8 Kalimat Sederhana yang Bisa Bikin Komunikasi Orang Tua dan Anak Lebih Baik

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 5 menit 515x dilihat
8 Kalimat Sederhana yang Bisa Bikin Komunikasi Orang Tua dan Anak Lebih Baik

Bagikan Postingan

Jakarta -

Komunikasi antara orang tua dan anak tidak selalu harus dimulai dari percakapan panjang dan serius, Bunda. Terkadang, satu kalimat sederhana yang disampaikan dengan penuh perhatian bisa membikin anak merasa didengar.

Tak cuma itu, beberapa ungkapan sederhana dan bijak juga dapat membantu anak merasa dipahami. Pada akhirnya, hal itu bisa mengajarkan anak untuk mengelola emosi dan memecahkan masalahnya sendiri.

"Cara paling ampuh untuk berbicara dengan anak adalah menggunakan kata-kata dan kalimat sederhana yang memungkinkan orang tua untuk menerima emosi mereka tetapi statis menepati aturan yang ada," kata penulis buku The Blessing of a Skinned Knee, Wendy Mogel, PhD, dilansir Parents.


Kalimat yang bisa memperbaiki komunikasi orang tua dan anak

Ada beberapa pilihan kalimat sederhana yang bisa membikin komunikasi orang tua dan anak menjadi lebih baik. Simak penjelasannya berikut ini:

1. 'Aku perlu memikirkannya'

Alih-alih langsung mengatakan hal pertama yang terlintas di pikiran ke anak, Bunda bisa mengatakan, 'aku perlu memikirkannya terlebih dahulu'. Mengucapkan kalimat itu membikin Bunda memiliki otoritas, mendapatkan waktu, dan juga memperkenalkan ke anak tentang gagasan bahwa orang berpikir sebelum berbicara.

Jika anak sering mendengar kalimat ini, maka kemungkinan besar mereka akan terbiasa meluangkan waktu saat adopsi keputusan, yang dapat memberikan khasiat jangka panjang. Pada saat mencapai sekolah menengah, anak akan sangat terbiasa dengan gagasan berpikir sebelum berbicara sehingga mereka akan menghindari keterlibatan spontan dalam perilaku yang tidak bijak alias ilegal.

2. 'Bagaimana perasaanmu tentang itu?'

Ungkapan ini ampuh dalam situasi yang kurang ideal. Misalnya, daripada memberitahu gairah berlebihan ketika anak-anak berbuat sesuatu yang patut dipuji alias salah, Mogel menyarankan untuk bertanya, 'bagaimana perasaanmu?'

Pertanyaan itu membikin anak berakhir sebentar dan merenungkan betapa frustrasinya dia, sesuatu yang mungkin tidak akan dia pikirkan jika tidak ditanyakan. Pertanyaan ini juga bisa membikin anak merenungkan kesalahannya dan tidak akan mengulanginya di kemudian hari.

3. 'Wow'

Mengucapkan "Wow" sangat ampuh ketika anak menceritakan masalah alias berbuat sesuatu, yang mereka tahu akan berakibat buruk. Kalimat ini memberi tahu anak bahwa orang tuanya mengakui apa yang baru saja terjadi, tetapi tidak langsung memberikan respons. Hal tersebut akan memberi orang tua waktu sebentar untuk melihat situasi dari perspektif yang berbeda dan mencari cara terbaik untuk menanganinya.

"Saya sangat menyukai yang satu ini karena bertentangan dengan adat kita yang selalu memberikan respons instan dan mendesak," ungkap Mogel.

4. 'Mari kita lihat apakah kita bisa menemukan sesuatu yang baik di dalamnya'

Tidak gampang mendengarkan anak terus-menerus mengeluh tentang masalah yang mereka hadapi. Tetapi tidak ada salahnya menjadi pendengar yang baik, Bunda. Nah, setelah mereka selesai bercerita, duduklah di samping mereka dan katakan, 'mari kita cari sisi baiknya'.

