7 Kesalahan Memilih Bra Menyusui yang Bikin Nggak Nyaman, Ini Cara Memilihnya

Cara memilih bra menyusui rupanya nggak hanya soal ukuran. Kenali 7 kesalahan yang bisa bikin bra terasa nggak nyaman saat menyusui.

Mencari bra menyusui yang nyaman rupanya bisa jadi tantangan tersendiri. Apalagi setelah melahirkan, ukuran dan corak tetek bisa berubah, sementara Mommies juga kudu berhadapan dengan kegiatan menyusui alias pumping yang bisa dilakukan acapkali dalam sehari.

Belum lagi jika bra terasa terlalu ketat, cup kurang menampung payudara, tali bahu sering melorot, alias bukaan menyusui malah bikin ribet. Bukannya membantu, bra yang salah pilih justru bisa bikin Mommies makin nggak nyaman menjalani hari.

Padahal, langkah memilih bra menyusui nggak hanya soal mencari model yang kocak alias punya bukaan menyusui. Ukuran, bahan, corak cup, support, sampai seberapa mudah bra digunakan saat menyusui juga perlu dipertimbangkan.

Panduan dari NHS juga menyarankan ibu yang mengalami puting nyeri untuk menggunakan bra yang ukurannya pas dan tidak mempunyai kawat yang menekan payudara.

Jadi, sebelum checkout bra menyusui baru, coba cek dulu apakah Mommies tetap melakukan beberapa kesalahan berikut.

BACA JUGA: 12 Rekomendasi Bra Menyusui yang Nyaman, Seamless hingga Big Size

7 Kesalahan Memilih Bra Menyusui yang Sering Dilakukan

Foto: Pexels

Bra menyusui memang dibuat untuk memudahkan kegiatan menyusui. Namun, bukan berfaedah semua nursing bra otomatis nyaman digunakan. Bisa saja modelnya sudah benar, tetapi ukuran alias bahannya rupanya kurang sesuai dengan kebutuhan Mommies.

Berikut beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari.

1. Memilih Ukuran Hanya Berdasarkan Ukuran Bra Lama

Ini mungkin salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan.

Mommies mungkin sebelumnya terbiasa menggunakan ukuran bra tertentu dan langsung membeli nursing bra dengan ukuran yang sama. Padahal, selama kehamilan dan setelah melahirkan, ukuran tetek bisa mengalami perubahan.

Karena itu, jangan hanya berpatokan pada ukuran bra yang biasa dipakai sebelum hamil. Lebih kondusif memandang size chart masing-masing brand dan mengukur kembali lingkar bawah tetek serta lingkar dada.

NHS mencatat bahwa tetek dapat mengalami perubahan ukuran setelah melahirkan, termasuk ketika produksi ASI meningkat.

  • Tips untuk Mommies: jika membeli secara online, jangan skip bagian size chart. Ukuran M pada satu brand belum tentu sama dengan ukuran M pada brand lainnya.

2. Memilih Bra Terlalu Ketat lantaran Ingin Payudara Terlihat Lebih Rapi

Ada dugaan bahwa bra yang lebih ketat bakal membikin tetek terlihat lebih terangkat dan rapi. Padahal, selama menyusui, kenyamanan justru perlu menjadi salah satu prioritas.

Bra yang terlalu ketat bisa terasa menekan, terutama ketika tetek sedang penuh. Belum lagi jika digunakan berjam-jam sembari menggendong bayi, menyusui, alias pumping.

Bra yang baik semestinya menopang tetek tanpa terasa seperti “membungkus” terlalu erat. Bagian cup juga idealnya bisa menampung seluruh tetek tanpa ada bagian yang meluber di atas, bawah, maupun samping.

NHS juga menyarankan menghindari bra alias busana yang terlalu ketat lantaran tekanan pada tetek dapat berkontribusi pada rasa tidak nyaman dan masalah seperti blocked milk duct.

Jadi, jangan berpikir semakin ketat berfaedah semakin bagus, ya, Mommies.

3. Hanya Memikirkan Bukaan Menyusui, tapi Melupakan Support

“Yang krusial bisa dibuka pakai satu tangan.”

Memang benar, nursing bra dengan bukaan yang mudah bakal sangat membantu, terutama ketika bayi sudah menangis lantaran lapar. Tapi jangan sampai fitur tersebut menjadi satu-satunya pertimbangan.

Bra menyusui juga perlu memberikan support yang cukup sesuai ukuran dan corak tetek Mommies. Perhatikan bagian band, cup, dan tali bahunya.

