Sosok Sophia Dasser, Jurnalis Berhijab di Balik Terungkapnya Kasus Dugaan Pemerkosaan di Cornell

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 3 menit 241x dilihat
Sosok Sophia Dasser, Jurnalis Berhijab di Balik Terungkapnya Kasus Dugaan Pemerkosaan di Cornell

Bagikan Postingan

Kasus anggapan pemerkosaan massal yang terjadi di Cornell University, pada Oktober 2024 balik jadi sorotan nasional di Amerika Serikat baru-baru ini. Terungkapnya isu kekerasan seksual ini tidak terlepas dari peran jurnalis mahasiswa Sophia Dasser dan Cereese Qusba yang mengadopsi balik kasus ini ke depan publik.

Kasus anggapan pemerkosaan ini dimulai pada November 2024. Saat itu, mahasiswa Cornell University dikejutkan dengan adanya peringatan melalui e-mail "Crime ALERT: Sexual Assault," artikel dalam e-mail tersebut, dikutip halaman The New York Times. 

E-mail tersebut mengacu pada seorang perempuan disebut Jane Doe yang melapor kepada polisi Cornell University bahwa ia telah diserang di sebuah rumah persaudaraan, Chi Phi. Kemudian, universitas membentuk unit tugas pelecehan seksual. Satuan tugas ini merumuskan saran kebijakan tentang persetujuan (consent) dan proses pelaporan pelecehan. Namun, perhatian kampus kemudian banyak beralih.


Reporter The Cornell Daily Sun, Cereese Qusba, menjadi orang yang statis mengusut kasus pelecehan yang dialami Jane Doe. Ia menghubungi Jane Doe, terlebihlagi pengacaranya. Qusba juga mewawancarai pengelola universitas untuk mempertanyakan cara kampus dalam menangani mahasiswa yang diduga jadi pelaku pelecehan. 

Sebelumnya Jane Doe telah melaporkan kasusnya kepada pihak kepolisian. Namun, Jaksa Wilayah Tompkins County Matthew Van Houten mengungkapkan bahwa dalam pernyataan Jane Doe aktivitas seksual tersebut berdasarkan sukarela.

Ketika Sophia Dasser menjadi imam redaksi The Cornell Daily Sun baru pada mula 2026, ia menerima telepon dari Qusba yang  sedang belajar di luar negeri di Sydney, Australia. Qusba mengharapkan kasus pelecehan yang ia telusuri diangkat menjadi fokus koran The Cornell Daily Sun.

Pada September 2026, Jane Doe mengajukan tuntutan terhadap universitasnya, serta fraternitas dan sororitas di kampusnya. Bersamaan dengan itu, Qusba juga telah siap untuk menerbitkan penyelidikannya yang telah digarap selama hampir dua tahun. Investigasi tersebut terbit dalam artikel berjudul Cornell, Chi Phi Sued by Victim of Alleged Gang Rape, Drugging in 2024 di halaman The Sun.

Dalam artikel tersebut, dipaparkan secara rinci kronologi dakwaan Jane Doe pada malam ketika ia mengaku diserang, dari mulai aktivitas sororitas di sebuah bar di Ithaca, sampai insiden di rumah persaudaraan Chi Phi. 

Selain itu, imam redaksi The Cornell Daily Sun, Sophia Dasser, menginisiasi untuk memublikasikan nama-nama tersangka. Ini sebagai bentuk transparansi yang kurang ditunjukkan oleh pihak ketua universitas. 

"Kita adalah murid. Kami berkuasa menuntut keselamatan dari pengelola universitas kami, dan kami berkuasa menuntut hal-hal seperti laporan keterangan anonim tentang hasil, sanksi, dan hukuman dari kasus-kasus yang dilaporkan," ujar Sophia, seperti dilansir halaman Yahoo.

Ia juga menilai gugus tugas pelecehan seksual universitas tidak ampuh sebagai cara pencegahan kekerasan seksual di lingkungan kampus.

Bersama rekan-rekannya, Sophia Dasser mendesain halaman cetak khusus, kemudian menempatkan artikel investigasi Qusba di bagiankecil atas, serta daftar nama-nama ketujuh pelaku di bagiankecil bawahnya. Ini menjadi momen nama pelaku dipublikasikan secara terbuka ke publik.

 Momen penerbitan artikel itulah yang akhirnya menjadi titik balik kasus ini. Artikel tersebut mengubah isu  internal kampus menjadi sorotan nasional yang mendorong pihak berkuasa dan Cornell untuk balik membuka penyelidikan yang sempat terhenti sejak 2024. Ketika akhirnya artikel kasus pelecehan ini terbit dan ramai jadi sorotan publik, Sophia Dasser dan  Cereese Qusba mengaku tidak menduga liputan mereka viral. 

(som/som)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads