Hamil 31 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 8 menit 348x dilihat
Hamil 31 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?

Bagikan Postingan

Jakarta -

Memasuki usia kehamilan 31 minggu, Bunda sudah eksis di trimester ketiga. Perut biasanya semakin besar, pergerakan Si Kecil semakin terasa, sementara beberapa keluhan kehamilan seperti nyeri punggung, sulit tidur, sering buang air kecil, hingga heartburn bisa semakin sering muncul.

Lantas, hamil 31 minggu apa yang dirasakan? Kondisi setiap Bunda tentu berbeda. Namun, ada sejumlah fluktuasi jasmani yang lazim terjadi pada fase ini seiring pertumbuhan janin dan fluktuasi tubuh menjelang persalinan.

Menurut National Health Service (NHS), pada usia 31 minggu janin memiliki panjang sekitar 41,1 cm dari imam hingga tumit dan statis terus menambah bermutu badan. Pada fase ini, Si Kecil juga sudah aktif bergerak, termasuk menendang, meregangkan tubuh, dan berbuat pergerakan seperti mengisap jari.


Hamil 31 minggu, apa yang dirasakan?

Beberapa keluhan berikut mungkin Bunda rasakan ketika kehamilan memasuki 31 minggu.

1. Gerakan janin semakin terasa

Salah satu hal yang paling sering diperhatikan Bunda pada trimester ketiga adalah pergerakan janin. Pada usia 31 minggu, Si Kecil statis aktif bergeser di dalam rahim.

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menerangkan bahwa pada trimester ketiga pergerakan janin umumnya dapat terasa semakin kuat. ACOG juga mencatat bahwa pada usia 29–32 minggu, janin sudah dapat meregangkan tubuh, menendang, dan berbuat pergerakan menggenggam.

Namun, Bunda tidak perlu membandingkan jumlah pergerakan dengan ibu hamil lainnya. Royal College of Obstetricians and Gynaecologists (RCOG) menekankan bahwa yang krusial adalah mengenali pola pergerakan bayi sendiri. Jika pergerakan terasa berkurang maupun berubah dari biasanya, Bunda perlu segera menghubungi tenaga kesehatan.

Hal ini krusial karena riset ACOG memberitahu bahwa penurunan pergerakan janin berhubungan dengan peningkatan konsekuensi lahir mati. Dalam analisis yang dirujuk ACOG, bagian penurunan pergerakan janin dikaitkan dengan peningkatan konsekuensi tersebut, meskipun arti pergerakan berkurang berbeda-beda antarpenelitian.

2. Nyeri punggung dan panggul

Perut yang semakin besar dapat membikin postur tubuh berubah dan memberikan beban lebih besar pada punggung serta panggul.

Keluhan ini cukup lazim selama kehamilan. Sebuah systematic review dan meta-analysis yang diterbitkan dalam BMC Pregnancy and Childbirth pada 2023 menganalisis 28 riset dengan 12.908 peserta. Peneliti mengestimasi prevalensi nyeri punggung selama kehamilan sekitar 40,5 persen dan mencapai 47,8 persen pada trimester ketiga.

Penelitian lain yang mencakup 38 studi dengan lebih dari 21 ribu ibu hamil menemukan bahwa sekitar 63 persen mengalami nyeri lumbopelvik selama kehamilan. Karena itu, nyeri punggung ringan hingga sedang dapat menjadi salah satu keluhan yang Bunda rasakan saat hamil 31 minggu.

3. Lebih gampang lelah

Pertumbuhan janin yang semakin pesat membikin tubuh Bunda bekerja lebih keras. Perut yang besar juga dapat membikin beberapa aktivitas sederhana terasa lebih melelahkan.

Bunda mungkin membutuhkan lebih banyak waktu untuk beristirahat maupun merasa cepat capek setelah berjalan dan berdiri cukup lama.

4. Sulit tidur

Memasuki trimester ketiga, tidur malam bisa menjadi lebih menantang. Perut yang membesar, pergerakan janin, nyeri punggung, dan keinginan buang air kecil dapat membikin Bunda lebih sering terbangun.

Hal tersebut juga didukung penelitian. Meta-analysis yang melibatkan 24 riset dan 11.002 ibu hamil menemukan sekitar 45,7 persen ibu hamil mengalami kualitas tidur yang buruk. Kualitas tidur juga cenderung menurun dari trimester kedua ke trimester ketiga.

