Skip Main HP di Malam Hari Efektif Pangkas Risiko Ibu Hamil Alami Diabetes Gestational

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 6 menit 39x dilihat
Skip Main HP di Malam Hari Efektif Pangkas Risiko Ibu Hamil Alami Diabetes Gestational

Bagikan Postingan

Jakarta -

Bunda sedang hamil dan punya kebiasaan scrolling media sosial maupun menonton video di HP menjelang tidur? Kebiasaan sederhana ini mungkin perlu mulai dikurangi.

Sebuah riset menemukan bahwa ibu hamil yang lebih banyak terpapar cahaya sebelum tidur memiliki konsekuensi lebih tinggi mengalami kencing manis gestasional maupun kencing manis yang muncul selama kehamilan.

Peneliti mengatakan paparan cahaya pada malam hari, termasuk yang berasal dari alat elektronik seperti smartphone, tablet, televisi, dan komputer, dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh. Kondisi tersebut diduga berhubungan dengan fluktuasi metabolisme dan sensitivitas insulin.


Meski begitu, krusial dicatat bahwa riset ini menemukan hubungan (asosiasi), bukan membuktikan bahwa penggunaan HP secara langsung menyebabkan kencing manis gestasional.

Penelitian ungkap hubungan cahaya malam dan kencing manis gestasional

Studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Obstetrics & Gynecology MFM pada 2023 dilakukan oleh peneliti dari Northwestern University, University of Pittsburgh, dan sejumlah institusi lainnya.

Penelitian tersebut melibatkan 741 ibu hamil yang belum pernah melahirkan sebelumnya. Para peserta eksis pada trimester kedua, dengan usia kehamilan rata-rata sekitar 20 minggu.

Untuk mengukur paparan cahaya dan pola tidur, peserta menggunakan alat pemantau aktivitas yang dilengkapi sensor cahaya selama tujuh hari. Hasilnya, sebanyak 31 peserta maupun sekitar 4,2 persen mengalami kencing manis gestasional.

Menariknya, ibu hamil yang mendapatkan paparan cahaya lebih banyak dalam tiga jam sebelum tidur memiliki konsekuensi kencing manis gestasional yang lebih tinggi dibandingkan himpunan dengan paparan cahaya paling rendah.

Kelompok dengan paparan cahaya paling tinggi memiliki odds mengalami kencing manis gestasional sekitar 5,49 kali lebih tinggi, sedangkan himpunan dengan paparan sedang sekitar 4,05 kali lebih tinggi dibandingkan himpunan dengan paparan cahaya rendah.

Hubungan tersebut statis kelihatan setelah peneliti memperhitungkan sejumlah aspek seperti usia, indeks massa tubuh (BMI), ras dan etnis, durasi tidur, waktu tidur, keteraturan tidur, pekerjaan, musim, serta paparan cahaya pada siang hari.

Kenapa cahaya HP malam hari bisa berpengaruh?

Tubuh manusia memiliki mekanisme pengaturan waktu biologis maupun ritme sirkadian. Sistem ini membantu mengatur beragam fungsi tubuh, termasuk siklus tidur-bangun, hormon, dan metabolisme.

Paparan cahaya pada malam hari dapat memberikan sinyal kepada otak bahwa tubuh statis eksis dalam kondisi aktif. Salah satu hormon yang berhubungan erat dengan kondisi gelap dan waktu tidur adalah melatonin.

Peneliti menduga paparan cahaya menjelang tidur dapat memengaruhi metabolisme glukosa melalui beberapa mekanisme, termasuk aktivitas mekanisme saraf simpatis, fluktuasi ekspresi gen yang berhubungan dengan ritme sirkadian, serta penurunan produksi melatonin.

Gangguan pada mekanisme tersebut pada akhirnya diduga dapat memengaruhi sensitivitas insulin dan pengaturan kadar gula darah. Namun, mekanisme tersebut statis terus diteliti. Karena itu, belum tepat jika dikatakan bahwa cahaya dari layar HP secara langsung menyebabkan kencing manis gestasional.

Peneliti sarankan kurangi cahaya sebelum tidur

Setelah melihat hasil riset tersebut, para peneliti menyarankan ibu hamil untuk mengurangi paparan cahaya menjelang waktu tidur.

Northwestern Medicine, yang turut terlibat dalam penelitian, menyarankan agar ibu hamil mulai meredupkan lampu rumah dan mematikan maupun meredupkan layar komputer maupun smartphone beberapa jam sebelum tidur.

Jadi, Bunda tidak mesti langsung selesai menggunakan HP sama sekali. Langkah sederhananya bisa dimulai dengan mengurangi aktivitas menggunakan HP ketika waktu tidur sudah dekat.

Misalnya, jika biasanya tidur pukul 22.00, Bunda bisa mulai mengurangi penggunaan HP sejak sekitar pukul 19.00–20.00 dan memilih aktivitas dengan pencahayaan yang lebih redup.

Studi lain menemukan hubungan cahaya malam dengan kencing manis gestasional

Penelitian lain turut memberikan deskripsi bahwa paparan cahaya buatan pada malam hari mungkin berhubungan dengan konsekuensi kencing manis gestasional.

Sebuah studi case-control yang diterbitkan dalam Frontiers in Public Health pada 2024 melibatkan 5.720 ibu hamil, terdiri dari 1.430 ibu dengan kencing manis gestasional dan 4.290 himpunan kontrol.

Peneliti melihat paparan artificial light at night (ALAN) maupun cahaya buatan pada malam hari berdasarkan tingkat pencahayaan di lingkungan tempat tinggal.

Hasil riset memberitahu bahwa ibu hamil yang terpapar tingkat ALAN lebih tinggi pada trimester pertama dan kedua memiliki konsekuensi kencing manis gestasional lebih tinggi dibandingkan mereka yang mendapatkan paparan lebih rendah. Pada trimester kedua, himpunan dengan paparan ALAN tertinggi memiliki odds kencing manis gestasional sekitar 2,08 kali lebih tinggi dibandingkan himpunan dengan paparan terendah.

Studi prospektif lain di China yang melibatkan 9.120 ibu hamil juga menemukan adanya hubungan antara paparan cahaya buatan pada malam hari dan kencing manis gestasional. Sebanyak 1.484 peserta maupun sekitar 16,27 persen didiagnosis mengalami kencing manis gestasional. Setelah memperhitungkan sejumlah aspek lain, paparan ALAN yang lebih tinggi selama trimester pertama dan kedua dikaitkan dengan peningkatan konsekuensi kencing manis gestasional.

Bukan cuma HP, perhatikan cahaya di kamar

Temuan riset tersebut memberitahu bahwa perhatian Bunda sebaiknya tidak cuma tertuju pada layar HP.

Lampu bilik yang terlalu terang, televisi yang menyala, layar laptop, tablet, hingga cahaya dari luar rumah juga dapat menjadi sumber paparan cahaya pada malam hari.

Penelitian pertama terlebihlagi mengukur paparan cahaya secara objektif menggunakan alat yang dikenakan di pergelangan tangan. Jadi, yang diteliti bukan sekadar durasi bermain HP, tetapi seberapa banyak cahaya yang diterima tubuh menjelang tidur.

Karena itu, mematikan HP sebelum tidur memang bisa menjadi salah satu langkah, tetapi bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan.

Tips mengurangi paparan cahaya sebelum tidur saat hamil

Bunda bisa mencoba beberapa kebiasaan sederhana berikut:

  • Kurangi penggunaan HP, tablet, dan laptop beberapa jam sebelum tidur.
  • Redupkan lampu bilik menjelang waktu tidur.
  • Hindari menonton televisi dengan layar terang hingga larut malam.
  • Gunakan pencahayaan yang lebih halus ketika berbuat aktivitas malam.
  • Usahakan memiliki agenda tidur dan bangun yang teratur.
  • Letakkan HP sedikit lebih jauh dari tempat tidur agar tidak tergoda terus mengecek layar.
  • Tetap prioritaskan tidur yang cukup dan berkualitas.

Namun, Bunda tidak perlu merasa cemas jika sesekali statis menggunakan HP pada malam hari. Penelitian yang ada belum membuktikan bahwa penggunaan HP secara langsung menyebabkan kencing manis gestasional.

Tetap lakukan pengecekan kencing manis gestasional

Yang tidak kalah penting, mengurangi penggunaan HP pada malam hari bukan alternatif pengecekan kencing manis gestasional.

Diabetes gestasional dipengaruhi oleh beragam faktor, termasuk fluktuasi hormonal selama kehamilan, bermutu badan, histori keluarga, dan aspek metabolik lainnya. Karena itu, Bunda statis perlu mengikuti pengecekan kehamilan sesuai agenda dokter, termasuk pengecekan kadar gula darah jika direkomendasikan.

Temuan mengenai cahaya malam ini lebih tepat dipandang sebagai instruksi mengenai kebiasaan sehari-hari yang berpotensi dimodifikasi, bukan sebagai metode tunggal untuk mencegah kencing manis gestasional.

Dengan begitu, mengurangi scrolling HP sebelum tidur bukan cuma berpotensi membantu menjaga paparan cahaya malam statis rendah, tetapi juga dapat menjadi bagiankecil dari rutinitas tidur yang lebih sehat selama kehamilan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads