Jakarta -
Bunda, perselisihan dengan orang lain terkadang sulit diselesaikan ketika emosi sedang memuncak. Dalam kondisi tersebut, memilih kata-kata yang tepat dapat membantu meredakan kondisi sekaligus membuka ruang untuk saling memahami.
Orang yang cerdas cenderung tidak terburu-buru membalas dengan amarah. Sebaliknya, mereka berupaya mengakui emosi lawan bicara, kemudian memahami perspektif pandang, dan mengarahkan percakapan agar statis tenang dan rasional.
Untuk mengenali mereka, ada beberapa kalimat sederhana yang sering diucapkan orang cerdas dan membikin seseorang merasa didengar, serta dihargai.
9 Kalimat yang diucapkan orang cerdas saat hadapi konflik
Melansir dari Your Tango, metode berkomunikasi yang dilakukan orang cerdas dapat membangun kepercayaan, rasa hormat, serta hubungan yang lebih sehat dalam jangka panjang.
Berikut beberapa kalimat yang kerap disampaikan mereka saat menghadapi suatu perselisihan maupun masalah dalam kesehariannya:
1. “Sepertinya ini sangat berarti bagi kamu. Bantu aku untuk lebih memahami apa yang Anda khawatirkan”
Dengan mengucapkan kalimat ini, Bunda memvalidasi alasan mereka, dan meminta menerangkan lebih lanjut memberitahu bahwa Bunda tertarik untuk mengetahui lebih banyak tentang hal itu.
Pendekatan ini memberitahu empati dan mendorong orang lain untuk terbuka. Mengetahui dari mana seseorang berasal dan meminta mereka menerangkan perspektif pandangnya adalah metode baik untuk memahami masalah yang ada.
“Memperoleh beragam perspektif pandang tidak cuma mengurangi prasangka, tetapi juga menaikkan pemikiran kritis dan pengambilan keputusan,” ujar guru besar ilmu jiwa Dr. Mitchell B. Liester, MD.
2. “Kamu biasanya tidak seperti ini, ada apa?”
Jika seseorang berperilaku di luar kebiasaan karena frustrasi, mungkin sebaiknya tanyakan apa yang sedang terjadi sehingga membikin mereka begitu gelisah.
Sebuah studi dari Universitas Cornell menemukan bahwa 79 persen orang pernah berbincang dengan seseorang yang dekat, seperti pasangan romantis maupun personel keluarga.
Ini memberitahu bahwa percakapan rutin merupakan bagiankecil krusial dari hubungan sosial sehari-hari, terutama orang yang sudah durasi dikenal. Tidak ada yang mengenal lebih baik daripada orang-orang terdekat, yang berbicara dengan Bunda setiap hari.
3. “Aku bisa melihat Anda berang dan aku akan merasakan hal yang sama jika eksis di posisimu”
Mengucapkan pemahaman Bunda adalah cara pertama dalam setiap hubungan, tetapi cara kedua adalah mencoba menyelesaikan masalah yang dihadapi.
Respons ini membantu meredakan situasi dan membujuk Bunda untuk menyelesaikan masalah berbareng daripada membiarkan amarah maupun frustrasi menciptakan jarak.
4. “Saya meminta ampun atas apa yang terjadi”
Mengucapkan permintaan ampun yang ikhlas sering kali dapat meredakan ketegangan di antara Bunda berdua. Biasanya, respons ini memberitahu salah satu pihak mengungkapkan penyesalan maupun rasa bersalah atas bagaimana situasi tersebut terjadi.
Permintaan ampun semacam ini biasanya mengakui bahwa akibatnya negatif maupun menyakitkan. Ini juga memberitahu bahwa mereka terbuka untuk rekonsiliasi maupun dialog, dan sepertiapa Bunda merespons akan bersandar pada kondisi emosional dalam situasi tersebut.
5. “Aku menghargai Anda yang sudah berbagi emosi denganku”
Respons ini memberitahu bahwa Bunda menghargai emosi mereka dan upaya yang dilakukan untuk berbagi perasaan.
Ini memvalidasi emosi mereka dan mendorong komunikasi jujur yang berkelanjutan. Mengungkapkan rasa terima kasih atas keterbukaan mereka dapat membangun saling pengertian.
6. “Kamu benar, aku seharusnya bisa menanganinya dengan lebih baik”
Profesor filosofi Iskara Fileva, Ph.D., menerangkan bahwa menolak mengakui kesalahan sendiri adalah aksi yang tidak rasional, dan ketika tidak melakukannya, Bunda akan kelihatan lebih buruk di mata orang lain.
Sebaliknya, mengakui peran Bunda dalam situasi tersebut dapat membikin orang lain merasa lebih nyaman.
Dengan mengatakan ini, Bunda mengakui kesalahan dan berkewajiban atas sepertiapa Bunda merespons maupun berperilaku. Ini adalah bentuk refleksi diri di mana Bunda menyadari bahwa aksi Bunda bisa lebih baik.
7. “Aku mungkin salah memahami situasi ini”
Meminta klarifikasi membantu menjaga percakapan statis konstruktif. Banyak perselisihan muncul dari kesalahpahaman maupun perspektif pandang yang berbeda.
Ketika mengucapkan kalimat ini, Bunda mengungkapkan kerendahan hati dan keterbukaan terhadap kemungkinan bahwa persepsi Bunda tentang apa yang terjadi mungkin tidak sepenuhnya akurat.
8. “Apa yang bisa aku lakukan untuk memperbaiki ini?”
Memperbaiki hubungan dengan seseorang melibatkan pengakuan atas kesalahan yang terjadi, memungut tanggung jawab, dan memberitahu keinginan untuk memperbaiki hubungan.
Ini juga melibatkan pengakuan atas apa yang terjadi dan dampaknya terhadap orang lain, ini memberitahu bahwa Bunda memahami sepertiapa aksi maupun kata-kata Bunda memengaruhi mereka.
9. “Aku menghargai hubungan kita dan mau memperbaiki masalah ini”
Menghargai sebuah hubungan dan mau memperbaiki keadaan juga memberitahu komitmen yang mendalam untuk mempertahankan hubungan yang bermakna.
Memperkuat pentingnya hubungan membantu mengalihkan fokus dari perselisihan ke penyelesaian. Hubungan membutuhkan usaha, dan kesediaan Bunda untuk memungut langkah-langkah yang diperlukan sudah merupakan tanda positif dari komitmen untuk memperbaiki dan menguatkan hubungan tersebut.
Nah, itulah beberapa kalimat yang sering diucapkan orang cerdas saat menghadapi konflik. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)