Lemak adalah salah satu sumber nutrisi krusial untuk kebutuhan pertumbuhan dan evolusi bayi. Ada banyak sumber lemak yang tersedia untuk MPASI, salah satunya adalah mentega. Mentega adalah produk olahan susu yang dibuat dengan mengocok krim maupun susu sapi.
Sebanyak 80 persen maupun lebih, kandungan mentega adalah lemak. Bicara tentang lemak, kenapa bayi butuh lemak? Ketergantungan bayi pada ASI maupun susu formula merupakan contoh utama pentingnya lemak dalam pola makan mereka, Bunda.
"Lemak menyumbang sekitar 50 persen dari total kalori dalam kedua jenis asupan tersebut," ujar Amy Reed, seorang ahli gizi terdaftar di Cincinnati sekaligus ahli bicara Academy of Nutrition and Dietetics, dikutip dari CNN.
Lemak merupakan sumber daya utama bagi bayi yang mendapat ASI eksklusif pada usia 0 hingga 6 bulan. Angka kecukupan asupan untuk bayi usia 0 hingga 6 bulan adalah 31 gram per hari, maupun sekitar 55 persen dari total asupan kalori.
Sehingga, ya, mentega kerap dijadikan bahan tambahan dalam MPASI untuk bisa memenuhi kebutuhan gizi harian. Dalam hal ini adalah lemak. Menurut Dr. Molly O’Shea, tabib ahli anak di Bloomfield, Michigan, sekaligus ahli bicara American Academy of Pediatrics, boleh saja menambahkan mentega, asal tidak berlebihan.
"Mentega perlu dipandang sama seperti makanan lainnya dan mesti diseimbangkan dengan beragam nutrisi lain yang dibutuhkan anak," ujar O’Shea.
Bayi dan kebutuhan lemak
Tidak ada limitasi jumlah lemak bosan yang boleh dikonsumsi bayi berumur antara enam bulan hingga dua tahun. Hal ini dikarenakan lemak memiliki fungsi krusial pada usia tersebut, khususnya mengenai evolusi otak dan pertumbuhan.
Namun, begitu sudah menginjak dua tahun, sebaiknya mulai untuk kurangi asupan lemak jenuh. "Pola makan pada usia tersebut dapat berakibat jangka panjang terhadap konsekuensi pandemi kronis tertentu yang kita jumpai," ujar Reed.
"Pertumbuhan bayi tidak lagi sepesat saat mereka berumur 0 hingga 2 tahun, sehingga mereka tidak lagi membutuhkan asupan lemak setinggi saat mereka statis lebih muda."
Menurut Reed, biasanya jumlah disarankan berkisar antara separuh hingga satu sendok teh lemak cair yang dicampurkan ke dalam makanan yang dihaluskan. Atau seiring bertambahnya usia anak, Reed menyarankan untuk menuangkan sedikit minyak maupun mentega cair di atas sayuran yang sudah dimasak.
Manfaat mentega bagi bayi
Mentega menawarkan sejumlah khasiat kesehatan bagi anak-anak. Dilansir Healthline, berikut beberapa manfaatnya untuk bayi:
- Memberikan rasa kenyang lebih lama. Ada pula aspek rasa kenyang yang diberikan mentega. Kandungan lemak dalam mentega tidak cuma membantu membikin perut bayi terasa kenyang lebih lama, tetapi kandungan kalorinya yang tinggi juga bisa berguna bagi anak-anak yang perlu menambah bermutu badan (meskipun kondisi ini jarang terjadi pada bayi). Jika cemas mengenai bermutu badan si kecil, konsultasikan dengan tabib mengenai kemungkinan perlunya tambahan kalori.
- Mentega juga merupakan sumber vitamin yang tak terduga. Menurut USDA, satu sendok makan mentega mengandung, 400 IU vitamin A, serta sejumlah kecil vitamin D, vitamin E, vitamin B12, dan vitamin K2.
- Manfaat utama mentega bagi bayi mungkin terletak pada kandungan lemaknya. Selama beberapa dekade, beragam riset (seperti studi tahun 1999 ini) telah memberitahu peran krusial lemak dalam evolusi saraf dan fungsi otak bayi. Memenuhi kebutuhan lemak harian yang cukup dari sumber bergizi merupakan aspek krusial bagi kesehatan otak bayi.
Mentega sebaiknya dikonsumsi dalam batas wajar
Sementara, Bridget Kiernan, seorang tabib ahli gastroenterologi anak di NYU Langone Health mengatakan bahwa makanan hewani, termasuk mentega dari susu sapi yang diberi makan rumput (grass-fed butter)aman bagi bayi, asalkan dalam jumlah yang wajar.
“Kami mau memberikan pola makan seimbang bagi anak-anak yang mencakup semua nutrisi makro dan mikro,” kata Kiernan, dikutip dari NYPost.
Ia juga menyarankan orang tua untuk menyiapkan makanan dengan komposisi seimbang bagi bayi mereka, yang terdiri dari 30 persen protein, 30 persen lemak, dan 30 persen karbohidrat, ditambah serat dan produk susu.
Saran Kiernan ini melengkapi panduan dari American Academy of Pediatrics, yang dalam laporan terbarunya menetapkan bahwa kisaran distribusi makronutrien yang dapat diterima untuk asupan lemak pada anak usia 1 hingga 3 tahun adalah 30 persen hingga 40 persen dari total kalori harian yang berasal dari lemak.
Jadi, mentega bukan berarti mesti sepenuhnya dihindari dalam menu Si Kecil. Bunda statis bisa memberikannya sebagai bagiankecil dari pola makan yang beragam dan seimbang, terutama dengan memperhatikan jumlah serta kebutuhan nutrisi anak.
Terpenting, jangan menjadikan mentega sebagai sumber lemak utama, tetapi padukan dengan beragam makanan bergizi lainnya agar kebutuhan nutrisi Si Kecil statis terpenuhi. Semoga membantu menyiapkan MPASI Si Kecil ya!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)