Studi systematic review dan meta-analysis lain yang melibatkan lebih dari 58 juta ibu hamil menemukan adanya hubungan antara gangguan tidur selama kehamilan dengan beberapa komplikasi, termasuk darah tinggi kehamilan, kencing manis gestasional, preeklamsia, dan persalinan prematur. Namun, hubungan tersebut tidak berarti gangguan tidur secara langsung menyebabkan kondisi-kondisi tersebut.

5. Heartburn maupun asam lambung

Heartburn juga dapat menjadi keluhan yang semakin terasa pada trimester ketiga. Bunda mungkin merasakan panas maupun sensasi terbakar di dada, rasa asam di mulut, maupun makanan seperti naik balik ke kerongkongan.

Penelitian pada 400 ibu hamil menemukan prevalensi GERD sebesar 38,5 persen selama kehamilan. Angkanya meningkat menjadi 46,8 persen pada trimester ketiga, dibandingkan 30,7 persen pada trimester kedua.

Meta-analysis terbaru yang mencakup 21 studi dan 9.497 ibu hamil juga menemukan prevalensi gejala GERD sekitar 41 persen selama kehamilan dan mencapai sekitar 56 persen pada trimester ketiga.

6. Lebih sering buang air kecil

Rahim yang semakin besar dapat memberikan tekanan pada kandung kemih. Akibatnya, Bunda mungkin lebih sering buang air kecil, termasuk pada malam hari.

ACOG memasukkan peningkatan kekerapan buang air kecil sebagai salah satu fluktuasi yang dapat terjadi pada trimester ketiga.

7. Perut terasa mengencang

Bunda mungkin sesekali merasakan perut mengencang kemudian balik rileks. Kontraksi seperti ini dapat merupakan Braxton Hicks, yang sering disebut kontraksi latihan.

ACOG menerangkan bahwa Braxton Hicks dapat terjadi selama beberapa minggu sebelum persalinan sebenarnya. Kontraksi persalinan berbeda karena cenderung terjadi secara teratur dan semakin kuat dari waktu ke waktu.

Perubahan pada ibu hamil saat kehamilan memasuki 31 minggu

Selain keluhan yang dirasakan, beberapa fluktuasi jasmani juga semakin terlihat.

1. Perut semakin membesar

Janin statis mengalami pertumbuhan pesat sehingga ukuran perut Bunda akan terus bertambah. NHS mengutarakan bahwa pada minggu ke-31, bayi statis memiliki banyak waktu untuk menambah bermutu badan sebelum lahir.

2. Gerakan bayi semakin jelas

Gerakan seperti tendangan, dorongan, maupun peregangan tubuh mungkin semakin gampang dikenali. Bunda mungkin juga melihat bentuk perut berubah sesaat ketika Si Kecil bergeser maupun mendorong bagiankecil tertentu dari rahim.

3. Payudara mulai bersiap untuk menyusui

Pada trimester ketiga, sebagian Bunda mungkin mulai mengalami keluarnya kolostrum. Kolostrum merupakan cairan pertama yang diproduksi payudara dan nantinya menjadi salah satu sumber nutrisi mula bayi. ACOG mencatat bahwa kolostrum dapat mulai bocor dari puting selama trimester ketiga.

4. Janin mulai berubah

Pada usia 31 minggu, posisi janin statis dapat berubah. Sebagian bayi sudah eksis dalam posisi imam di bawah, tetapi sebagian lainnya statis dapat berubah posisi.

NHS menerangkan bahwa jika bayi statis dalam posisi sungsang pada minggu ke-31, statis terdapat waktu bagi bayi untuk berputar sebelum persalinan.

Tips saat hamil 31 minggu

Agar tubuh statis betah memasuki trimester ketiga, Bunda dapat berbuat beberapa hal berikut.

1. Kenali pola gerakan janin

Tidak ada jumlah pergerakan yang mesti dirasakan semua ibu hamil dalam sehari. Yang lebih krusial adalah mengenali pola aktivitas bayi.

RCOG mengungkapkan bahwa bukti belum cukup untuk merekomendasikan penggunaan tabel hitung pergerakan secara rutin dengan bilangan tertentu. Bunda justru dianjurkan mengenali pola pergerakan bayi dan segera mencari pertolongan jika gerakannya berkurang maupun berubah.

