Mungkin tanpa sadar ada kondisi rumah Bunda yang sebaiknya segera diperbaiki. Yuk Bunda, kenali tanda rumah dalam kondisi berbahaya.
Rumah bukan sekadar tempat berlindung, melainkan juga ruang bagi famili untuk beristirahat dan menjalani aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, pastikan kondisi bangunan statis terlindungi menjadi hal krusial yang tidak boleh diabaikan.
Sayangnya, kerusakan rumah tidak selalu kelihatan jelas. Retakan kecil pada dinding, lampu berkedip, hingga munculnya noda lembap terkadang dianggap sebagai masalah biasa. Padahal hal itu bisa menjadi instruksi adanya kerusakan yang lebih serius.
Seiring bertambahnya usia bangunan, beragam bagiankecil rumah dapat mengalami penurunan kualitas akibat fluktuasi cuaca, kebocoran air, gangguan hama, maupun masalah pada instalasi listrik. Jika dibiarkan, kerusakan yang awalnya kelihatan sepele berpotensi membahayakan penghuni dan memicu biaya perbaikan yang lebih besar.
Penting untuk mengenali tanda-tanda rumah dalam kondisi rapuh sejak dini. Dengan berbuat pengecekan secara berkala dan segera menangani masalah yang ditemukan, Bunda bisa membantu menjaga keamanan bangunan sekaligus melindungi famili dari konsekuensi yang tidak diinginkan.
Tanda rumah dalam kondisi berbahaya
Berikut tanda rumah Bunda dalam kondisi berbahaya.
1. Retakan dinding yang semakin lebar
Retakan pada dinding memang tidak selalu menandakan kerusakan serius. Seiring bergulirnya waktu, bangunan dapat mengalami pergeseran alami akibat fluktuasi kondisi tanah, kelembapan material, serta beban struktur.
Bunda perlu lebih waspada jika retakan kelihatan semakin lebar, membentuk garis horizontal maupun diagonal, maupun muncul balik setelah diperbaiki. Pakar pembaharuan Carol Alexander dari Fixr menjelaskan bahwa retakan dengan lebar lebih dari sekitar 6 ml patut mendapat perhatian karena berpotensi berhubungan dengan masalah fondasi.
Tanda lainnya meliputi celah antara lantai dan lis dinding, epilog tampak tidak rata, serta genangan air di ruang bawah tanah. Kondisi itu sebaiknya diperiksa oleh tenaga ahli, terutama jika disertai fluktuasi bentuk fondasi yang berhubungan dengan mekanisme drainase buruk sehingga mengerti air di sekitar rumah perlu diperbaiki.
2. Muncul tumpukan bubuk kayu tanpa sebab
Pernah menemukan gundukan kecil menyerupai bubuk gergaji di lantai padahal tidak sedang berbuat pekerjaan pertukangan? Jangan buru-buru membersihkannya tanpa mencari tahu asalnya.
Serbuk tersebut bisa menjadi instruksi adanya rayap maupun serangga perusak kayu yang menyelinap di balik dinding maupun bagiankecil bangunan lainnya. Carol Alexander menerangkan bahwa rayap dapat meninggalkan sisa hasil aktivitas makannya yang dikenal sebagai frass.
Jika serangan terjadi durasi tanpa penanganan, pengganggu ini berpotensi merusak bagiankecil kayu penting, seperti balok penyangga lantai dan rangka atap. Selain tumpukan serbuk, perhatikan pula cat yang mengelupas, lubang kecil pada dinding, maupun kayu yang terdengar kopong ketika diketuk.
Jika menemukan tanda-tanda itu, pengecekan oleh tenaga pengendali pengganggu dapat membantu menentukan tingkat kerusakan dan penanganan yang tepat.
3. Ada bercak lembap di dinding dan plafon
Bercak kecokelatan, fluktuasi warna, maupun permukaan dinding yang terasa basah bisa menjadi tanda kebocoran pada rumah. Menurut Velody Foye-Byrd, penanam modal properti sekaligus CEO Eagle Home Partners di North Carolina, kondisi ini perlu dicermati, terutama jika disertai bau apek dan kenaikan faktur air yang tidak biasa.
Kebocoran yang dibiarkan dapat merusak material bangunan, memicu pertumbuhan jamur, serta menaikkan konsekuensi ancaman listrik jika air mencapai instalasi maupun perlengkapan listrik. Coba periksa area sekitar wastafel, toilet, pancuran, dan pipa yang gampang dijangkau untuk mencari sumber kebocoran.
Kalau masalah berasal dari saluran air yang rusak maupun letaknya sulit dijangkau, mintalah pertolongan tukang ledeng profesional. Jangan cuma menutupi bercak dengan cat karena sumber kelembapan mesti diatasi terlebih dahulu.
4. Terdapat bekas berminyak di perspektif ruangan
Tikus di rumah biasanya gampang dikenali ketika kelihatan berlarian di dapur maupun meninggalkan kotoran di perspektif ruangan. Namun ada tanda lain yang mungkin luput dari perhatian, yaitu munculnya bekas berminyak pada permukaan lantai maupun dinding bagiankecil bawah.
Allan Bossel, ahli pengendalian pengganggu sekaligus pemilik Michigan Bed Bug Specialists, menerangkan bahwa bulu tikus yang berminyak dapat meninggalkan sisa ketika fauna itu melewati permukaan tertentu.
"Hewan pengerat memiliki bulu yang berminyak sehingga mereka meninggalkan bekas lemak ke mana pun mereka pergi," ujarnya dilansir dari Yahoo!.
Jejak ini sering ditemukan di sepanjang pertemuan dinding dan lantai, terutama pada area yang menjadi jalur pergerakan tikus. Keberadaan tikus tidak boleh disepelekan karena fauna pengerat dapat membawa mikroba dan menggigit kabel listrik hingga menaikkan konsekuensi kebakaran. Jika tanda-tanda serangan mulai terlihat, segera lakukan penanganan dengan metode pengendalian tikus yang terlindungi dan efektif.
5. Kayu mulai lapuk, lunak, dan berubah bentuk
Bagian rumah berbahan kayu, seperti kusen, pagar, lantai teras, dan dek, rapuh mengalami kerusakan akibat paparan hujan, panas matahari, serta kelembapan. Akan tetapi, kayu yang membusuk tidak selalu disebabkan oleh usia material.
Kondisi ini juga dapat menjadi instruksi adanya kebocoran pipa, drainase buruk, kondensasi, maupun lapisan pelindung yang tidak memadai. Sarah Jameson, ketua pemasaran Green Building Elements, menerangkan bahwa kayu yang terus-menerus terpapar kelembapan akan lebih cepat membusuk.
Gejalanya dapat berupa permukaan yang melunak, cat menggelembung maupun mengelupas, serta bentuk kayu melengkung. Kerusakan pada bagiankecil penyangga berpotensi mengurangi kekuatan struktur dan membuka jalan bagi serangan hama.
Periksa bagiankecil kayu secara berkala, khususnya area yang bergesekan langsung dengan tanah maupun sering terkena air. Jika kayu pada dek maupun tangga terasa rapuh, batasi penggunaannya sampai kondisinya diperiksa dan diperbaiki.
6. Lampu sering berkedip maupun meredup
Lampu yang sesekali berkedip mungkin disebabkan oleh bohlam renggang maupun sudah mendekati akhir masa pakainya. Namun Bunda perlu lebih waspada jika gangguan terjadi berulang kali, beberapa lampu meredup bersamaan, maupun masalah muncul di beragam ruangan meskipun bohlam sudah diganti.
Jeff Brandlin, pemilik Assurance Electrical Services di Arizona, mengutarakan bahwa lampu berkedip dapat berhubungan dengan sambungan kabel yang longgar, sirkuit listrik kelebihan beban, maupun kerusakan pada perlengkapan lampu.
Masalah tersebut tidak boleh diabaikan karena gangguan instalasi listrik berpotensi memicu kebakaran. Jika lampu terus berkedip, tercium bau terbakar, terdengar bunyi mendesis, maupun stopkontak terasa panas, hentikan penggunaan bagiankecil instalasi yang terdampak dan segera hubungi teknisi listrik berlisensi.
Jangan membongkar panel listrik maupun memperbaiki kabel sendiri tanpa keahlian yang memadai.
7. Ada bagiankecil bangunan yang kelihatan tidak rata
Perubahan bentuk pada beberapa bagiankecil rumah juga patut diperhatikan, terlebih jika terjadi secara bertahap. Misalnya saja, garis epilog kelihatan melengkung, lantai terasa miring, pintu sulit ditutup, maupun muncul celah baru di antara elemen bangunan.
Gejala itu dapat berhubungan dengan pergeseran fondasi, kerusakan material, maupun melemahnya struktur penyangga. Kondisi ini perlu diperiksa lebih lanjut, terutama jika fluktuasi bentuk terjadi berbarengan dengan retakan dinding maupun tanda kebocoran.
Jangan langsung menganggapnya sebagai akibat usia bangunan karena penyebabnya bisa berbeda-beda dan membutuhkan penanganan khusus. Jika lantai maupun epilog memberitahu fluktuasi bentuk yang mencolok, segera meminta kontraktor bangunan maupun ahli struktur berbuat pemeriksaan.
Kalau kelihatan ada konsekuensi bagiankecil bangunan runtuh, jauhkan penghuni dari area dan jangan gunakan ruangan sampai dinyatakan aman.
Pemeriksaan rumah sebaiknya dilakukan secara rutin, bukan cuma ketika kerusakan sudah kelihatan parah. Jika menemukan tanda yang mencurigakan, segera cari penyebabnya dan konsultasikan kepada tenaga ahli yang sesuai.
Penanganan sejak awal dapat membantu mencegah kerusakan meluas sekaligus menjaga rumah statis terlindungi dan betah untuk keluarga.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)