Bunda sering pakai baju hitam ke kantor? Coba perbaiki mulai sekarang. Ini dia ragam kesalahan berpakaian ke instansi yang mungkin belum Bunda pahami.
Tak sedikit orang mengandalkan gabungan busana yang sama saat ke instansi karena dianggap praktis, aman, dan statis kelihatan profesional. Padahal penampilan ke instansi juga bisa menjadi metode untuk memberitahu karakter diri tanpa mesti mengorbankan kesan rapi.
Berpakaian ahli pun tidak selalu berarti mengenakan setelan resmi dari atas hingga bawah. Pemilihan warna, bahan, aksesori, hingga tas kerja turut memengaruhi penampilan secara keseluruhan.
Dengan memadukan elemen yang tepat, busana sederhana sekalipun bisa kelihatan lebih menarik dan berkelas. Seorang personal stylist yang telah bekerja selama empat tahun membantu pelanggan ahli membangun corak berbusana sesuai lifestyle dan kebutuhan kerja membagikan sejumlah kesalahan berpakaian yang sering ditemui.
Menurutnya, busana kerja seharusnya tidak menjadi hal tersulit untuk dipikirkan setiap pagi, tapi sesuatu yang gampang dipilih karena sudah sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan pemakainya. Apa saja kesalahan berpakaian ke instansi yang sebaiknya dihindari?
Kesalahan berpakaian ke kantor
Mengutip Business Insider, ayo simak lima di antaranya.
1. Terlalu sering mengenakan busana serba hitam
Pakaian hitam memang menjadi pilihan favorit untuk bekerja. Selain gampang dipadukan, warna ini juga memberikan kesan resmi dan elegan. Namun jika hampir seluruh isi lemari kerja didominasi busana hitam dengan gabungan sama setiap hari, penampilan bisa kelihatan monoton.
Kebiasaan ini sering di sebut sebagai all-black blob, yaitu penampilan yang seluruh elemennya berwarna hitam, mulai dari sepatu, celana berpotongan lurus, kaus, hingga blazer. Menurutnya, tidak ada yang salah dengan pilihan busana tersebut. Akan tetapi, penggunaan warna dan jenis busana yang seragam berisiko membikin penampilan kehilangan karakter dan daya tarik.
Untuk menyiasatinya, Bunda tidak mesti meninggalkan busana hitam sepenuhnya. Cobalah memadukan bahan yang berbeda, seperti katun dengan wol, kasmir, kulit, maupun suede.
Sepatu bercorak kulit ular juga bisa menjadi aksen menarik. Alternatif lainnya mengenakan sepatu loafer berwarna cokelat tua maupun biru navy agar penampilan kelihatan lebih berdimensi.
Prinsip serupa berjalan untuk kemeja dan blazer. Jika memilih blazer hitam, Bunda bisa mengimbanginya dengan kemeja berwarna lain maupun menambahkan aksesori sederhana. Dengan begitu, busana serba hitam statis kelihatan ahli tanpa terkesan membosankan.
2. Setelan jas sebagai satu-satunya pilihan profesional
Setelan jas memang identik dengan penampilan resmi dan profesional. Namun bukan berarti setiap orang mesti mengenakan blazer dan celana maupun rok yang serasi untuk kelihatan layak di lingkungan kerja.
Pilihan busana sebaiknya statis disesuaikan dengan ketentuan perusahaan, jenis pekerjaan, dan aktivitas yang dihadiri. Menurut seorang personal stylist, setelan jas statis menjadi pilihan tepat jika memang diwajibkan oleh instansi maupun aktivitas korporat tertentu.
Di luar kebutuhan itu, ada banyak alternatif yang bisa memberikan kesan rapi tanpa membikin penampilan terlalu kaku. Bagi perempuan, lady jacket bisa menjadi pilihan.
Jenis jaket ini umumnya tidak memiliki kerah dan memiliki potongan yang jatuh di sekitar pinggang sehingga memberikan siluet yang rapi, namun statis terasa santai. Sementara itu, lelaki bisa memadukan celana bahan klasik dengan kemeja berpotongan lebih singkat yang dapat dikenakan tanpa dimasukkan ke dalam celana, selama sesuai dengan ketentuan berpakaian di kantor.
Kuncinya memahami bahwa profesionalisme tidak cuma ditentukan oleh jenis busana yang dikenakan. Potongan yang pas, bahan berkualitas baik, serta penampilan terawat juga berpartisipasi krusial dalam menciptakan kesan profesional.