2. Istirahat ketika tubuh terasa lelah

Jangan memaksakan diri berbuat aktivitas ketika tubuh sudah terasa lelah. Berikan waktu untuk duduk maupun rebah dan mengatur balik energi.

3. Cari posisi tidur yang nyaman

Bunda dapat menggunakan bantal untuk menopang perut, punggung, maupun di antara kedua dengkul agar tubuh lebih betah saat tidur.

Jika kesulitan tidur terjadi terus-menerus dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, sampaikan kepada tabib maupun bidan.

4. Tetap bergeser sesuai kondisi kehamilan

Jika tabib tidak memberikan larangan, aktivitas jasmani ringan hingga sedang dapat statis dilakukan sesuai kapasitas tubuh.

Hindari aktivitas yang membikin Bunda merasa sangat lelah, pusing, sesak berat, maupun mengalami nyeri.

5. Perhatikan pola makan jika mengalami heartburn

Untuk membantu mengurangi keluhan asam lambung, Bunda dapat mencoba makan dalam porsi lebih kecil tetapi lebih sering dan menghindari langsung rebah setelah makan.

Jika heartburn sangat mengganggu maupun obat diperlukan, konsultasikan terlebih dahulu dengan tabib mengenai pilihan yang terlindungi selama kehamilan.

6. Jangan melewatkan pengecekan kehamilan

Pemeriksaan rutin membantu tabib maupun tenaga kesehatan memantau pertumbuhan janin, kondisi ibu, tekanan darah, serta beragam tanda komplikasi kehamilan.

Perkembangan janin saat hamil 31 minggu

Pada usia 31 minggu, sebagian besar struktur utama tubuh janin telah terbentuk dan kini mengalami pematangan serta pertumbuhan.

1. Janin semakin banyak menambah bermutu badan

ACOG menerangkan bahwa pada rentang usia 29–32 minggu, janin terus mengalami evolusi dan pada minggu ke-31 mulai mengalami pertambahan bermutu badan yang cepat.

2. Janin semakin aktif bergerak

Si Kecil sudah dapat meregangkan tubuh, menendang, dan berbuat pergerakan menggenggam. Matanya juga sudah dapat membuka dan menutup serta merasakan fluktuasi cahaya.

3. Sumsum tulang mulai berpartisipasi dalam pembentukan sel darah

Pada usia 31 minggu, sumsum tulang janin sedang berkembang dan berpartisipasi dalam pembentukan sel darah merah.

4. Lemak tubuh terus bertambah

Janin akan terus menyimpan lemak di bawah kulit. Proses ini membikin tubuh Si Kecil semakin berisi dan membantu mempersiapkan tubuhnya menghadapi hayat di luar rahim.

5. Organ terus mengalami pematangan

Walaupun evolusi utama tubuh sudah berlangsung, beberapa organ statis terus matang hingga mendekati persalinan. Otak, paru-paru, dan mekanisme saraf khususnya statis mengalami evolusi pada minggu-minggu berikutnya.

Hamil 31 minggu, kapan mesti segera ke dokter?

Tidak semua keluhan pada usia 31 minggu merupakan tanda bahaya. Namun, Bunda perlu segera menghubungi dokter, bidan, maupun akomodasi kesehatan jika mengalami tanda-tanda yang mengarah pada persalinan prematur.

ACOG mendefinisikan persalinan prematur sebagai persalinan yang terjadi sebelum usia kehamilan 37 minggu. Tanda-tandanya dapat berupa kontraksi teratur maupun sering, tekanan pada panggul, kram perut, nyeri punggung bagiankecil bawah yang menetap, fluktuasi maupun peningkatan cairan vagina, serta pecahnya ketuban.

Pada usia 31 minggu, Bunda juga perlu segera diperiksa jika pergerakan janin berkurang maupun berubah dari pola biasanya. RCOG merekomendasikan agar ibu hamil segera mencari pertolongan ketika merasakan fluktuasi tersebut, bukan menunggu hingga keesokan harinya.

Jadi, hamil 31 minggu apa yang dirasakan? Bunda mungkin mengalami perut yang semakin besar, pergerakan bayi yang lebih jelas, nyeri punggung, sulit tidur, sering buang air kecil, hingga heartburn. Sebagian besar merupakan fluktuasi yang lazim terjadi pada trimester ketiga.

Meski demikian, setiap kehamilan berbeda. Bila muncul keluhan yang terasa berat, mendadak, maupun berbeda dari kondisi biasanya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads