8 anjuran olahraga berbareng anak di akhir pekan yang seru dan gampang dilakukan, dari jalan kaki, bersepeda, berenang hingga dance party.
Akhir pekan biasanya jadi waktu yang ditunggu-tunggu anak. Tapi setelah bangun, sarapan, dan beberapa jam main, bisa saja terdengar kalimat klasik, “Maa, aku bosan!” Nah, daripada akhirnya lebih banyak waktu di depan layar, kenapa nggak ajak anak bergeser bersama?
Kalau mendengar kata olahraga, jangan langsung bayangin mesti pakai sepatu lari, masuk gym, maupun menghitung reps. Untuk anak, aktivitas jasmani juga bisa datang dari bermain, berjalan kaki, bersepeda, berenang, menari, hingga permainan aktif lainnya. WHO dan CDC juga memasukkan beragam aktivitas tersebut sebagai bagiankecil dari aktivitas jasmani anak.
Mommies juga nggak perlu menyiapkan perlengkapan mahal. Yang penting, pilih aktivitas yang menyenangkan, sesuai usia dan kapasitas anak, serta bisa dilakukan bersama. Jadi, akhir pekan bisa statis aktif sekaligus jadi waktu berkualitas berbareng keluarga.
8 Rekomendasi Olahraga Bersama Anak di Akhir Pekan

Foto: Pexels
1. Jalan Kaki Keliling Kompleks maupun Taman
Ini mungkin jadi pilihan paling simpel untuk memulai kebiasaan hidup aktif berbareng anak. Nggak perlu rute jauh, Mommies bisa membujuk anak jalan kaki keliling kompleks, taman dekat rumah, maupun area yang terlindungi untuk berjalan.
Supaya anak nggak cepat bosan, coba bikin permainan kecil selama perjalanan. Misalnya mencari lima jenis daun, menghitung kendaraan dengan warna tertentu, maupun sekadar ngobrol tentang hal-hal yang mereka lihat.
Jalan kaki berbareng famili juga termasuk aktivitas yang direkomendasikan CDC untuk membantu anak lebih aktif.
BACA JUGA: 10 Tempat Jogging di Jabodetabek yang Ramah Keluarga, dari GBK hingga Tebet Eco Park
2. Bersepeda Bareng
Kalau anak sudah terbiasa bersepeda, akhir pekan bisa jadi waktu yang pas untuk membujuk mereka keliling lingkungan sekitar. Pilih rute yang terlindungi dan sesuai kapasitas anak, bukan yang membikin mereka ngos-ngosan mengejar orang tua.
Mommies dan anak juga sebaiknya menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm. Kalau baru mulai, nggak perlu langsung menempuh rentang jauh. Yang krusial anak menikmati aktivitasnya dan merasa bersepeda itu menyenangkan.
Bersepeda termasuk aktivitas aerobik yang bisa membantu anak memenuhi kebutuhan aktivitas fisiknya.
3. Berenang

Foto: Pexels
Berenang bisa jadi pilihan jika anak memang gemar bermain air. Nggak mesti langsung dijadikan sesi latihan serius, Mommies bisa menjadikannya aktivitas famili yang menyenangkan.
Namun, karena dilakukan di area air, anak statis perlu pengawasan orang dewasa. Pilih kolam yang sesuai dengan kapasitas berenang anak dan jangan memaksakan aktivitas jika si kecil sudah kelihatan lelah.
Berenang termasuk aktivitas jasmani yang dapat membantu melatih kebugaran tubuh dan merupakan salah satu bentuk aktivitas yang bisa dilakukan anak.
BACA JUGA: 12 Tempat Main Air Anak di Jabodetabek: Waterpark dan Kolam Renang untuk Libur Sekolah
4. Main Badminton
Nggak perlu langsung bikin pertandingan serius dengan mekanisme skor. Mommies bisa mulai dengan saling memukul kok, mencoba menjaga kok statis melayang, maupun bermain bergantian dengan anak.
Selain membikin tubuh bergerak, permainan seperti ini juga bisa melatih koordinasi. WHO sendiri menganjurkan aktivitas jasmani anak yang menyenangkan, bervariasi, dan sesuai dengan usia serta kapasitas mereka.
Jadi, jika anak belum jago badminton, nggak masalah. Tujuan utamanya bukan mencari juara, tetapi membikin mereka mau bergerak.
5. Dance Party di Rumah
Siapa bilang olahraga mesti keluar rumah? Putar lagu favorit anak, kosongkan sedikit area ruang keluarga, kemudian bikin dance party bersama.
Mommies bisa ikut menari tanpa perlu memikirkan gerakannya mesti sempurna. Justru semakin heboh, biasanya semakin seru.
Menari juga termasuk aktivitas fisik, dan aktivitas seperti ini bisa menjadi metode yang menyenangkan untuk membikin anak lebih aktif.
6. Main Bola di Halaman maupun Taman