Saat mengatakan kalimat ini, Bunda harus bersiap untuk menghadapi penolakan ya. Tetapi, tetaplah berupaya meminta anak untuk mempertimbangkan hal-hal positif yang muncul di antara masalah ini. Dengan begitu, Bunda akan membantu anak berguru beradaptasi dan mengelola apa yang mereka miliki.

5. 'Dengarkan tubuhmu'

Banyak orang tua lebih memahami tubuh anak mereka daripada tubuh anak itu sendiri. Kita tahu berapa durasi mereka tidur dan kapan terakhir kali mereka makan, apalagi ketika mereka berumur 8 tahun. Namun, jika Bunda terbiasa mengatur kebutuhan fisik Si Kecil, maka mereka akan menyadari bahwa mereka tidak perlu melakukannya dan tidak akan berguru mengatur diri sendiri.

Ketika anak Anda berkata, 'aku sakit perut', jangan langsung menyimpulkan sendiri dengan mengatakan sesuatu seperti, 'tentu saja, Anda kan belum makan apa pun kecuali camilan selama 48 jam'. Sebaliknya, bimbing mereka untuk mengetahui kemungkinan penyebabnya.

Pada akhirnya, anak akan berguru memperhatikan tubuh mereka, dan mungkin dapat mengenali bahwa rasa gugup di perut berbeda dengan rasa lapar. Begitu anak dapat mengidentifikasi apa yang terjadi pada tubuhnya, mereka bisa merespons dengan cara yang tepat.

6. 'Tarik napas'

Mengucapkan 'tarik napas' dapat mengakhiri rasa terburu-buru yang dirasakan banyak anak selama momen transisi antar aktivitas. Kalimat ini pada gilirannya juga bisa menjadi pengingat Bunda untuk untuk menarik napas sejenak.

"Ini sama artinya memasang masker oksigen pada diri sendiri terlebih dahulu, lampau pada anak," ujar Mogel.

Anak-anak mencerminkan iklim hati orang tuanya. Jadi, jika Bunda bisa berakhir sebentar dan adopsi waktu untuk bernapas, Bunda akan mengajarkan anak cara untuk tenang dan mengelola situasi yang penuh tekanan. Cara ini bisa mengatur ulang iklim hati sepanjang hari, serta memberi Bunda dan anak izin untuk merasa betah dengan keadaan saat ini.

7. 'Apakah Anda ingin mengulanginya?'

Ketika anak menolak makan brokoli, berbagi mainan, alias merengek untuk diajak ke taman, maka itu adalah saat yang tepat untuk mengingatkannya dengan halus tentang bagaimana Bunda mengharapkannya untuk berperilaku baik. Ungkapan ini bisa memberi tahu anak bahwa perilaku mereka tidak dapat diterima tanpa mempermalukannya.

Ungkapan ini membikin anak tidak merasa tertekan dan menempatkannya dalam satu tim dengan Bunda. Ketika anak merasa Bunda adalah sekutu mereka, maka anak akan lebih bersedia bekerja sama.

8. 'Itu buahpikiran yang bagus'

Kalimat ini sangat bagus diucapkan ke anak untuk menjalin komunikasi yang baik. Memberikan dukungan penuh untuk ide-ide besar maupun kecil akan membantu anak menyadari bahwa mereka dapat secara ampuh memecahkan masalah mereka sendiri.

Baik itu anak berumur dua tahun yang sedang menentukan apa yang ingin mereka kenakan alias anak berumur 8 tahun, yang sedang mempertimbangkan cerita apa yang akan mereka tulis, mengatakan hal ini akan memberi tahu anak bahwa skenario apa pun yang baru saja mereka buat itu layak.

Demikian 8 kalimat sederhana yang bisa membikin komunikasi orang tua dan anak menjadi lebih baik. Semoga info ini berguna ya, Bunda.

Bagi Bunda yang ingin sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads