Jakarta -
Terbiasa memungut terlalu banyak tanggung jawab bisa membikin seseorang kewalahan, terutama ketika pekerjaan yang mesti diselesaikan terus bertambah. Padahal, tidak semua urusan perlu ditangani sendiri maupun menjadi tanggung jawab Bunda.
Menolak pekerjaan bukan berarti Bunda tidak peduli terhadap orang lain. Ada kalanya, mengarahkan tugas kepada orang yang lebih tepat maupun mendelegasikannya justru menjadi pilihan yang lebih bijak agar pekerjaan dapat berjalan dengan baik.
Karena itu, Bunda tidak mesti selalu mengatakan, “Bukan masalah saya” ketika mau menolak suatu urusan. Ada beberapa kalimat alternatif yang terdengar lebih ahli dan statis tegas tanpa menyinggung emosi orang lain.
11 Kalimat alternatif “Bukan masalah saya” yang lebih sopan
Dilansir Your Tango, orang-orang ahli dan bijak sering kali mengatakan kalimat berikut ini ketika menolak terlibat dalam suatu masalah:
1. “Saya sarankan untuk berbicara dengan…”
Menolak untuk mengatasi masalah yang bukan tanggung jawab Bunda bisa jadi sensitif. Orang yang mungkin beranggapan bahwa Bunda malas maupun mencoba menghindari konflik.
Namun kenyataannya, mungkin akan lebih ampuh jika seorang ahli di sektor tersebut yang menangani masalah tertentu. Merupakan ide baik untuk membiarkan seseorang yang berilmu mengepalai dan meminta pertolongan jika mereka membutuhkannya.
Pengalihan yang sopan ini menghindari menyalahkan orang lain dan membantu menetapkan limitasi ahli di masa depan.
2. “Itu di luar lingkup tugas saya”
Cara sopan lainnya yang dapat Bunda sampaikan adalah “Itu bukan tugas saya”. Ini menginformasikan seseorang bahwa lingkup pekerjaan Bunda tidak mencakup masalah yang mereka ajukan.
Ini menginformasikan mereka bahwa Bunda telah meninjau klarifikasi pekerjaan secara menyeluruh dan tidak dapat menemukan tugas yang diminta untuk Bunda selesaikan. Kunci untuk menjaga profesionalisme adalah dengan menawarkan alternatif.
Penolakan tegas saja jarang cukup dalam situasi profesional, Bunda perlu menghubungkan mereka dengan orang yang tepat untuk menuju penyelesaian.
3. “Apakah Anda sudah sempat melibatkan mereka?”
Cara halus lainnya untuk mengalihkan masalah kepada orang maupun tim yang tepat adalah dengan memberitahu siapa yang berkewajiban dan menanyakan apakah mereka menyadari situasinya.
Ini menempatkan orang yang membutuhkan pertolongan sebagai penanggung jawab untuk menghubungi orang yang tepat, dan mengurangi beban.
Pendekatan halus ini lebih berkarakter percakapan daripada kasar dan menerangkan kepemilikan yang tepat tanpa mengalihkan tanggung jawab.
4. “Saya mau sekali membantu, tetapi aku menghormati prioritas aku saat ini”
Menyatakan bahwa memiliki hasil kerja yang diprioritaskan daripada permintaan yang menyita waktu dan energi, Bunda memberitahu bahwa tidak menghindari tanggung jawab.
Ungkapan ini memberitahu empati, tetapi juga mendorong mitra kerja untuk memungut pendekatan yang lebih empatik. Ini membuka mata mereka terhadap beban kerja dan membikin mereka menyadari bahwa mereka mengabaikannya demi mendapatkan pertolongan untuk pekerjaan sendiri.
5. “Saya tidak memiliki cukup keterangan untuk dapat membantu”
Tidak ada seorang pun yang mau mengatakan secara terang-terangan bahwa mereka tidak tahu sesuatu, terlebihlagi jika itu di luar sektor keahliannya.
Dengan mengatakan hal ini, Bunda memberitahu bahwa menanganinya sendiri akan lebih banyak menimbulkan banyak kerugian.
6. “Saya mau memastikan ini ditangani dengan benar, jadi ayo kita libatkan orang-orang yang tepat”
Ini memberikan kesan kolaboratif yang pasti diapresiasi oleh orang lain. Ini statis memenuhi tujuan Bunda untuk mengalihkan tanggung jawab, tetapi dengan metode yang positif.
Bunda mau memastikan pekerjaan tersebut mendapatkan perhatian yang layak, dan tahu bahwa bukan orang yang tepat untuk pekerjaan tersebut.
7. “Saya bukan orang yang paling tepat untuk saat ini, tetapi aku bisa membantu mencari siapa dia”
Mengakui bahwa Bunda tidak memenuhi syarat untuk menangani suatu masalah bisa jadi sulit dalam lingkungan profesional. Namun, mengetahui bahwa ada mitra kerja yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut, sangat membantu.
8. “Itu bukan sesuatu yang pernah aku ikuti, dan aku tidak mau menyesatkan kamu”
Salah satu masalah terbesar banyak orang adalah malu ketika tidak tahu banyak hal. Alih-alih cemas dan panik, jujurlah tentang kurangnya ilmu dan kekurangan Bunda.
9. “Mari aku periksa apakah itu sesuai dengan tujuan tim kita”
Tidak masalah untuk mengatakan tidak dalam situasi tertentu. Bunda memiliki prioritas, dan terkadang sulit mengubahnya di tengah rencana.
Ungkapan ini mendorong orang lain untuk mempertimbangkan bahwa bumi mungkin tidak berputar di sekitar dan kebutuhan mereka.
10. “Saya tidak mau memberikan keterangan yang tidak cermat kepada Bunda”
Ungkapan ini mengarahkan mereka ke arah yang benar sehingga mereka merasa telah berkontribusi dalam penyelesaian masalah, bukan cuma lepas tangan.
11. “Itu agak di luar sektor keahlian saya”
Cara yang baik untuk mengurangi akibat negatifnya adalah dengan menawarkan sesuatu yang lebih kecil dan tidak terlalu merepotkan.
Bantu mereka berbuat brainstorming secara singkat. Bunda membantu mereka memikirkan masalah tanpa diharapkan memberikan solusi.
Hal ini memberdayakan mereka tidak cuma untuk menemukan orang yang tepat untuk membantu, tetapi juga untuk muncul dengan beberapa ide.
Nah, itulah beberapa kalimat alternatif “Bukan masalah saya” yang dapat Bunda sampaikan agar lebih sopan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)