62.400 Balita Alami ISPA di Wilayah Terdampak Karhutla, Tercatat di 7 Provinsi

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 2 menit 509x dilihat
62.400 Balita Alami ISPA di Wilayah Terdampak Karhutla, Tercatat di 7 Provinsi

Bagikan Postingan

Jakarta -

Kebakaran hutan dan tanah (karhutla) statis melanda sejumlah daerah di Indonesia, Bunda. Sejumlah provinsi terlebihlagi menetapkan status siaga darurat dan tanggap darurat untuk menghadapi karhutla.

Dampak karhutla tak cuma membumi hanguskan tanah hijau, tapi juga membikin lebih dari 13 juta penduduk berisiko mengalami akibat kesehatan. Berdasarkan laporan PHEOC Kementerian Kesehatan RI per 11 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB, sebanyak 277.075 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dilaporkan di 63 kabupaten/kota di 7 provinsi terdampak.

Kasus ISPA pada anak pun ditemukan, Bunda. Setidaknya ada 62.400 kasus ISPA dialami anak 0-5 tahun di daerah terdampak karhutla.


"Asap Karhutla hamil elemen kecil halus PM.25, karbon monoksida, nitrogen dioksida, dan senyawa organik beracun. Paparannya dapat menyebabkan ISPA, iritasi mata/kulit, perburukan Asma dan PPOK, serta peningkatan konsekuensi pandemi jantung dan stroke," ucap Kemenkes, melansir dari Instagram resmi, Rabu (14/10/26).

"Perlindungan diutamakan bagi himpunan anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita asma/PPOK, serta buruh luar ruangan."

Pemerintah salurkan 5,3 juta masker

Salah satu pencegahan ISPA akibat karhutla adalah penggunaan masker. Pemerintah melalui Kemenkes telah menyalurkan sekitar 5,3 juta masker untuk penduduk di daerah terdampak. Jumlah masker yang disalurkan akan terus bertambah sesuai dengan kebutuhan.

"Ini akan kita tambah lagi sesuai dengan kebutuhan yang ada. Kemudian penanganan-penanganan kasus infeksi saluran pernapasan atas, itu juga akan kita lakukan," ujar Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, ketika ditemui awak media di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/26).

Menurut Dante, pihaknya juga akan menguatkan mekanisme surveilance dan penguatan akomodasi kesehatan untuk melayani penduduk yang terdampak masalah kesehatan. Edukasi mengenai pencegahan masalah infeksi saluran pernapasan juga terus dilakukan, Bunda.

Lantas, di daerah masa saja kasus tertinggi ISPA akibat karhutla ditemukan?

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

(ank/som)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads