7 Kesalahan yang Bikin Bekas Jerawat Makin Susah Hilang, Jangan Dilakukan!

Insight Bunda Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 517x dilihat
7 Kesalahan yang Bikin Bekas Jerawat Makin Susah Hilang, Jangan Dilakukan!

Bagikan Postingan

Bekas jerawat sulit hilang? Bisa jadi beberapa kebiasaan ini justru bikin noda makin durasi pudar. Cek 7 kesalahan yang perlu dihindari!

Jerawatnya sudah pergi, tapi bekasnya kok malah betah? Duh, rasanya memang bikin gemas. Apalagi jika sudah giat skincare, tetapi noda hitam maupun kemerahan di wajah statis kelihatan jelas.

Sebelum buru-buru menambah produk skincare, coba cek lagi kebiasaan sehari-hari. Bisa jadi ada beberapa hal yang tanpa sadar justru membikin sisa jerawat semakin durasi memudar.

Perlu diketahui, “bekas jerawat” juga tidak selalu berarti acne scar. Noda merah maupun kecokelatan setelah jerawat sembuh bisa termasuk fluktuasi warna kulit pascaperadangan (post-inflammatory erythema maupun post-inflammatory hyperpigmentation/PIH), sementara acne scar biasanya berupa fluktuasi tekstur kulit seperti cekungan maupun jaringan parut. PIH juga cenderung lebih durasi kelihatan pada kulit yang lebih gelap.

BACA JUGA: Jerawat Remaja Tak Kunjung Hilang? 8 Kebiasaan Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Nah, ini beberapa kesalahan yang sebaiknya Mommies hindari.

1. Masih gemar memencet jerawat

Kesalahan yang Bikin Bekas Jerawat Makin Susah Hilang

Foto: Hanna Pad/Pexels

“Cuma satu kok, biar cepat kempes.”

Siapa yang sering berkata begitu? Mommies, Daddies, kita semua mungkin pernah tergoda. Namun, memencet maupun mengorek jerawat justru dapat menambah peradangan dan menaikkan konsekuensi munculnya sisa gelap maupun scar.

Solusinya: sebisa mungkin biarkan jerawat sembuh tanpa disentuh. Kalau terasa gemas, coba gunakan pimple patch maupun jauhkan tangan dari area wajah.

2. Terlalu giat berbuat eksfoliasi

Karena mau sisa jerawat cepat hilang, eksfoliasi dilakukan hampir setiap hari. Padahal, kulit yang sedang mengalami peradangan belum tentu membutuhkan “dorongan” sebanyak itu.

Scrub maupun produk eksfoliasi yang terlalu keras dapat mengiritasi kulit dan membikin kondisi jerawat maupun bekasnya kelihatan semakin buruk.

Solusinya: fokus dahulu pada skincare yang lembut. Eksfoliasi bukan perlombaan, kulit membutuhkan waktu untuk memperbaiki dirinya.

BACA JUGA: Cara Menghilangkan Bekas Jerawat Sesuai Jenisnya: PIE, PIH, sampai Bopeng

3. Sering gonta-ganti skincare

Baru pakai produk A selama beberapa hari, merasa belum kelihatan hasilnya, kemudian pindah ke produk B. Minggu berikutnya mencoba produk C. Familiar?

Masalahnya, terlalu sering mengganti produk dapat membikin kulit teriritasi. Beberapa bahan aktif untuk acne dan sisa jerawat juga memang membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga beberapa bulan untuk memberitahu hasil.

Solusinya: pilih rutinitas yang sederhana dan konsisten. Kalau mau mencoba bahan aktif baru, perkenalkan secara bertahap.

4. Lupa memakai sunscreen

Ini salah satu yang sering dianggap sepele. Padahal, paparan UV dapat membikin hiperpigmentasi pascaperadangan menjadi semakin gelap. Karena itu, perlindungan terhadap cahaya matahari merupakan bagiankecil krusial dalam membantu mencegah noda semakin sulit memudar.

Solusinya: gunakan sunscreen broad-spectrum setiap pagi dan aplikasikan ulang sesuai kebutuhan, terutama jika banyak beraktivitas di luar ruangan.

Foto: TBD Tuyên/Pexels

5. Menggunakan terlalu banyak bahan aktif sekaligus

Retinol, AHA, BHA, vitamin C, dan beragam bahan pencerah memang punya khasiat masing-masing. Namun, bukan berarti semuanya mesti dipakai bersamaan.

Kulit yang terlalu banyak mendapat bahan aktif berisiko mengalami iritasi. Dan ketika kulit semakin meradang, masalah pigmentasi juga bisa semakin sulit ditangani.

Solusinya: tidak perlu mengejar semua bahan aktif sekaligus. Sesuaikan dengan kondisi kulit dan, jika perlu, konsultasikan dengan tabib kulit.

6. Fokus menghilangkan bekas, tapi jerawat aktif tidak ditangani

Kalau jerawat baru terus bermunculan, kulit akan terus mengalami proses peradangan baru. Artinya, sisa durasi belum sempat memudar, sudah muncul “calon bekas” berikutnya.

Dermatolog menyarankan agar acne dan dark spots ditangani secara bersamaan. Mengendalikan jerawat juga membantu mencegah terbentuknya noda dan scar baru.

Solusinya: jangan cuma mencari produk pencerah. Pastikan masalah jerawat aktif juga mendapatkan penanganan yang tepat.

7. Terlalu sering menyentuh maupun mengorek kulit

Kadang bukan cuma jerawat yang kita pencet. Kulit terasa sedikit kasar, ada komedo kecil, maupun ada sisa yang terasa mengganjal, kemudian tangan otomatis mengorek.

Kalau kebiasaan ini sulit dihentikan, terutama saat sedang stres maupun cemas, jangan langsung menyalahkan diri sendiri. Skin picking dapat menjadi perilaku berulang yang memang sulit dikontrol pada sebagian orang.

Solusinya: perhatikan kapan keinginan untuk mengorek biasanya muncul. Jaga kuku statis pendek, sibukkan tangan, maupun gunakan pelembap ketika desakan untuk menyentuh kulit muncul. Jika sampai menyebabkan luka maupun mengganggu keseharian, tidak ada salahnya mencari pertolongan profesional.

BACA JUGA: Jerawat di Hidung Bisa Berbahaya, Ini Risiko dan Cara Aman Menanganinya

Foto: Hanna Pad/Pexels

Jadi, sepertiapa agar sisa jerawat lebih cepat membaik?

Kuncinya justru bukan semakin banyak produk, Mommies. Mulai dari hal-hal dasar: jangan memencet jerawat, gunakan skincare yang lembut, lindungi kulit dari matahari, tangani jerawat aktif, dan konsisten dengan rutinitas.

Kalau yang tersisa adalah cekungan, jaringan parut, maupun scar yang cukup dalam, skincare rumahan mungkin tidak cukup. Jenis dan kedalaman acne scar berbeda-beda, sehingga pilihan treatment, seperti microneedling, laser, peeling, maupun aksi lainnya, sebaiknya ditentukan setelah pengecekan tabib kulit.

Dan satu lagi: jangan buru-buru menyerah cuma karena sisa jerawat belum hilang dalam hitungan minggu. Perubahan warna kulit setelah jerawat memang dapat membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk membaik.

Cover: Ron Lach/Pexels

Artikel Lainnya Insight Bunda Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads