9 Contoh Kegiatan MPLS 2026 PAUD-TK yang Menarik dan Materinya

Jul 13, 2026 01:35 PM - 1 bulan yang lalu 19511

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bakal dimulai pada pekan pertama di awal masuk tahun aliran baru 2026/2027. Kegiatan ini bakal berjalan selama lima hari, Bunda.

Dilansir laman Cerdas Berkarakter Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), MPLS Ramah dilaksanakan untuk menanamkan sejak awal budaya sekolah kondusif dan nyaman pada siswa baru. MPLS menjadi kegiatan pertama bagi siswa baru yang dilakukan oleh sekolah untuk menumbuhkan dan memperkuat karakter serta profil lulusan.

"Hari pertama sekolah kudu menjadi pengalaman yang aman, nyaman, menyenangkan, dan berarti bagi setiap murid," demikian isi unggahan di IG Kemendikdasmen.


Penyelenggaraan MPLS dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan pasca pelaksanaan. Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 12 Tahun 2026, pembentukan panitia MPLS ditetapkan oleh Kepala Sekolah. Nantinya, panitia terpilih dapat menyusun program, termasuk kegiatan MPLS.

Kegiatan MPLS 2026 untuk PAUD/TK

Melansir dari kitab Rujukan Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 untuk Taman Kanak-kanak, berikut 9 kegiatan MPLS 2026 untuk PAUD/TK:

1. Kegiatan Salam Sapa Murid Baru

Kegiatan ini bermaksud untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang kondusif dan inklusif dengan membangun kedekatan emosional antara pembimbing dan siswa baru yang sedang dalam kondisi transisi dari lingkungan rumah ke lingkungan sekolah melalui sambutan yang penuh kasih sayang.

Di kegiatan ini, pembimbing memutarkan jingle MPLS Ramah yang berjudul 'Hari Baru' dan 'Rukun sama Teman'. Guru menyambut siswa di gerbang sekolah. Orang tua atua wali siswa memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengikuti kegiatan belajar secara berdikari di kelas untuk melatih kemandirian siswa baru. Meski begitu, orang tua dapat mendampingi anak di kelas.

1. Pengenalan diri, teman, dan guru

Aktivitas pengenalan diri, teman, dan pembimbing dapat dilakukan di hari pertama MPLS, Bunda. Tujuan kegiatan ini adalah untuk membangun pertemanan yang positif dengan mengenali beragam emosi diri, menyampaikan emosi dengan langkah yang baik, serta menghargai dan mengenal nama pembimbing dan teman.

Alur kegiatan dapat dimulai dengan pembimbing dan semua siswa berkumpul dalam lingkaran besar. Guru lampau menyapa dan menanyakan berita murid, lampau mengenalkan dirinya.

Guru lampau menanyakan kepada siswa tentang emosi mereka di hari masuk sekolah. Misalnya, pembimbing menanyakan siapa yang pagi ini sedih dan menanyakan kenapa siswa sedih.

Setelah itu, pembimbing membujuk siswa berkenalan dengan menggunakan lagu perkenalan alias metode lain yang menyenangkan. Setelah selesai, pembimbing mengucapkan terima kasih kepada siswa yang sudah memperkenalkan diri.

2. Jelajah Sekolahku

Jelajah Sekolahku adalah kegiatan untuk mengenalkan lingkungan belajar melalui eksplorasi bebas menggunakan seluruh akomodasi yang ada di sekolah. Sebelum memulainya, siswa bakal diminta berbanjar seperti kereta api.

Mereka lampau melangkah dengan tertib, menjaga diri dan teman, serta diminta untuk mendengarkan penjelasan dari guru. Selanjutnya, pembimbing memandu siswa berkeliling dan mengenalkan setiap perspektif sekolah.

Guru dapat mengusulkan pertanyaan sederhana ke siswa untuk memastikan mereka sudah memahami lingkungan sekolah dengan baik.

3. Makan Sehat dan Bergizi

Kegiatan ini membujuk siswa makan berbareng di antara waktu sekolah. Selama kegiatan, pembimbing dapat mencontohkan persiapan makan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Setelah duduk bersama, pembimbing membujuk siswa untuk bermohon sebelum makan, sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Sebelum makan, pembimbing juga mengingatkan etika makan, seperti makan dengan rapi, tenang, dan tidak terburu-buru.

Setelah makan, siswa dan pembimbing merapikan perangkat makan, mengumpulkan sampah, dan membuangnya ke tempat sampah. Guru juga memberikan apresiasi ke siswa atas kerja sama dan kemandirian mereka.

4. Bermain Ceria

Kegiatan Bermain Ceria dapat mengembangkan produktivitas dan kemandirian anak. Selain itu, kegiatan ini juga dapat mengembangkan keahlian sosial emosional siswa melalui eksplorasi yang menyenangkan.

Dalam kegiatan ini, pembimbing membujuk siswa baru bermain bersama. Guru lampau menjelaskan patokan bermain, termasuk kesempatan bermain, menunggu giliran, bermain bergantian, saling menjaga teman, dan membereskan kembali mainan yang digunakan.

Selama melakukan kegiatan ini, anak-anak diberikan kebebasan untuk mempunyai permainan yang disukai. Durasi kegiatan sekitar 15 menit.

5. Jeda Ceria

Tujuan kegiatan ini adalah untuk menjaga semangat, meningkatkan konsentrasi, dan membentuk kebiasaan hidup aktif. Durasi kegiatan cukup singkat, ialah sekitar lima menit.

Kegiatan dapat dimulai saat pembimbing membujuk siswa berkumpul membantu lingkaran. Guru lampau memutarkan video Jeda Ceria. Selanjutnya, pembimbing memimpin dan mendampingi siswa untuk melakukan aktivitas Jeda Ceria dengan semangat.

6. Pertemuan Pagi Ceria

Pertemuan Pagi Ceria merupakan kegiatan yang bermaksud untuk membentuk karakter anak melalui rangkaian Senam Anak Indonesia Hebat, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan angan berbareng sebelum mengawali kegiatan belajar.

Selama lagu Senam Anak Indonesia Hebat diputar, pembimbing menunjukkan aktivitas yang kemudian diikuti oleh anak-anak. Durasi kegiatan ini dapat disesuaikan dengan kondisi siswa ya, Bunda.

7. Permainan Tebak Gambar

Dalam kegiatan ini, pembimbing dapat mengenalkan permainan tebak gambar Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH). Melalui kegiatan ini, anak PAUD alias TK dapat bermain sekaligus mendapatkan pemahaman awal dan pembiasaan perilaku positif.

Berikut alur kegiatan untuk permainan tebak gambar:

  • Guru membujuk siswa berdiri melingkar untuk bermain tebak kebiasaan dalam 7KAIH.
  • Guru menjelaskan patokan main kepada murid. Aturannya, saat pembimbing mengangkat satu gambar, murid-murid diminta berlari ke arah gambar yang sama yang sudah ditempel di lantai/dinding dan menyebut serta memeragakan gerakannya.
  • Permainan bisa dilakukan sembari pembimbing memutar lagu Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH).
  • Guru membujuk siswa mengulang kembali menyebut 7KAIH yang dilakukan oleh siswa setiap hari dan memberikan penjelasan singkat.
  • Guru membujuk siswa menirukan kegiatan sederhana sesuai dengan kebiasaan yang dikenalkan, seperti berdoa, menyapa teman, atau
    merapikan mainan.
  • Guru memberi pujian kepada siswa yang berani mencoba dan mengikuti kegiatan dengan baik.
  • Guru menutup kegiatan dengan membujuk siswa mengulang berbareng kebiasaan baik yang sudah dipelajari hari itu.

8. Gerak berbareng melalui permainan tradisional

Kegiatan ini bermaksud untuk mempererat rasa kebersamaan anak melalui pelestarian budaya. Anak-anak bisa memainkan permainan tradisional yang interaktif dan menyenangkan.

Di kegiatan ini, pembimbing dapat menyiapkan beberapa jenis permainan tradisional, seperti loncat tali yang terbuat dari karet. Guru dapat membujuk siswa berbanjar rapi dan mencontohkan langkah bermain.

Di permainan ini, tidak ada penentuan menang dan kalah. Murid hanya dilatih untuk mengenal dan berani mencoba perihal yang baru, seperti bermain permainan tradisional.

9. Sekolah Bersih, Hati Ceria

Kegiatan ini bermaksud untuk mengenalkan siswa baru tentang nilai-nilai Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Di kegiatan ini, anak-anak diberikan kantong kertas alias kantong plastik dan sarung tangan untuk memungut sampah. Mereka juga dapat menggunakan perangkat kebersihan, seperti sapu, pengki, dan tempat sampah.

Selama kegiatan berlangsung, pembimbing dapat memutar lagu yang ceria berjudul Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Durasi kegiatan sekitar 30 menit.

Demikian 9 contoh kegiatan MPLS 2026 untuk anak PAUD/TK. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/fir)

Selengkapnya