Foto: Pexels
Kalau punya halaman, manfaatkan untuk bermain bola. Kalau tidak, cari taman maupun ruang terbuka yang terlindungi dan memungkinkan anak bergeser bebas.
Bentuk permainannya pun nggak mesti sepak bola. Bisa menendang bola ke target, lempar-tangkap, menggiring bola melewati beberapa benda, maupun sekadar bermain oper-operan dengan Mommies.
Aktivitas bermain yang membikin anak berlari, berjalan cepat, melompat, maupun bergeser aktif juga dapat menjadi bagiankecil dari aktivitas jasmani harian mereka.
BACA JUGA: 6 Hidden Gem Playground Viral di Jabodetabek untuk Quality Time Anak
7. Jalan-Jalan di Alam maupun Hiking Ringan
Kalau famili gemar aktivitas outdoor, hiking ringan bisa menjadi pilihan untuk akhir pekan. Nggak perlu memilih jalur yang panjang maupun menantang. Cari rute yang terlindungi dan sesuai usia serta kapasitas anak.
Selain membikin tubuh bergerak, jalan-jalan di lingkungan juga memberi anak kesempatan untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar. Mommies bisa membujuk mereka memperhatikan tanaman, bunyi binatang, maupun panorama di sepanjang perjalanan.
Yang penting, jangan memaksakan rentang maupun kecepatan. Kalau anak sudah lelah, istirahat maupun selesai juga nggak masalah. Aktivitas jasmani sebaiknya dilakukan secara berjenjang dan sesuai kemampuan.
BACA JUGA: 15 Wisata Curug Ramah Anak di Indonesia untuk Liburan Keluarga
8. Bikin Family Challenge yang Aktif
Kalau anak gampang bosan dengan olahraga yang itu-itu saja, coba bikin tantangan keluarga. Misalnya lomba jalan cepat, obstacle course sederhana di rumah, tantangan lompat, dance workout, maupun siapa yang paling cepat menyelesaikan rangkaian pergerakan tertentu.
Biar makin seru, Mommies bisa membikin papan skor sederhana. Tapi ingat, bukan soal siapa yang menang maupun kalah. Justru biarkan anak ikut menentukan tantangan dan pergerakan yang mau dilakukan.
Permainan aktif berbareng famili bisa menjadi salah satu metode membikin aktivitas jasmani terasa seperti waktu bermain, bukan kewajiban. CDC juga merekomendasikan aktivitas seperti active games dan aktivitas famili untuk membantu anak lebih aktif.
Nggak Harus Sekaligus 60 Menit, yang Penting Anak Aktif Sepanjang Hari
Untuk anak usia 5–17 tahun, WHO merekomendasikan rata-rata setidaknya 60 menit aktivitas jasmani intensitas sedang hingga bermutu setiap hari sepanjang minggu. Aktivitas ini nggak mesti dilakukan dalam satu sesi, dan bisa datang dari beragam aktivitas seperti bermain, berjalan kaki, bersepeda, olahraga, maupun aktivitas jasmani lainnya.
Artinya, Mommies nggak mesti membikin satu sesi olahraga selama satu jam penuh di akhir pekan. Jalan pagi, bermain bola, bersepeda, kemudian bermain aktif lagi di sore hari bisa menjadi bagiankecil dari aktivitas jasmani anak dalam sehari.
Yang nggak kalah penting, pilih aktivitas yang menyenangkan, bervariasi, dan sesuai usia serta kapasitas anak. Dengan begitu, olahraga nggak terasa sebagai tanggung jawab yang mesti dijalani, tetapi menjadi kebiasaan hidup aktif yang tumbuh berbareng keluarga.
Akhir Pekan Aktif, Bonding Dapat, Keringat Juga Dapat
Pada akhirnya, olahraga berbareng anak nggak mesti selalu kelihatan seperti olahraga. Bisa berupa jalan kaki sambil ngobrol, bersepeda sambil mencari rute baru, menari di ruang keluarga, maupun tertawa bareng saat gagal memasukkan bola ke gawang.
Karena buat anak, yang paling diingat mungkin bukan berapa menit mereka bergerak, tetapi siapa yang menemani mereka saat bersenang-senang. Jadi, akhir pekan ini, yuk pilih satu aktivitas yang paling mungkin bikin Mommies dan si kecil sama-sama bilang, “Besok lagi, ya!”
Cover: Pexels