Kalau tetek terasa seperti “jatuh” alias tali bahu terus-menerus kudu dikencangkan, mungkin masalahnya bukan pada payudaranya, tetapi pada bra yang kurang memberikan support.

  • Tips untuk Mommies: setelah memakai bra, coba angkat kedua tangan. Band semestinya tetap berada di tempatnya dan tali bahu tidak terasa menusuk alias mudah melorot.

Foto: Pexels

4. Menganggap Semua Bra Menyusui Tanpa Kawat Pasti Nyaman

Bra tanpa kawat memang sering menjadi pilihan favorit ibu menyusui lantaran terasa lebih fleksibel. Namun, tanpa kawat bukan berfaedah otomatis cocok untuk semua orang.

Yang paling krusial tetap gimana bra tersebut terasa ketika digunakan. Apakah cup cukup menampung? Apa bagian bawah bra menopang dengan baik? Lalu apakah band terlalu lenggang alias justru menekan?

NHS apalagi menyarankan bra yang pas dan tanpa kawat sebagai salah satu pilihan ketika ibu mengalami puting yang sakit.

Namun, bukan berfaedah semua Mommies wajib meninggalkan bra berkawat selamanya. Yang perlu dihindari adalah bra yang tidak pas alias kawat yang menekan payudara. Jadi, kembali lagi ke kenyamanan dan kecocokan tubuh masing-masing.

5. Memilih Bahan Tanpa Memikirkan Aktivitas Seharian

Coba bayangkan Mommies kudu memakai bra dari pagi sampai malam. Ada sesi menyusui, menggendong bayi, pumping, beres-beres rumah, keluar sebentar, lampau menyusui lagi.

Kalau bahannya panas, terlalu kaku, alias membikin kulit mudah bergesekan, tentu lama-lama bikin nggak betah.

Untuk pemakaian sehari-hari, Mommies bisa mempertimbangkan bahan yang lembut, breathable, dan cukup elastis mengikuti perubahan corak payudara. Sementara untuk tidur alias bersantai di rumah, bra dengan material yang lebih ringan dan elastis mungkin terasa lebih nyaman.

Jangan lupa, kondisi kulit juga bisa berbeda setelah melahirkan. Kalau Mommies mudah berkeringat alias kulit sedang sensitif, bahan dan jahitan bra menjadi perihal yang semakin krusial untuk diperhatikan.

6. Membeli Satu Bra Saja lantaran Takut Salah Pilih

“Coba satu dulu deh. Kalau nyaman baru beli lagi.”

Boleh saja, tetapi pada masa menyusui, punya lebih dari satu bra sebenarnya cukup membantu. Apalagi jika Mommies mengalami ASI rembes alias sedang rutin pumping.

Daripada satu bra dipakai terus-menerus sampai akhirnya belum sempat dicuci, punya beberapa bra dengan model berbeda bisa membikin kegiatan sehari-hari lebih praktis.

Mommies juga bisa menyesuaikan model berasas kebutuhan. Misalnya, satu bra seamless untuk kegiatan santai, nursing bra dengan support lebih kuat untuk bepergian, dan pumping bra untuk saat kudu memompa ASI.

Intinya bukan kudu punya banyak bra, tetapi punya beberapa pilihan yang betul-betul sesuai dengan rutinitas Mommies.

7. Tidak Mengecek Lagi Ukuran Bra Setelah Beberapa Waktu

Nah, ini yang kadang terlupakan.

Mommies mungkin sudah menemukan bra yang terasa nyaman setelah melahirkan, lampau menganggap ukurannya bakal selalu sama sampai masa menyusui selesai. Padahal, corak dan ukuran tetek bisa berubah mengikuti fase menyusui.

Karena itu, jika bra yang sebelumnya nyaman tiba-tiba terasa sempit, cup mulai terlalu kecil, alias bagian band terasa menekan, jangan dipaksakan.

Panduan NHS menjelaskan bahwa tetek dapat mengalami perubahan ukuran setelah melahirkan, termasuk saat tetek terasa penuh alias mengalami engorgement. Dalam kondisi seperti ini, bra yang pas dan tidak membatasi tetek juga dianjurkan.

Jadi, cara memilih bra menyusui juga perlu dievaluasi dari waktu ke waktu, bukan hanya dilakukan sekali saat membeli nursing bra pertama.

BACA JUGA: 8 Rekomendasi Sport Bra Ibu Menyusui, Olahraga Makin Semangat dan Anti-Ribet

Cara Memilih Bra Menyusui yang Nyaman, Harus Perhatikan Apa Saja?

Foto: Magnific

Kalau Mommies sedang mencari bra menyusui baru, coba gunakan checklist sederhana ini:

  1. Ukur ulang payudara
    Jangan langsung menggunakan ukuran bra sebelum hamil. Cek kembali lingkar bawah tetek dan lingkar dada sesuai pedoman ukuran brand.
  2. Pastikan cup cukup menampung
    Payudara sebaiknya tidak meluber di bagian atas, bawah, alias samping cup.
  3. Perhatikan bagian band
    Band semestinya terasa menopang tetapi tidak menusuk alias membikin Mommies susah bernapas.
  4. Cek tali bahu
    Tali sebaiknya tidak terus-menerus melorot alias justru terlalu kencang sampai meninggalkan bekas.
  5. Coba gerakkan tubuh
    Jangan hanya berdiri di depan kaca. Coba duduk, membungkuk, mengangkat tangan, alias menggendong bayi. Rasakan apakah bra tetap nyaman.
  6. Coba buka-tutup cup dengan satu tangan
    Ini krusial terutama jika Mommies sering menyusui langsung. Saat bayi sudah lapar, Mommies pasti nggak mau tetap sibuk bertempur dengan pengait bra.
  7. Sesuaikan dengan kebutuhan
    Bra untuk tidur, menyusui sehari-hari, bepergian, dan pumping tidak kudu sama. Pilih berasas kegiatan yang paling sering Mommies lakukan.

Bra Menyusui Nyaman Bukan Berarti Harus Mahal

Kadang kita terjebak pada pikiran bahwa semakin mahal nilai bra, semakin nyaman pula digunakan. Padahal, yang paling krusial adalah fit dan kebutuhan tubuh Mommies.

Ada bra menyusui yang harganya relatif terjangkau tetapi terasa nyaman dipakai setiap hari. Sebaliknya, bra dengan nilai lebih tinggi belum tentu cocok jika ukuran alias corak cup-nya tidak sesuai.

Jadi, daripada hanya memandang nilai alias merek, lebih baik perhatikan fitur yang memang Mommies butuhkan.

Dan jika Mommies tetap merasa bingung alias mengalami keluhan saat menyusui, jangan ragu mencari support tenaga kesehatan alias konsultan laktasi. Dukungan laktasi sendiri memang dapat membantu keberlangsungan menyusui. Meta-analisis yang diterbitkan di JAMA Pediatrics pada 2025 terhadap 40 studi dan 8.582 peserta menemukan bahwa intervensi konsultan laktasi menurunkan akibat berakhir menyusui dan meningkatkan lama menyusui secara keseluruhan.

  • Catatan penting: support konsultan laktasi bukan berfaedah semua masalah menyusui disebabkan oleh bra. Kalau Mommies mengalami nyeri tetek alias puting yang menetap, puting pecah alias berdarah, alias tetek terasa panas dan sakit, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan alias konsultan laktasi. NHS juga menekankan pentingnya mencari support lebih awal pada kondisi tersebut.

Bra yang Nyaman, Bikin Menyusui Sedikit Lebih Praktis

Masa menyusui sudah cukup penuh dengan beragam perihal baru. Mommies kudu menyesuaikan diri dengan agenda bayi, perubahan tubuh, kurang tidur, sampai rutinitas pumping jika memang melakukannya.

Jadi, jangan menambah “drama” hanya lantaran bra yang dipakai terasa sakit, terlalu ketat, alias susah dibuka ketika bayi sudah menangis.

Cara memilih bra menyusui sebenarnya sederhana: cari yang ukurannya pas, memberikan support, bahannya nyaman, dan sesuai dengan kegiatan Mommies. Jangan lupa mengevaluasi kembali ukurannya seiring perubahan tubuh selama masa menyusui.

Karena pada akhirnya, bra menyusui bukan hanya soal gimana tetek terlihat di kembali baju. Yang lebih penting, Mommies bisa bergerak, menyusui, pumping, menggendong si kecil, dan menjalani hari dengan rasa nyaman.

BACA JUGA: 10 Rekomendasi Baju Menyusui Stylish dan Modis, Gak Kayak Baju Menyusui!

Cover: Unsplash

Selengkapnya
7 Kesalahan Memilih Bra Menyusui yang Bikin Nggak Nyaman, Ini Cara Memilihnya
InMotion Shared Hosting
CloudWays Cloud Hosting