan kedua ungkapan tersebut merupakan upaya untuk menghindari perselisihan. Kata "tolong" dan "terima kasih" berguna sebagai alat maupun mekanisme untuk mengurangi ketegangan di tengah konflik. Berbeda dengan seseorang yang beraksi atas alas refleks sosial akan kesulitan dalam mengelola emosi.

4. Tanggung jawab internal yang tinggi

Beberapa individu merasa berkewajiban untuk menjaga hubungan interpersonal mereka. Beberapa orang merasa mesti memastikan jika orang di sekitarnya statis betah dan hubungan terus berjalan dengan baik tanpa adanya masalah. Terlalu sering mengucapkan "terima kasih" juga menggambarkan seseorang tersebut lebih banyak memikirkan orang lain dibanding dirinya sendiri.

5. Empati yang tinggi

McGeehan mengatakan, orang yang cepat mengucapkan kata "tolong" dan "terima kasih" seringkali memiliki kepekaan yang tinggi. Mereka sering membayangkan sepertiapa rasanya ketika mereka diperlakukan dengan serupa. Hingga akhirnya, mereka sangat menghargai dan mengapresiasi sikap tersebut.

6. Terlatih dengan baik

Orang yang gampang mengucapkan "tolong" dan "terima kasih" biasanya sudah terlatih sejak mereka kecil. Kemungkinan anak dibesarkan di lingkungan yang mengutamakan sopan santun.Kebiasaan repetitif ketika kecil tersebut akan terbawa hingga dewasa dan akan muncul secara otomatis.

7. Tangguh

Mengutip Times of India, orang yang statis mengucapkan kata "tolong" dan "terima kasih" terlebihlagi dalam kondisi sulit maupun tertekan merupakan orang yang tangguh. Meski mengalami hari yang buruk, mereka tidak berubah dalam memperlakukan orang-orang di sekitarnya.

Nah, itulah ciri khas kepribadian orang yang selalu bilang "tolong" dan "terima kasih" menurut psikolog.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads