9 Penyakit Pada Anak Yang Disebabkan Karena Paparan Rokok

May 23, 2026 06:30 PM - 1 bulan yang lalu 28995

Sudah banyak diketahui bahwa rokok mempunyai akibat negatif bagi kesehatan. Bukan hanya pada pelaku, kebiasaan merokok juga merugikan orang lain, terutama anak-anak. Tak sedikit, sakit yang diderita anak pun akibat paparan asap rokok, Bunda.

Meskipun kita tidak merokok, asap yang terhirup alias terpapar secara tidak langsung justru yang lebih berbahaya. Asap rokok pasif diketahui mengandung lebih dari 50 unsur kimia yang dapat menyebabkan kanker.

Pada orang dewasa, risikonya begitu besar. Apalagi, pada bayi dan anak-anak yang tetap dalam tahap pertumbuhan. Melansir dari Smoke Free, asap rokok pasif lebih membahayakan bayi dan balita, apalagi memicu beragam penyakit yang menakut-nakuti nyawa mereka, Bunda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Tidak ada pemisah minimum paparan asap rokok pasif pada anak. Berapapun jumlahnya yang masuk ke dalam tubuh, dapat menimbulkan beragam akibat penyakit. Berikut beberapa penyakit pada anak akibat paparan rokok yang perlu diketahui para orang tua. 

9 Penyakit anak yang disebabkan paparan rokok

Asap rokok pasif yang sangat rawan dapat mengakibatkan beragam penyakit. Berikut ini sejumlah sakit pada anak akibat terpapar asap rokok pasif dilansir dari American Lung Association:

1. Sindrom kematian bayi mendadak (SIDS)

SIDS merupakan kematian bayi yang tidak terduga dan susah dijelaskan. SIDS juga diketahui sebagai salah satu penyebab utama kematian bayi yang sehat di bawah usia satu tahun. Sementara itu, SIDS sendiri bisa disebabkan oleh paparan asap rokok pasif, dengan tercatat 120 kematian di AS setiap tahunnya.

2. Kanker paru-paru 

Seperti yang kita tahu, nomor kematian akibat kanker paru-paru begitu tinggi, Bunda. Salah satu penyebab utama penyakit ini adalah paparan asap rokok pasif. Setiap tahunnya di AS, sekitar 4.120 kematian orang dewasa yang terpapar asap rokok pasif terjadi akibat kanker paru-paru.

3. Penyakit jantung

Menghirup udara kotor yang dipenuhi asap rokok dapat membikin jantung melemah dan akhirnya memengaruhi kesehatan. Diketahui, asap rokok pasif telah menyebabkan 15.1540 kematian akibat penyakit jantung di AS.

4. Stroke

Paparan asap rokok pasif dapat meningkatkan akibat kematian dan kecacatan akibat stroke sebesar 20 hingga 30 persen. Dengan begitu, stroke juga dapat dipicu oleh paparan asap rokok pasif.

5. Serangan asma

Asma merupakan penyakit kronis yang berisiko menakut-nakuti nyawa penderitanya. Apabila penderita asma terkena paparan asap rokok, maka kondisinya bakal semakin parah dan memburuk hingga menyebabkan serangan asma.

6. Penyakit saluran pernapasan bagian bawah

Pada bayi dan balita yang terpapar asap rokok pasif, akibat terkena penyakit pernapasan semakin besar. Beberapa di antaranya adalah bronkitis dan pneumonia, penyakit yang tak jarang menimbulkan kekhawatiran pada orang tua lantaran kasusnya yang cukup tinggi.

7. Infeksi alias gangguan telinga

Asap rokok dapat menyebabkan anak terkena jangkitan telinga bagian tengah. Kasusnya ditemukan sekitar 790.000 anak mengalami jangkitan telinga setiap tahunnya.

8. Bayi dengan berat badan lahir rendah

Asap rokok pasif dapat memengaruhi Si Kecil sejak di dalam kandungan, Bunda. ibu mengandung yang terpapar asap rokok mempunyai akibat yang lebih tinggi untuk melahirkan bayi dengan berat badan rendah, yang meningkatkan akibat abnormal lahir alias infeksi.

9. Pertumbuhan paru-paru yang tidak optimal

Paru-paru bayi mulai berkembang di dalam rahim dan bakal terus berkembang di masa kanak-kanak. Paparan asap rokok pasif dapat menghalang pertumbuhan tersebut dan membikin paru-paru anak tidak bisa berkembang sepenuhnya.

Mulailah hidup sehat dan berakhir merokok.

Melihat sungguh berbahayanya asap rokok yang dihirup orang lain, maka mulailah untuk berakhir merokok. Di samping tidak baik untuk kesehatan, kebiasaan merokok juga berpotensi untuk ditiru oleh anak.

Karenanya, kita sebagai orang tua perlu memberikan contoh yang sehat dan baik kepada anak. Beberapa perihal yang dapat dilakukan orang tua:

  • Jaga rumah dan mobil untuk bebas dari asap rokok. Pasalnya, anak-anak lebih banyak menghirup asap rokok pasif di rumah alias di dalam mobil daripada di tempat lain.
  • Pastikan asisten rumah tangga (ART), babysitter, dan staf di tempat penitipan anak tidak merokok.
  • Pilihlah restoran bebas asap rokok saat sedang pergi makan malam alias makan siang.
  • Hindari mengunjungi tempat-tempat yang memperbolehkan merokok.
  • Mengedukasi anak untuk menjauhi asap rokok pasif.

Demikian penjelasan mengenai sejumlah sakit yang diderita anak akibat paparan asap rokok. Semoga info ini menjadi pengingat dan berfaedah untuk para orang tua.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Selengkapnya