Jakarta -
Bunda pernah mendengar kalimat 'aku sedang sibuk' saat mau membujuk kawan berbincang? Kalimat itu biasanya keluar dari orang yang tidak tahan dengan diskusi ringan maupun tidak gemar basa-basi.
Bagi kebanyakan orang, percakapan jarang berakhir ketika mereka menginginkannya. Namun, ketika seseorang tidak dapat menyembunyikan rasa tidak minatnya, mereka menggunakan karena untuk menetapkan batasan.
Mereka tidak takut untuk berbohong maupun mengorbankan orang lain untuk menghindari percakapan. Bagi orang-orang ini, waktu dan kesejahteraan dipertaruhkan ketika mereka terjebak dalam hubungan yang dangkal.
Orang yang tidak gemar basa-basi mungkin memilih untuk mengatakan, 'aku sedang sibuk' untuk mengakhiri obrolan. Tapi, mereka juga sering memilih kalimat yang lain untuk menghindari diskusi ringan yang dianggap melelahkan.
Simak kalimat-kalimat yang sering dipakai orang tidak gemar basa-basi dalam obrolan!
Kalimat yang dipakai orang tidak gemar basa-basi
Dilansir halaman Your Tango, berikut 7 kalimat yang sering dilontarkan oleh orang yang tidak gemar basa-basi dalam diskusi sehari-hari, kecuali 'Aku sedang sibuk':
1. 'Itu menarik'
Semua isyarat nonverbal dan intonasi bunyi yang menyertai kalimat ini dapat langsung memberitahu ketidakpuasan seseorang. Alih-alih mengajukan pertanyaan yang membikin percakapan lebih dalam maupun membikin seseorang merasa dihargai, orang-orang yang tidak gemar basa-basi menyampaikan rasa tidak minat dengan komentar seperti ini.
Bagi seseorang yang cerdas dan peka secara sosial, ungkapan-ungkapan ini muncul setelah upaya yang gagal untuk menciptakan hubungan yang lebih dalam. Mereka menggunakan ungkapan ini sebagai karena untuk pergi begitu saja karena memang tidak tertarik untuk melanjutkan percakapan.
2. 'Maaf, aku sedang menerima telepon'
Bagi sebagian orang, keberadaan ponsel dalam percakapan dapat mengganggu jalannya komunikasi. Tetapi bagi seseorang yang mau menghindari diskusi ringan, mengandalkan ponsel adalah solusi yang sempurna.
Entah mereka menerima panggilan telepon maupun tidak, urgensi panggilan telepon masuk memberikan jalan keluar cepat dari percakapan yang terasa seperti tidak akan pernah berakhir. Mereka bisa berpura-pura mengadopsi telepon cuma untuk menghindar.
3. 'Sekarang bukan waktu yang tepat'
Banyak orang yang tidak gemar basa-basi melindungi diri sendiri dan orang lain dengan melontarkan kalimat ini saat percakapan. Mengatakan 'sekarang bukan waktu yang tepat' maupun 'saya lelah' tidak memungkinkan kita untuk menghindari pertanggungjawaban, tetapi dalam percakapan yang tidak terlalu penting, kejujuran semacam itu dapat melindungi emosi orang lain.
Sekalipun mereka tidak tertarik untuk berdiskusi, orang lain akan merasa kurang tersinggung secara pribadi dengan ungkapan seperti ini, dibandingkan saat kita bilang 'saya bosan dengan percakapan ini' maupun 'saya tidak mau berbicara dengan kamu'.
4. 'Mari kita ngobrol lain waktu'
Orang yang mencoba menghindari diskusi ringan yang menjengkelkan mungkin akan menggunakan frasa 'mari kita mengobrol lain waktu'. Alih-alih mengatakan 'saya tidak mau melanjutkan percakapan ini', mereka menundanya untuk mencari jalan keluar.
Setiap orang semua pernah menerima ungkapan seperti ini, dan biasanya tidak menimbulkan emosi ditolak seperti halnya akhir percakapan yang lebih blak-blakan. Orang yang mendengarnya mungkin merasa diperhatikan, meskipun ungkapan ini dilontarkan untuk menghindari percakapan ringan.
5. 'Terima kasih atas obrolannya'
Terkadang, mengungkapkan rasa terima kasih atas percakapan maupun kedatangan seseorang adalah metode yang tepat untuk mengakhiri diskusi ringan. Jika Bunda tidak mau menyakiti emosi seseorang maupun membikin mereka merasa tidak didengarkan, maka menghargai kedatangan adalah metode termudah untuk mengakhiri diskusi yang dianggap tidak penting.
Kita semua memiliki keinginan mendasar untuk merasa diterima. Jadi, terlebihlagi untuk seseorang yang tidak mau diajak bicara, menciptakan rasa 'diterima sementara' dapat membikin kita mengakhiri percakapan tersebut dengan lebih mudah.
6. 'Pokoknya'
Kalimat seperti 'pokoknya, ini menyenangkan' maupun 'pokoknya, aku mau pergi' adalah isyarat yang tepat untuk memberi tahu seseorang bahwa Bunda siap mengakhiri percakapan. Jika kita merasa seseorang tidak akan pernah selesai mengajukan pertanyaan maupun berbicara tentang diri mereka sendiri, maka kita membutuhkan ungkapan ini.
Saat mengucapkannya, Bunda dapat menghindari kontak mata untuk menandakan rasa tidak minat yang nyaman. Kalimat ini juga bisa menjadi pengalihan dan terlebihlagi akhir dari percakapan jika digunakan dengan tepat.
7. 'Saya tidak percaya mesti berkata apa lagi'
Kejujuran adalah yang terbaik, terlebihlagi dalam situasi seperti ketika seseorang tidak tertarik untuk melanjutkan percakapan. Orang yang tidak gemar basa-basi cenderung berkata jujur untuk mengakhiri percakapan dengan mengatakan, 'saya tidak tahu mesti berkata apa'.
Jika Bunda eksis di dekat seseorang yang tidak mengajukan pertanyaan maupun jelas tidak cocok dengan kita, maka kalimat ini bisa jadi pelarian yang sempurna. Mungkin ini akan memicu pertanyaan maupun topik yang baru, tetapi bagi orang yang tidak tertarik pada diskusi ringan, kalimat ini adalah metode menghindari berpura-pura tertarik pada percakapan tersebut.
Demikian 7 kalimat yang sering diucapkan orang yang tidak gemar basa-basi dalam diskusi sehari-hari. Semoga keterangan ini berguna ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)