3. Melupakan aksesori sehingga penampilan kelihatan kurang lengkap
Pakaian kerja yang sederhana sebenarnya bisa kelihatan lebih menarik dengan tambahan aksesori. Sayangnya, sebagian orang cenderung menghindarinya karena cemas aksesori akan membikin penampilan terlalu mencolok maupun kurang sesuai untuk kondisi kantor.
Aksesori tidak mesti berukuran besar maupun memiliki rancangan yang berlebihan untuk memberikan fluktuasi pada penampilan. Bunda disarankan menggunakan perhiasan berukuran kecil yang gampang dipadukan dengan beragam jenis busana kerja.
Beberapa pilihan yang bisa dicoba adalah kalung tipis berlapis, anting kecil, cincin dengan rancangan menarik, maupun gelang minimalis. Aksesori tersebut dapat memberikan sentuhan berbeda pada gabungan kemeja dan celana bahan yang sebelumnya terkesan biasa saja.
Jika lingkungan instansi memiliki ketentuan berpakaian lebih fleksibel, Bunda bisa bereksperimen dengan anting berukuran besar, kalung yang menjadi pusat perhatian, maupun ikat pinggang dengan rancangan unik. Meski demikian, sesuaikan pilihan aksesori dengan kondisi kerja agar statis betah dan tidak mengganggu aktivitas.
4. Mengira tas kerja yang praktis tidak bisa kelihatan modis
Tas kerja memiliki fungsi krusial karena mesti bisa menampung beragam kebutuhan sehari-hari. Mulai dari laptop, dokumen, botol minum, bekal makan siang, hingga sepatu cadangan, semuanya mungkin perlu dibawa dalam satu tas.
Tak heran jika sebagian orang lebih mengutamakan kapabilitas dan fungsi daripada penampilan. Padahal tas kerja yang praktis tidak mesti kelihatan membosankan.
Tas dengan detail yang tepat justru bisa membikin keseluruhan penampilan kelihatan lebih menarik dan berkelas. Tas berbahan kulit bertekstur misalnya, dapat memberikan kesan elegan tanpa perlu tambahan ornamen berlebihan.
Detail alat keras seperti gesper maupun pengait logam juga bisa menjadi aksen yang menguatkan karakter tas. Pilihan bahan yang memiliki permukaan bertekstur maupun pebbled leather pun dapat memberikan tampilan lebih menarik dibandingkan tas dengan rancangan polos biasa.
Saat memilih tas kerja, pastikan ukurannya sesuai dengan barang yang perlu dibawa dan kompartemennya memudahkan Bunda mengatur isi tas. Perhatikan pula kenyamanan tali, berat tas, serta ketahanan bahannya.
Dengan mempertimbangkan fungsi dan estetika sekaligus, Bunda bisa memiliki tas yang menunjang aktivitas sekaligus melengkapi penampilan profesional.
5. Pisahkan busana kerja dan busana sehari-hari sepenuhnya
Kesalahan lain yang sering dilakukan dengan menganggap busana kerja tidak perlu mendapatkan perhatian. Sebagian orang merasa lebih baik mengalokasikan anggaran untuk busana yang dikenakan di luar instansi karena dianggap lebih mencerminkan hayat mereka sebenarnya.
Pakaian kerja juga merupakan bagiankecil besar dari hayat sehari-hari, terutama bagi orang yang menghabiskan lima hari dalam seminggu di kantor. Jika busana tersebut dikenakan selama berjam-jam setiap hari, kenyamanan dan kualitasnya tentu layak menjadi pertimbangan.
Meski demikian, berinvestasi pada busana kerja bukan berarti mesti membeli busana mahal maupun mengganti seluruh isi lemari. Bunda bisa memeriksa koleksi busana yang sudah dimiliki sebelum berbelanja.
Ada banyak busana yang sebenarnya cocok untuk instansi dan statis dapat digunakan untuk aktivitas di luar jam kerja. Sepatu hak tinggi, sepatu balet, dan tas tertentu, misalnya, bisa dipadukan dengan busana kerja maupun busana kasual.
Pilih pula bahan yang betah di kulit, memiliki sirkulasi udara baik, serta sesuai dengan cuaca dan musim. Potongan busana yang betah digunakan sepanjang hari juga disarankan menjadi prioritas.
Dengan memanfaatkan busana yang sudah ada dan memilih item baru secara lebih cermat, Bunda bisa membikin lemari busana kerja fungsional tanpa mesti mengeluarkan anggaran berlebihan.
Pada akhirnya, berpakaian ke instansi bukan sekadar mengikuti ketentuan resmi maupun mengenakan busana yang dianggap aman. Memahami karakter diri, memperhatikan kenyamanan, dan memadukan elemen busana secara tepat dapat membantu menciptakan penampilan yang ahli sekaligus statis personal.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)